Selasa, 09 Maret 2021

Netizen Indonesia Tidak Sopan, Padahal Survei Sebut Paling Baik Hati Sedunia

 Sebagian netizen marah menanggapi hasil studi Microsoft tentang Digital Civility Index (DCI) menyebut netizen Indonesia paling tidak sopan se-Asia Tenggara.

Penilaian itu nyatanya sangat berbeda dengan keyakinan sebagian netizen di Indonesia. Dan memang, keyakinan sulit dikoreksi oleh penelitian apa pun, utamanya sejak marak pencitraan dan penggunaan internet dalam kampanye pada pemilihan langsung.


Jika kakek nenek kita dulu fans kemerdekaan yang tergambar dalam tekad "merdeka atau mati", maka sebagian dari generasi kita telah berubah menjadi fans-fans tokoh, bukan fans kepentingan nasional.


Kembali ke kata "sopan" yang dibahas survei DCI, umumnya netizen meyakini orang Indonesia itu sopan. Sering kita mendengar bahwa sebagai orang timur, kita menjunjung adat istiadat, tata krama, dan sopan santun.


Hal ini dicontohkan misalnya dengan mencium tangan orang yang lebih tua, tidak berpelukan apalagi berciuman di depan umum, berpakaian tertutup, menggunakan sebutan yang terhormat, pak, ibu, mas, mbak dan lain-lain saat menulis, berbicara, berpidato, dan lain-lain.


Kita juga mengenal kebiasaan saling menyapa, menunduk kepala tanda hormat, saling mengirim makanan antar tetangga, suka menolong dan karakter positif lainnya.


Keyakinan itu tidak salah. Nyatanya, memang ada survei yang menyebut orang Indonesia paling murah senyum (The Smiling Report), orang Indonesia paling religius (Survei Gallup dan Abt Associate 2019, yang dirilis Pew Research Center.


Bahkan survei Charities Aid Foundation (CAF) tahun 2018 menempatkan Indonesia di peringkat pertama sebagai negara yang paling murah hati di dunia dari 146 negara.


Sampelnya juga tidak main-main, 150 ribu orang dari 146 negara. Kesimpulan survei itu, 78% orang Indonesia senang mendonasikan hartanya pada orang lain, dan 53% penduduk Indonesia gemar menjadi relawan alias bekerja tanpa dibayar, meluangkan waktu untuk banyak pertemuan sosial, gotong royong, dan lain-lain.


Jadi wajar jika sebagian dari kita tidak terima dengan hasil survei Microsoft. Maka, sangat penting agar mata kita tidak berhenti pada judul pemberitaan, namun membaca hingga ujung isi berita, kalau perlu kita cari sumber primernya.

https://nonton08.com/movies/romeorinjani/


Pemerintah juga sebaiknya tidak perlu buru-buru menyalahkan masyarakat sebelum mengevaluasi berbagai kebijakan dan aturan, rasa keadilan, dan lain-lain.


Dari berbagai survei di atas, dapat lahir hipotesis bahwa sebenarnya orang Indonesia itu baik, namun keadaan yang membuat mereka kurang baik, atau ketidakadilan yang membuat mereka berubah menjadi buruk.


Baiklah, ada beberapa alasan Microsoft menyebut pengguna internet Indonesia tidak sopan. Pertama, meningkatnya hoax dan penipuan online hingga 13 poin, bertambahnya ujaran kebencian sebanyak lima poin. Yang menggembirakan mungkin hanya diskriminasi yang berkurang dua poin dari tahun sebelumnya.


Di Indonesia, yang paling populer berdasarkan Data Direktorat Cyber Crime Bareskrim Polri adalah penipuan online. Penipuan online masuk kategori kejahatan internet dan pelakunya bisa disebut penjahat.


Jadi penyebutan "tidak sopan" dalam DCI sebenarnya lebih halus. Bayangkan kalau ada yang menyebut netizen Indonesia paling jahat di Asia Tenggara?


Saya merasakan selama lima tahun terakhir, pernyataan tokoh dan literasi di masyarakat jarang sekali mengingatkan kewaspadaan terhadap penipuan online. Yang banyak hanya sebatas mengingatkan agar jangan menyebar hoax, utamanya terkait politik, dan di 2020 kemarin ditambahkan: jangan menyebar hoax terkait isu kesehatan seperti COVID-19, virus Corona, dan lain-lain.


Dulu, maling mendatangi rumah kita, mencongkel pintu, membuka tempat penyimpanan uang serta barang berharga lainnya. Sekarang, maling bisa mencuri uang kita dari jarak jauh, begitu kira-kira contoh untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap online.


Ke depan, inilah yang perlu digalakkan. Apalagi berdasrkan survei literasi dan inklusi keuangan Indonesia yang dilakukan OJK pada 2019, menyebutkan bahwa kewaspadaan konsumen terhadap kejahatan elektronik relatif rendah, yaitu 36,2%.


