Selasa, 09 Maret 2021

7 HP Baru Xiaomi yang Dapat Sertifikat TKDN, Ada Mi 11 Ultra!

 - Xiaomi sudah meluncurkan sejumlah HP baru selama 2021 ini, dan beberapa di antaranya ternyata sudah mendapat sertifikat TKDN dari Kementerian Perindustrian.

Dari pantauan detikINET di situs TKDN Kemenperin ada 7 perangkat baru Xiaomi yang mendapat sertifikat sejak pergantian tahun. Apa saja perangkatnya?


Mi 11

Perangkat ini punya kode M2011K2G, yaitu Xiaomi Mi 11. Terdaftar sejak 20 Januari 2021 dan punya kandungan dalam negeri sebesar 36,08%.

Redmi Note 10

Redmi Note 10 terdaftar sebagai M2101K7AG dengan tanggal 20 Januari 2021 dan kandungan dalam negeri sebesar 30,60%.

Redmi Note 10 Pro

Ponsel ini terdaftar pada tanggal 3 Februari 2021 dengan kode M2101K6G dan kandungan dalam negeri sebesar 30,60%.

Poco X3 Pro

Poco X3 Pro terdaftar pada 21 Februari 2021 dengan kode M2102J20SG dan kandungan dalam negeri sebesar 30,60%.

Mi 11 Ultra

Pada 22 Februari 2021 juga diterbitkan sertifikat TKDN untuk perangkat dengan kode M2102K1G dan kandungan dalam negeri 36,08%. Menurut XDA Developer, ini adalah perangkat Mi 11 Ultra.

Redmi K40

Ada perangkat dengan kode M2012K11AG yang terdaftar pada 22 Februari 2021 dengan kandungan dalam negeri 30,60%. Perangkat ini kemungkinan adalah Redmi K40, namun bisa juga dipasarkan lewat brand Poco dengan nama Poco F3.

Redmi K40 Pro

Selain itu ada juga M2012K11G yang juga terdaftar pada 22 Februari 2021 dengan kandungan dalam negeri 36,08%. Perangkat ini diduga adalah Redmi K40 Pro.

Hanya saja, ketika dicek ke situs sertifikasi Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI), kami tak berhasil menemukan perangkat-perangkat yang sudah disebut di atas. Xiaomi pun belum mengeluarkan informasi apa pun mengenai perangkat di atas.


Selama 2021 ini Xiaomi baru merilis dua ponsel di Indonesia, yaitu Poco M3 dan Redmi 9T, keduanya adalah perangkat dari kelas entry level Xiaomi. Sementara ponsel yang terdaftar di atas adalah ponsel kelas menengah dan flagship.

https://nonton08.com/movies/knight-and-day/


Asteroid 'Dewa Kekacauan' Dekati Bumi Hari Ini


 Asteroid 99942 Apophis akan melewati Bumi pada hari Jumat (5/3) dan bisa diamati menggunakan teleskop hingga beberapa hari ke depan. Asteroid ini memiliki reputasi yang cukup tinggi di kalangan astronom karena berpotensi menabrak Bumi pada tahun 2068.

Apophis adalah asteroid raksasa dengan diameter sekitar 350 meter yang pertama kali ditemukan pada tahun 2004. Namanya diambil dari Dewa Mesir Kuno Aphopis yang memiliki julukan 'Dewa Kekacauan'.


Dalam perjalanannya kali ini, Apophis akan mendekati Bumi dengan jarak 16,9 juta km. Jarak antara Apophis dan Bumi cukup besar, sekitar 44 kali jarak Bumi ke Bulan, jadi kunjungan Apophis kali ini tidak perlu dikhawatirkan.


Untuk mengamati momen melintasnya Apophis dibutuhkan teleskop yang cukup canggih. Momen ini akan dimanfaatkan oleh astronom yang akan memonitor pergerakannya.


Ini akan menjadi kesempatan terakhir bagi astronom untuk mempelajari asteroid raksasa ini sebelum batu angkasa ini semakin mendekat dalam beberapa tahun ke depan.


Pada 13 April 2029, Apophis akan mendekati Bumi dengan jarak hanya 31.000 km atau sekitar sepersepuluh jarak Bumi ke Bulan, seperti dikutip dari Gizmodo, Jumat (5/3/2021). Saat pendekatan kedua itu Apophis akan bisa dilihat dengan mata telanjang.


Astronom mengatakan Apophis tidak mungkin menabrak Bumi saat mendekat pada tahun 2029 atau 2036. Tapi masih ada kemungkinan Apophis akan menghantam Bumi saat pendekatan tahun 2068.


Saat ini Apophis berada di posisi ketiga dalam daftar objek berbahaya dekat Bumi yang disusun NASA. Perkiraan potensi tabrakan pada tahun 2068 bervariasi, mulai dari kemungkinan 1 berbanding 150.000 hingga 1 berbanding 530.000.


Jika Apophis benar-benar menabarak Bumi, dampaknya tidak akan main-main. Dengan lebar 350 meter, Apophis bisa menyebabkan ledakan setara dengan 1.150 megaton bahan peledak, atau sama dengan 3.800 bom atom Hiroshima meledak dalam waktu bersamaan.


Karena potensi ancaman tersebut, pergerakan Apophis terus diamati oleh astronom. Salah satunya lewat 99942 Apophis Observing Campaign yang digagas oleh International Asteroid Warning Network (IAWN).


Astronom di Goldstone Deep Space Communication NASA di California, AS akan ikut mengamati asteroid Apophis, begitu juga dengan Green Bank Telescope di West Virginia, AS.


