Kamis, 18 Maret 2021

Heboh! Pengunjung Kena Biaya Service Rp 50 Ribu karena Tak Pesan Nasi di Warung Makan

  Pengunjung warung makan dibuat kesal saat menerima tagihan makan. Ia dikenakan biaya 'service' hanya karena tidak memesan nasi. Ini kronologisnya.

Lewat video di TikTok, pria bernama Doharto Simbolon menceritakan pengalaman tak mengenakan di warung makan. Saat itu, ia dan teman-teman pergi ke warung makan terapung di kawasan Percut Sei Tuan, Medan (11/03).


Di tempat tersebut memang menawarkan layanan memancing ikan sendiri untuk dimasak langsung di warung makan. Untuk sampai ke warung makan itu, mereka harus menaiki perahu dengan biaya Rp 10.000.


Doharto dan teman-temannya pun telah membawa ikan seberat 10,3 kg. Lalu mereka mengunjungi warung makan bernama Terapung II Virzinia. Konsep warung makan tersebut pengunjung akan dikenai biaya untuk bumbu dan upah masak ikan yang telah dipancing.


Pada saat itu, Doharto dan teman-temannya hanya memesan ikan, es teh manis, sambal dan air mineral. Namun, setelah melihat tagihan ia terkejut ada biaya Rp 50.000 untuk service.


Biaya tersebut tercatat di bon, dengan mencoret tulisan nasi menjadi service. Sontak Doharto kesal, karena biasanya warung-warung makan tidak ada biaya service.


Dihubungi detikcom (16/03) Doharto menyebut kalau pemilik warung makan itu banyak beralasan soal biaya Rp 50.00. Awalnya untuk service karena mereka tidak memesan nasi kemudian beralih untuk uang pondok atau tempat lesehan.

https://indomovie28.net/movies/rembulan-tenggelam-di-wajahmu/


"Kita gak pesan nasi. Karena gak pesan nasi masa mereka kenakan biaya Rp 50.000. Terus katanya untuk service, warung makan kaki lima masa pakai biaya service?," ujar Doharto.


"Mereka bilang itu uang untuk karyawannya yang bekerja. Lagi pula mereka sudah tagihkan biaya upah masak, itu kan termasuk biaya untuk karyawan," lanjut Doharto.


Lebih lanjut, Doharto hanya ingin tahu uang Rp 50.000 yang ditagihkan itu untuk apa. Pasalnya pemilik warung makan kerap berganti alasan. Pertama untuk service karena tidak memesan nasi.


Kemudian berubah untuk service karyawan. Dan yang terakhir untuk biaya pondok atau tempat. SementaraDoharto menjelaskan bahwa sejak awal ia diberi tahu bahwa tidak ada pemungutan biaya untuk pondok.


Detikcom juga menghubungi pemilik warung makan (16/03) untuk mendapatkan klarifikasinya. Virjinia Ani selaku pemilik warung makan menyebut kalau biaya Rp 50.000 itu untuk pondok lesehan yang ditempati Doharto.

"Dia pake beberapa lesehan wajar kan kami minta biaya untuk pondok. 1 pondok Rp 50 ribu, kami layani dengan baik, tempatnya juga bersih. Kami punya karyawan yang mau kami gaji," ujar Virjinia Ani.


Tak banyak yang disampaikan oleh pemilik warung makan tersebut. Ia menyampaikan kalau pengunjungnya tidak ikhlas membayarkan Rp 50.000 ia akan menyumbangkan uang tersebut ke anak yatim piatu.


"Biarlah uang 50 ribu itu saya kasihkan ke anak yatim piatu saja," ujar Virjinia Ani.


Komentar Netizen

Video unggahan Doharto pun menjadi viral setelah banyak dibagikan ulang oleh akun-akun di Instagram. Salah satunya akun @nyinyir_update_official (16/03).


Berbagai tanggapan dari netizen pun memenuhi kolom komentar. Ada yang pro dan ada juga yang kontra.


"Ya kenapa buka rumah makan kalau gak mau service tamu. Ini konsep rumah makannya gimana ya kok yang gak ada di menu diada-adain?," tulis netizen.


"Mending dimahalin sekali harga makanannya daripada di nota pakai ditulis biaya bumbu, service, upah masak atau apalah. Berasa nyewa pembantu," tulis netizen lainnya.


"Yaudahlah intinya kita pintar-pintar memilih tempat makan. Tempat makan di tempat-tempat wisata emang kayak gitu kadang," tulis netizen lainnya.

https://indomovie28.net/movies/lying-lover/

Biaya 'Service' Rp 50 Ribu di Rumah Makan hingga Kenikmatan Kue Lumpur Wolak-walik

 Di media sosial viral kisah pengunjung rumah makan dikenakan biaya service Rp 50 ribu. Lalu ada juga cara mudah mendapatkan berat badan ideal dan kenikmatan kue lumpur wolak-walik.