Kemudian, kita juga perlu terus meningkatkan kapasitas aparat dalam mendeteksi, mencegah potensi penipuan online serta lebih menghidupkan partisipasi masyarakat dalam memberantasnya.


Hoax juga demikian, berdasarkan beberapa survei, dan pengamatan di media sosial, saya menyimpulkan bahwa kebanyakan kita, apapun latar belakang pendidikannya bahkan meski sudah S3, belum mampu mendeteksi hoax. Penyebarnya setidaknya dua: mereka yang sengaja menyebarkan hoax dan mereka yang tidak tahu bahwa yang mereka sebarkan adalah hoax.

https://nonton08.com/movies/next-gen/

Sabtu, 06 Maret 2021

4 Konspirasi Sandung Bos Tekno, Mulai Implan Chip sampai Jadi Vampir

  - Bill Gates sudah dihajar teori konspirasi terkait COVID-19 sejak awal pandemi. Ternyata teori konspirasi juga menyandung bos-bos teknologi lainnya.

Sebut saja Elon Musk, Jeff Bezos, sampai Mark Zuckerberg yang dituduh sebagai mahluk yang menyamar menjadi manusia. Waduh, ada-ada saja! Dirangkum detikINET, ini beberapa teori konspirasi yang sempat viral terhadap petinggi di jagat teknologi ini:


1. Bill Gates dan implan microchip vaksin COVID-19

Niat baik Bill Gates untuk menyuarakan bahaya COVID-19 ternyata membuat dia semakin disasar teori konspirasi. Salah satu kabar menyebutkan Gates getol membantu pengembangan vaksin karena dia ingin menanamkan microchip ke orang-orang. Gates tentu saja membantah keras isu ini.


"Tidak ada hubungannya antara vaksin tersebut dan tipe pelacak apapun, sama sekali. Saya tidak tahu dari mana (teori itu) berasal," kata Gates dalam wawancara dengan CBS. Ini bukan pertama kali Gates membantah tudingan implan microchip.


"Saya tidak pernah terlibat dalam hal microchip apapun. Agak berat membantah hal ini karena sangatlah bodoh atau aneh," bantah Gates pada awal Juni silam.


2. Elon Musk, apakah kamu penjelajah waktu?

Teori berkembang ketika tersebar foto dari mendiang Raymond Collishaw seorang pilot dari Perang Dunia I yang mirip dengan Elon Musk. Meskipun Collishaw meninggal 1976 dan baru lima tahun kemudian Musk lahir, banyak penggemar konspirasi meyakini hal ini.


Suatu hari, seorang pengikutnya di Twitter menanyakan mengapa ia 'berada' di Kanada tahun 1914 dan 'bernama' Raymond Collishaw.


"Buka-bukaan, saya sebenarnya adalah vampir berusia 3.000 tahun," kelakar Musk membalas pertanyaan tersebut.


3. Mark Zuckerberg adalah manusia kadal?

Berdasarkan teori 'lizard people' atau 'manusia kadal', mereka adalah alien yang pertama kali sampai ke Bumi pada masa kuno. Sejak itu, mereka 'bergabung' dengan manusia melalui manipulasi DNA dan juga perkawinan dengan populasi manusia. Konspirasi ini pertama booming pada tahun 2008.


Berdasarkan tulisan yang ada dalam situs resmi The Ohio State University Collage of Arts and Sciences, teori ini cukup dipercaya oleh sebagian besar orang di dunia. Bahkan, diperkirakan 4% orang Amerika Serikat mengiyakan hal tersebut.


Nah, Zuckerberg sering disebut-sebut merupakan salah satu bagian dari lizard people. Selain Bos Facebook itu, tokoh lain yang juga sering diseret dalam konspirasi ini adalah Justin Bieber, Madonna, sampai Donald Trump.


4. Jeff Bezos mundur dari posisi CEO Amazon karena...

Dia ingin fokus menjadi super villain? Teori konspirasi dari warga Twitter terkait keputusan menghebohkan pria terkaya di dunia ini memang aneh-aneh, detikers. Kebanyakan dari mereka juga hanya bercanda, kok.

https://maymovie98.com/movies/mengejar-malam-pertama/


Logo Baru Amazon Disebut Mirip Kumis Hitler


- Amazon melakukan rebranding dengan mengganti desain logonya. Namun raksasa e-commerce ini malah bikin heboh karena banyak berkomentar logo barunya menyerupai kumis tokoh partai Nazi Jerman Adolf Hitler.

Bulan lalu, perusahaan milik orang terkaya dunia Jeff Bezos ini merilis update untuk aplikasi belanjanya, lengkap dengan logo baru. Amazon menanggalkan desain lama dengan keranjang belanja, menambahkan panah yang terlihat seperti garis senyuman, dan mengganti selotip biru pada kotak paket dengan desain bergerigi.


Diposisikan di atas panah yang seperti senyuman, selotip biru inilah yang disebut seperti kumis diktator Jerman Adolf Hitler. Sejumlah pengguna Twitter mencuit tentang hal ini dan ramai membahasnya.

https://maymovie98.com/movies/anak-kos-dodol/