Kamis, 11 Maret 2021

Tencent Bikin Game Pesaing Genshin Impact?

 Sebagai perusahaan game raksasa, Tencent tak henti melahirkan game yang punya kualitas wahid. Tencent dikabarkan akan menghadirkan game mirip Genshin Impact.

Tencent Games Studios mulai memperluas jangkauannya dengan anak perusahaan TiMi Studios sebagai sosok terciptanya Call of Duty Mobile dan Pokemon Unite.


TiMi Studios saat ini sedang merencanakan membuat game AAA. Mereka pun membuka lowongan untuk mengerjakan proyek tersebut menggunakan Unreal Engine 5. Rencana Tencent ini tampaknya menjadi kemajuan besar untuk perusahaan untuk memperluas ke berbagai paltform, seperti PC dan konsol, setelah sukses dengan game mobile, dikutip detikINET dari Gamespot.


Sejauh ini, proyek tersebut belum memiliki judul untuk diungkapkan ke publik. Namun, diyakini bahwa game ini nantinya akan menggunakan konsep open world layaknya Genshin Impact dan akan dirilis di PC, konsol dan perangkat mobile.


"TiMi Tencent, developer dari game Honor of Kings, Call of Duty: Mobile & Pokeom Unite, sedang membuka lowongan game AAA open world menggunakan Unreal Engine 5 di PC, konsol dan mobile," tulis Daniel Ahmad, senior analis di Niko Partners, di akun Twitter pribadinya.


Dari pertanyaan yang disampaikan oleh penggemar mengenai konsep game seperti Genshin Impact, dirinya membenarkan hal tersebut.


"Iya konsepnya seperti Genshin Impact, tapi game ini nantinya lebih mengarah kepada shooter," ujar Daniel Ahmad.


Sebagai informasi, TiMi Studios didirikan pada tahun 2018, dengan dukungan lebih dari 3.000 orang di seluruh Shenzhen, Chengdu, Shanghai, Los Angeles dan lokasi baru dibuka di Seattle. TiMi Studios juga berperan penting dalam membantu Activision mencapai tahun keuangan terbesar pada 2020 melalui kesuksesan Call of Duty: Mobile.


Menurut detikers, apakah game open world AAA di proyek terbaru TiMi Studios akan populer di mobile seperti Call of Duty: Mobile? Share pendapat kalian di kolom komentar.

https://trimay98.com/movies/sexual-play/


Tweet Pertama Bos Twitter Jadi Item Berharga Senilai Rp 36 Miliar


 Jack Dorsey punya ide untuk menjual tweet pertamanya sebagai non-fungible token (NFT) atau mata uang kripto. Tampaknya, koleksi mata uang kripto memang semakin populer akhir-akhir ini.

CEO Twitter tersebut membagikan sebuah link di akun Twitternya yang dilabelinya sebagai "valuables" atau item berharga. Dia mempersilakan followernya untuk menawar tweet pertamanya pada 21 Maret 2006 yang berbunyi "just setting up my twttr".


Tawaran tertinggi akhirnya dimenangkan oleh Sina Estavi, CEO Bridge Oracle. Dia bersedia membeli tweet bersejarah itu dengan tebusan USD 2,5 juta atau sekitar Rp 36 miliar.


Dikutip detikINET dari Cnet, pemilik aset ini akan dicatat di blockchain, buku besar digital yang mirip dengan jaringan yang mendukung Bitcoin dan mata uang kripto lainnya.


Namun, tidak seperti kebanyakan mata uang virtual, satu NFT tidak dapat dengan yang lain seperti yang dilakukan dengan dolar atau aset lainnya. Setiap NFT unik dan bertindak sebagai item kolektor yang tidak dapat diduplikasi, membuatnya langka berdasarkan desain.


Koleksi mata uang kripto belakangan ini menjadi tren. Mulai dari kalangan artis hingga band rock mencetak konten mereka. Salah satu contohnya, rendisi digital meme Nyan Cat dari tahun 2011, terjual hampir USD 600 ribu dalam lelang online bulan lalu.


