Selasa, 09 Maret 2021

Riset: Anak-anak Jadi Penyebar Corona B117

 Anak-anak memainkan peran besar dalam menyebarkan strain Corona B117 dibandingkan varian asli, berdasarkan hasil riset sekelompok tim peneliti di Belanda.

Dikutip dari NL Times, Jumat (5/3/2021) lembaga kesehatan GGD Rotterdam-Rijnmond dan Erasmus MC di Belanda menyimpulkan hal tersebut dalam sebuah penelitian yang mereka lakukan di Lansingerland.


"Jika virus Corona didiagnosis pada setidaknya dua orang dalam satu rumah, anak-anak dengan varian Corona B117 lebih mungkin menjadi orang-orang yang membawa virus pulang dan menginfeksi orang lain," kata para peneliti.


Meski demikian, disebutkan pula dalam studi ini peran anak dalam penyebaran virus Corona terbilang masih kecil. Tapi bagaimana pun, kewaspadaan tetap diperlukan untuk mencegah kemungkinan terburuk.


GGD Rotterdam-Rijnmond dan Erasmus MC melakukan pengujian virus Corona skala besar di Lansingerland setelah terjadinya wabah virus Corona B117. Jenis ini terdeteksi di sebuah sekolah di Berschenhoek. Ditemukan bahwa wabah tersebut sebagian besar menular secara terbatas di sekolah dan tidak menyebar ke seluruh kota secara luas.


Varian Corona B117 pertama kali terdeteksi di Inggris pada September 2020. Mutasi virus ini dengan cepat menyebar ke luar Inggris hingga ke sejumlah negara lain hingga akhirnya ke Indonesia. Dalam laporannya, Inggris menyebutkan Corona B117 lebih mudah menular dibandingkan dengan varian lainnya.


Berdasarkan hasil analisis pada populasi terdampak di Inggris, Corona B117 40% - 70% lebih cepat menular. Hanya butuh dua bulan untuk menyumbang seperempat kasus infeksi di London. Berselang satu bulan setelah ditemukan pertama kali pada September 2020, Corona B117 menyumbangkan 60% angka kasus terinfeksi COVID-19 di kota tersebut.

https://nonton08.com/movies/pixels-2/


TikTok Rilis Fitur Tanya Jawab, Bisa Untuk Semua Pengguna


Fitur tanya jawab di TikTok kini resmi dirilis. Fitur ini pertama kali diuji pada bulan Januari lalu di mana saat pengujian fitur ini hanya dapat digunakan bagi pengguna yang telah memiliki 10 ribu atau lebih followers.

Tapi kini fitur tersebut dapat digunakan bagi siapa saja yang memiliki akun TikTok meski memiliki pengikut sedikit.


Saat fitur ini diaktifkan ada beberapa cara untuk menggunakan fitur stiker Q&A. Seperti saat memberikan komentar pengguna yang menjadi penonton dapat mengklik tombol "?" untuk memberikan komentar mereka yang bisa dijadikan pertanyaan.


Lalu si pembuat video ini kemudian dapat memfilter komentar-komentar dan melihat seluruh pertanyaan dan membalasnya dengan bentuk video.


Fitur ini juga dapat digunakan saat melakukan live atau streaming langsung, di mana pembuat konten dapat berbagi dan menjawab pertanyaan dari penonton secara real time.


Dan terakhir TikTok juga menambahkan tab Q&A terpisah ke profil pembuat yang akan menarik semua pertanyaan yang telah dijawab oleh si pembuat konten sebelumnya. Penonton juga dapat mengirimkan pertanyaan baru langsung dari bagian Q&A tersebut.

https://nonton08.com/movies/pixels/

Detik-detik Gunung Es Antartika Seukuran 2 Kali Jakarta Terbelah

 Badan Antariksa Eropa (ESA) berhasil memotret sebelum dan sesudah gunung es di Antartika yang ukurannya dua kali wilayah DKI Jakarta, terbelah dilihat dari luar angkasa.