NASA juga sudah melakukan langkah antisipasi terhadap kemungkinan terburuk walau waktumya masih jauh di masa depan. Salah satunya adalah dengan mengubah arah asteroid itu sehingga menjauh dari Bumi.

https://nonton08.com/movies/the-malibu-bikini-shop/

Netizen Indonesia Tidak Sopan, Padahal Survei Sebut Paling Baik Hati Sedunia

 Sebagian netizen marah menanggapi hasil studi Microsoft tentang Digital Civility Index (DCI) menyebut netizen Indonesia paling tidak sopan se-Asia Tenggara.

Penilaian itu nyatanya sangat berbeda dengan keyakinan sebagian netizen di Indonesia. Dan memang, keyakinan sulit dikoreksi oleh penelitian apa pun, utamanya sejak marak pencitraan dan penggunaan internet dalam kampanye pada pemilihan langsung.


Jika kakek nenek kita dulu fans kemerdekaan yang tergambar dalam tekad "merdeka atau mati", maka sebagian dari generasi kita telah berubah menjadi fans-fans tokoh, bukan fans kepentingan nasional.


Kembali ke kata "sopan" yang dibahas survei DCI, umumnya netizen meyakini orang Indonesia itu sopan. Sering kita mendengar bahwa sebagai orang timur, kita menjunjung adat istiadat, tata krama, dan sopan santun.


Hal ini dicontohkan misalnya dengan mencium tangan orang yang lebih tua, tidak berpelukan apalagi berciuman di depan umum, berpakaian tertutup, menggunakan sebutan yang terhormat, pak, ibu, mas, mbak dan lain-lain saat menulis, berbicara, berpidato, dan lain-lain.


Kita juga mengenal kebiasaan saling menyapa, menunduk kepala tanda hormat, saling mengirim makanan antar tetangga, suka menolong dan karakter positif lainnya.


Keyakinan itu tidak salah. Nyatanya, memang ada survei yang menyebut orang Indonesia paling murah senyum (The Smiling Report), orang Indonesia paling religius (Survei Gallup dan Abt Associate 2019, yang dirilis Pew Research Center.


Bahkan survei Charities Aid Foundation (CAF) tahun 2018 menempatkan Indonesia di peringkat pertama sebagai negara yang paling murah hati di dunia dari 146 negara.


Sampelnya juga tidak main-main, 150 ribu orang dari 146 negara. Kesimpulan survei itu, 78% orang Indonesia senang mendonasikan hartanya pada orang lain, dan 53% penduduk Indonesia gemar menjadi relawan alias bekerja tanpa dibayar, meluangkan waktu untuk banyak pertemuan sosial, gotong royong, dan lain-lain.


Jadi wajar jika sebagian dari kita tidak terima dengan hasil survei Microsoft. Maka, sangat penting agar mata kita tidak berhenti pada judul pemberitaan, namun membaca hingga ujung isi berita, kalau perlu kita cari sumber primernya.

https://nonton08.com/movies/romeorinjani/


Pemerintah juga sebaiknya tidak perlu buru-buru menyalahkan masyarakat sebelum mengevaluasi berbagai kebijakan dan aturan, rasa keadilan, dan lain-lain.


Dari berbagai survei di atas, dapat lahir hipotesis bahwa sebenarnya orang Indonesia itu baik, namun keadaan yang membuat mereka kurang baik, atau ketidakadilan yang membuat mereka berubah menjadi buruk.


Baiklah, ada beberapa alasan Microsoft menyebut pengguna internet Indonesia tidak sopan. Pertama, meningkatnya hoax dan penipuan online hingga 13 poin, bertambahnya ujaran kebencian sebanyak lima poin. Yang menggembirakan mungkin hanya diskriminasi yang berkurang dua poin dari tahun sebelumnya.


Di Indonesia, yang paling populer berdasarkan Data Direktorat Cyber Crime Bareskrim Polri adalah penipuan online. Penipuan online masuk kategori kejahatan internet dan pelakunya bisa disebut penjahat.


Jadi penyebutan "tidak sopan" dalam DCI sebenarnya lebih halus. Bayangkan kalau ada yang menyebut netizen Indonesia paling jahat di Asia Tenggara?


Saya merasakan selama lima tahun terakhir, pernyataan tokoh dan literasi di masyarakat jarang sekali mengingatkan kewaspadaan terhadap penipuan online. Yang banyak hanya sebatas mengingatkan agar jangan menyebar hoax, utamanya terkait politik, dan di 2020 kemarin ditambahkan: jangan menyebar hoax terkait isu kesehatan seperti COVID-19, virus Corona, dan lain-lain.


Dulu, maling mendatangi rumah kita, mencongkel pintu, membuka tempat penyimpanan uang serta barang berharga lainnya. Sekarang, maling bisa mencuri uang kita dari jarak jauh, begitu kira-kira contoh untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap online.


Ke depan, inilah yang perlu digalakkan. Apalagi berdasrkan survei literasi dan inklusi keuangan Indonesia yang dilakukan OJK pada 2019, menyebutkan bahwa kewaspadaan konsumen terhadap kejahatan elektronik relatif rendah, yaitu 36,2%.


Kemudian, kita juga perlu terus meningkatkan kapasitas aparat dalam mendeteksi, mencegah potensi penipuan online serta lebih menghidupkan partisipasi masyarakat dalam memberantasnya.


Hoax juga demikian, berdasarkan beberapa survei, dan pengamatan di media sosial, saya menyimpulkan bahwa kebanyakan kita, apapun latar belakang pendidikannya bahkan meski sudah S3, belum mampu mendeteksi hoax. Penyebarnya setidaknya dua: mereka yang sengaja menyebarkan hoax dan mereka yang tidak tahu bahwa yang mereka sebarkan adalah hoax.

https://nonton08.com/movies/next-gen/