Kamis, 18 Maret 2021

4 Fakta GeNose, Alat Skrining Corona Tanpa Colok Hidung Buatan UGM

 Alat skrining COVID-19, GeNose, diketahui sudah memiliki izin edar dari Kementerian Kesehatan sebagai salah satu alat untuk mendeteksi virus Corona. Hanya saja, sebelumnya terdapat kontroversi seputar risetnya.

Salah satu peneliti alat besutan para ahli asal Universitas Gadjah Mada (UGM) ini pun sempat mengatakan bahwa GeNose tak bisa digunakan di sembarang tempat. Menurutnya, GeNose hanya dapat digunakan pada ruangan dengan aliran udara baik.


Di samping kontroversinya yang sempat ramai diperbincangkan dan pernyataan dari salah satu penelitinya, tes yang satu ini punya kelebihan dibanding tes antigen dan PCR (polymerase chain reaction), yaitu tidak pakai tusuk-tusuk hidung alias swab.


Berikut 4 fakta GeNose, alat skrining Corona tanpa swab nasofaring.


1. Dikembangkan UGM

Berbeda dengan alat untuk mendeteksi COVID-19 yang lebih dulu digunakan, GeNose mengusung teknologi artificial intelligence (AI) yang dikembangkan di Universitas Gadjah Mada (UGM). Penggunaan teknologi AI tersebut digunakan untuk mendeteksi partikel atau VOC (Volatile Organic Compound) yang dikeluarkan oleh pasien terinfeksi COVID-19. Menurut para ahli yang terlibat dalam pengembangannya, tes Corona ini memiliki sensitivitas sebesar 92 persen.


2. Izin Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

Kementerian Kesehatan telah memberikan izin edar alat deteksi COVID-19 yang satu ini. Namun, perlu diketahui bahwa alat ini hanya digunakan sebagai alat skrining untuk mendeteksi partikel atau senyawa yang memang hanya didapat pada orang yang positif terpapar COVID-19, bukan sebagai alat untuk mendiagnosis seseorang terinfeksi virus Corona.


"Jadi yang dideteksi di sini bukan virusnya, bukan virus Corona COVID-19. Tapi, yang dideteksi di sini adalah partikel atau senyawa yang memang secara spesifik akan berbeda jika terjadi atau dikeluarkan oleh orang yang mengidap COVID-19," ujar Menteri Riset dan Teknologi (Menriste https://indomovie28.net/movies/forever-now/k) Bambang Brodjonegoro, Senin (28/12/2020).

https://indomovie28.net/movies/forever-now/


3. Dipakai sebagai syarat perjalanan

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 telah mengizinkan GeNose sebagai syarat perjalanan kereta api dan luar kawasan satu algomerasi. Hal ini sebagaimana tertuang dalam SE No 5 Tahun 2021 yang mengatur protokol perjalanan dari dan ke Pulau Jawa serta di dalam Pulau Jawa (antarprovinsi/kabupaten/kota). Alat skrining untuk mendeteksi virus Corona tersebut pun telah terpasang di sejumlah stasiun dan terminal sejak 5 Februari lalu.


4. Pembacaan hasil

Pengambilan sampel dari GeNose berbeda dari tes Corona lainnya. Pasalnya, pengambilan sampel melalui tes ini dilakukan dengan mengambil sampel napas yang dikeluarkan melalui mulut ke dalam sebuah kantung. Dengan demikian, pembacaan hasil alat skrining Corona tanpa perlu mencolok hidung ini pun turut berbeda dari tes antigen maupun PCR (polymerase chain reaction).


Hasil pemeriksaan setelah pengambilan sampel nantinya akan ditunjukkan pada layar monitor dalam bentuk kurva. Di bawah kurva tersebut, terdapat keterangan yang menyatakan hasil tes berupa prediksi POSITIVE atau NEGATIVE.