Beberapa orang yang membeli NFT percaya, mata uang virtual ini dapat membantu mereka membuktikan kepemilikan barang virtual berkat blockchain.

https://trimay98.com/movies/a-beach-with-a-view-two-women/


Christina Koch, Astronaut Perempuan Penakluk Antariksa

 Setahun yang lalu, Christina Koch memecahkan rekor sebagai astronaut perempuan yang tinggal terlama di luar angkasa. Pada 6 Februari 2020, ia mendarat di Bumi setelah menghabiskan 328 hari di International Space Station (ISS).

Sebelum menjadi astronaut, hidup Koch tidak jauh-jauh dari sains dan teknologi. Sebagai lulusan teknik elektro, ia memulai kariernya di NASA Goddard Space Flight Center Laboratory for High Energy Astrophysics, seperti dikutip dari situs resmi NASA, Minggu (7/3/2021).


Saat bekerja di departemen luar angkasa di Johns Hopkins University Applied Physic Laboratory, Koch berkontribusi mengembangkan instrumen untuk mempelajari radiasi yang digunakan beberapa misi NASA, termasuk wahana antariksa Juno dan Van Allen. Ia juga sempat tinggal dan bekerja di Antartika selama beberapa tahun.


Pada Juni 2013, Koch terpilih menjadi salah satu dari delapan anggota kelas astronaut NASA angkatan ke-21. Ia menjalani beragam latihan termasuk mempelajari sistem ISS, robotika, menerbangkan pesawat T-36 dan T-6, serta belajar bahasa Rusia.

https://trimay98.com/movies/dancer-kims-teaching/


Koch kemudian lulus dari pelatihan astronaut NASA pada tahun 2015. Ia harus menunggu beberapa tahun sebelum dipanggil untuk misi luar angkasa pertamanya ke ISS pada tahun 2018.


Pada 14 Maret 2019, Koch terbang ke ISS bersama astronaut NASA Nick Hague dan kosmonaut Rusia Alexey Ovchinin. Ketiganya merupakan anggota Expeditions 59 dan dijadwalkan kembali ke Bumi enam bulan setelah tiba di ISS.


Tapi masa tinggal Koch kemudian diperpanjang untuk mengumpulkan data tentang efek fisiologis yang terjadi saat perjalanan luar angkasa berdurasi panjang. Siapa sangka perpanjangan misi ini mengantarkannya menjadi astronaut perempuan yang tinggal terlama di luar angkasa.


Koch mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh astronaut NASA lainnya Peggy Whitson. Whitson pertama kali mencetak rekor tersebut pada tahun 2017 setelah menghabiskan 289 hari di ISS.


Selama berada di ISS, Koch telah melakukan lebih dari 210 eksperimen sains. Selain itu, ia juga melakukan enam spacewalk atau perjalanan di antariksa yang totalnya berdurasi 42 jam dan 15 menit.


Pencapaian Koch tidak berhenti sampai di situ karena ia dan rekan astronautnya Jessica Meir menjadi tim astronaut pertama yang semuanya perempuan yang melakukan spacewalk di luar ISS. Koch dan Meir tiga kali berpasangan dalam spacewalk untuk memperbaiki komponen eksternal ISS.


Setelah menghabiskan hampir satu tahun di ISS dan menjadi anggota tim Expeditions 59, 60 dan 61, Koch kembali ke Bumi pada 6 Februari 2020 bersama dua rekannya, astronaut ESA Luca Parmitano dan kosmonaut Rusia Alexander Skvortsov.


Menggunakan kapsul Soyuz MS-13, ketiga astronaut mendarat di Dzhezkazgan, Kazahkstan. Begitu keluar dari kapsul, senyum lebar terlihat menghiasi wajah Koch karena bisa merasakan angin di Bumi setelah hampir setahun hidup di ISS.


"Bagi saya, penting untuk melihat orang-orang yang saya lihat sebagai cerminan diri saya, saat tumbuh dewasa, ketika saya membayangkan apa yang dapat saya lakukan dengan hidup saya dan apa impian saya," kata Koch dalam wawancara dari ISS sebelum ia kembali ke Bumi, seperti dikutip dari BBC.


"Untuk mungkin menjadi sumber inspirasi bagi orang lain adalah sebuah kehormatan," pungkasnya.

https://trimay98.com/movies/delicious-love-formula-sex/