Gunung es yang disebut A-74 itu memiliki luas sekitar 1.270 km persegi atau setara 2 kali ukuran DKI Jakarta. Meski telah terpantau retak sejak November 2020, A-74 baru saja terbelah dan melepaskan diri dari wilayah utara Lapisan Es Brunt pada 26 Februari kemarin.


Menggunakan misi Copernicus Sentinel-1 yang punya dua wahana antariksa, Sentinel-1A dan Sentinel-1B, yang pada dasarnya bertugas mengamati Bumi, berhasil mengabadikan momen gunung es A-74 terbelah.


Badan Antariksa Eropa (ESA) berhasil memotret sebelum dan sesudah gunung es di Antartika yang ukurannya dua kali wilayah DKI Jakarta itu terbelah dilihat dari luar angkasa.


"Meskipun terbelahnya gunung es ini diperkirakan terjadi beberapa minggu lalu, menyaksikan peristiwa ini masih mencengangkan," kata Ilmuwan ESA Mark Drinkwater dilansir dari Space, Jumat (5/3/2021).


Selama bertahun-tahun, ahli glasiologi memantau retakan yang terbentuk di Brunt Ice Shelf, yang mana terbelah hingga kedalaman 150 meter.


Gunung es seluas dua kali wilayah DKI Jakarta yang terbelah itu tidak jauh dari markas penelitian Inggris, British Antarctic Survey (BAS).


Di 2016, lokasi penelitian mereka dijauhkan dari lokasi itu untuk mencegah kemungkinan terburuk. Di kemudian hari, para staf hanya bekerja selama musim panas karena jika harus dilakukan evakuasi karena gunung es terbelah itu, akan sulit dilakukan di musim dingin.


Para ilmuwan BAS mengungkapkan proses pembentukan anak gunung es atau gletser, terjadi ketika potongan besar es pecah dari gletser. Lapisan es Brunt Ice Shelf yang biasanya mengalir ke barat dengan kecepatan 2 km per tahun, secara rutin mengalami peristiwa terbelahnya es ukuran raksasa.


Menurut BAS, terbelahnya es raksasa di Antariksa sejauh ini belum terbukti akibat dari perubahan iklim. Kendati begitu, ESA terus memantau situasi yang terjadi di kutub selatan Bumi itu.


"Jadi, kami memantau situasi dengan cermat mengamati data yang disediakan oleh misi Copernicus Sentinel-1," pungkas Drinkwater.

https://nonton08.com/movies/sri-asih/


Riset: Anak-anak Jadi Penyebar Corona B117


Anak-anak memainkan peran besar dalam menyebarkan strain Corona B117 dibandingkan varian asli, berdasarkan hasil riset sekelompok tim peneliti di Belanda.

Dikutip dari NL Times, Jumat (5/3/2021) lembaga kesehatan GGD Rotterdam-Rijnmond dan Erasmus MC di Belanda menyimpulkan hal tersebut dalam sebuah penelitian yang mereka lakukan di Lansingerland.


"Jika virus Corona didiagnosis pada setidaknya dua orang dalam satu rumah, anak-anak dengan varian Corona B117 lebih mungkin menjadi orang-orang yang membawa virus pulang dan menginfeksi orang lain," kata para peneliti.


Meski demikian, disebutkan pula dalam studi ini peran anak dalam penyebaran virus Corona terbilang masih kecil. Tapi bagaimana pun, kewaspadaan tetap diperlukan untuk mencegah kemungkinan terburuk.


GGD Rotterdam-Rijnmond dan Erasmus MC melakukan pengujian virus Corona skala besar di Lansingerland setelah terjadinya wabah virus Corona B117. Jenis ini terdeteksi di sebuah sekolah di Berschenhoek. Ditemukan bahwa wabah tersebut sebagian besar menular secara terbatas di sekolah dan tidak menyebar ke seluruh kota secara luas.


Varian Corona B117 pertama kali terdeteksi di Inggris pada September 2020. Mutasi virus ini dengan cepat menyebar ke luar Inggris hingga ke sejumlah negara lain hingga akhirnya ke Indonesia. Dalam laporannya, Inggris menyebutkan Corona B117 lebih mudah menular dibandingkan dengan varian lainnya.

https://nonton08.com/movies/santet/