Persoalan tagihan makan di warung, rumah makan, ataupun restoran kerap menarik perhatian. Seperti halnya yang baru terjadi di Medan ini. Seorang pengunjung rumah makan di kawasan Percut Sei Tuan menuliskan keberatannya.


Ia mempertanyakan biaya service Rp 50 ribu yang dibebankan padanya. Kemudian pihak rumah makan juga angkat bicara mengenai peruntukkan biaya service tersebut. Kisah ini membuat netizen ramai berkomentar.


Demi mendapat berat badan ideal, ada berbagai hal yang bisa dilakukan. Tak sekadar membatasi asupan makanan, tapi bisa juga dengan menerapkan trik mudah ini.


Kuncinya satu, lakukan secara konsisten. Trik ini juga tergolong mudah diaplikasikan sehingga cocok untuk para pelaku diet pemula.


Kenikmatan kue tradisional tak ada habisnya untuk dibicarakan. Di Malang ada kue lumpur yang selalu jadi incaran. Namanya kue lumpur wolak-walik karena merujuk pada proses pembuatannya.


Penjual kue lumpur ini selalu laris diantre meski hanya berjualan di sebuah kios sederhana di Pasar Oro-oro Dowo Malang. Seperti apa tampilan dan rasanya?


Berikut deretan berita terpopuler detikfood yang paling menarik perhatian pembaca kemarin (17/3):


1. Biaya service Rp 50 ribu di rumah makan

Netizen TikTok, Doharto Simbolon menceritakan kronologis saat dirinya dibebankan biaya service Rp 50 ribu di sebuah rumah makan. Ia memperlihatkan tulisan menu 'nasi' di bon dicoret menjadi 'service'.


Tak terima hal ini, Doharto mempertanyakannya. Ia mengatakan awalnya pemilik rumah makan bilang Rp 50 ribu itu untuk service karena ia tak memesan nasi, kemudian berubah alasan menjadi upah karyawan. Terakhir, pihak rumah makan menyebut untuk biaya pondok atau tempat.


Pihak rumah makanpun angkat bicara. Menurutnya biaya service Rp 50 ribu itu untuk pondok lesehan yang ditempati Doharto. Seperti ini penjelasan lengkapnya.


Meraih berat badan ideal adalah impian semua orang. Selain diet dan olahraga, kamu juga bisa menerapkan trik mudah ini. Semuanya sederhana, namun perlu dilakukan secara konsisten.


Misalnya makan perlahan supaya kamu fokus dengan apa dan seberapa banyak makanan yang dikonsumsi. Kemudian coba menggunakan piring kecil saat makan. Hal ini bisa mengurangi asupan porsi makanan.


3. Kenikmatan kue lumpur wolak-walik

Kue lumpur wolak-walik jadi jajanan favorit di Pasar Oro-oro Dowo, Malang. Kue lumpur ini memakai campuran kentang dalam adonannya sehingga terasa lebih gurih dan lembut.


Mengenai nama 'wolak-walik', hal ini lantaran dalam proses pembuatannya, kue lumpur dibolak-balik agar matang. Bagian luarnya akan sedikit garing, namun dalamnya tetap lembut.

https://indomovie28.net/movies/a-newly-wedded-couples-sex-life/


Heboh! Pengunjung Kena Biaya Service Rp 50 Ribu karena Tak Pesan Nasi di Warung Makan


 Pengunjung warung makan dibuat kesal saat menerima tagihan makan. Ia dikenakan biaya 'service' hanya karena tidak memesan nasi. Ini kronologisnya.

Lewat video di TikTok, pria bernama Doharto Simbolon menceritakan pengalaman tak mengenakan di warung makan. Saat itu, ia dan teman-teman pergi ke warung makan terapung di kawasan Percut Sei Tuan, Medan (11/03).


Di tempat tersebut memang menawarkan layanan memancing ikan sendiri untuk dimasak langsung di warung makan. Untuk sampai ke warung makan itu, mereka harus menaiki perahu dengan biaya Rp 10.000.


Doharto dan teman-temannya pun telah membawa ikan seberat 10,3 kg. Lalu mereka mengunjungi warung makan bernama Terapung II Virzinia. Konsep warung makan tersebut pengunjung akan dikenai biaya untuk bumbu dan upah masak ikan yang telah dipancing.


Pada saat itu, Doharto dan teman-temannya hanya memesan ikan, es teh manis, sambal dan air mineral. Namun, setelah melihat tagihan ia terkejut ada biaya Rp 50.000 untuk service.


Biaya tersebut tercatat di bon, dengan mencoret tulisan nasi menjadi service. Sontak Doharto kesal, karena biasanya warung-warung makan tidak ada biaya service.

https://indomovie28.net/movies/beauty-salon-special-service-3/