Selain itu, terdapat pula dua angka desimal untuk menunjukkan seberapa kuat prediksi yang dihasilkan usai pemeriksaan. Menurut GM Divisi Kesehatan di Dompet Dhuafa, dr Yeni Purnamasari, MKM, jika hasil prediksinya kuat, maka angka desimal tersebut akan berada di angka 0,6 atau 60 persen, sementara jika di bawah itu maka hasilnya lemah.

https://indomovie28.net/movies/forever-first-love/

Suami Wajib Tahu! 4 Titik Terlarang yang Harus Dihindari Saat Bercinta

 Untuk mendapatkan sesi bercinta yang panas dan nikmat, para pasangan tentunya harus memahami kebutuhan satu sama lain dengan cara menjelajah dan mencoba berbagai hal bersama. Salah satu cara untuk memahami hal tersebut adalah melalui sentuhan sensual.

Pada wanita, melakukan sentuhan sensual sebagai sesi 'pemanasan' sebelum bercinta justru dapat membuatnya menjadi lebih mudah mencapai orgasme. Namun, alih-alih menjelajah zona erotis atau area sensitif pasangan, menyentuh beberapa bagian pada tubuh pasangan, khususnya wanita ternyata malah bisa membuat wanita menjadi tidak nyaman saat bercinta.


Oleh sebab itu, penting bagi para pria untuk mengetahui area sensitif wanita agar tidak merusak suasana saat bercinta. Pasalnya, menyentuh beberapa bagian ini dapat membuat wanita merasa kesakitan.


Dikutip dari laman Times of India, berikut 4 bagian tubuh wanita yang para pria tak boleh sentuh selama berhubungan intim.


1. Kepala clitoris

Seperti diketahui, clitoris merupakan zona paling sensitif yang memiliki banyak saraf. Namun, menstimulasi bagian kepala clitoris ternyata dapat menyebabkan rasa nyeri bagi para wanita. Dengan demikian, kamu bisa mencoba memainkan area di sekitar lingkaran atau pada batang clitoris.


2. Serviks

Menyentuh bagian serviks saat berhubungan seks merupakan salah satu tanda berbahaya. Pasalnya, serviks merupakan bagian sempit yang menghubungkan vagina dengan uterus dan merupakan tempat di mana bayi tumbuh berkembang. Jadi, serviks bukan merupakan bagian yang dapat disentuh oleh pria. Oleh sebab itu, para pasangan dapat mengubah posisi yang menawarkan penetrasi lebih sedikit.


3. Kaki

Jika wanita menggunakan kaus kaki saat bercinta, maka sebaiknya kamu tidak menyentuh bagian kakinya. Menurut sebuah studi dari John Hopkins University, memakai kaus kaki saat berhubungan seks dapat membuat pria dan wanita lebih mudah mencapai klimaks dan orgasme. Selain itu, menyentuh kaki wanita saat bercinta dapat menyebabkan wanita menjadi tidak fokus, sehingga ia akan kesulitan mencapai orgasme.


4. Puting

Meski puting merupakan area sensitif yang dapat menyebabkan wanita merasakan 'nipplegasm', menyentuh area ini saat pasangan kamu sedang dalam masa menyusui atau mendekati menstruasi dapat menyebabkannya merasa kesakitan. Sebab, wanita kerap merasa nyeri di bagian puting saat masa menyusui dan mendekati menstruasi, sehingga menyentuhnya hanya akan menambah rasa sakitnya.

https://indomovie28.net/movies/forever-young/


4 Fakta GeNose, Alat Skrining Corona Tanpa Colok Hidung Buatan UGM


Alat skrining COVID-19, GeNose, diketahui sudah memiliki izin edar dari Kementerian Kesehatan sebagai salah satu alat untuk mendeteksi virus Corona. Hanya saja, sebelumnya terdapat kontroversi seputar risetnya.

Salah satu peneliti alat besutan para ahli asal Universitas Gadjah Mada (UGM) ini pun sempat mengatakan bahwa GeNose tak bisa digunakan di sembarang tempat. Menurutnya, GeNose hanya dapat digunakan pada ruangan dengan aliran udara baik.


Di samping kontroversinya yang sempat ramai diperbincangkan dan pernyataan dari salah satu penelitinya, tes yang satu ini punya kelebihan dibanding tes antigen dan PCR (polymerase chain reaction), yaitu tidak pakai tusuk-tusuk hidung alias swab.


Berikut 4 fakta GeNose, alat skrining Corona tanpa swab nasofaring.

https://indomovie28.net/movies/forever/