Sabtu, 10 April 2021

Penyintas COVID-19 Sulit Ereksi? Ini Saran Dokter Urologi

 Masalah pandemi COVID-19 ternyata dapat berdampak terhadap kemampuan ereksi pria. Berbagai masalah, mulai dari risiko inflamasi akibat infeksi virus hingga stres karena pandemi, disebut ahli secara teori memungkinkan membuat seorang pria mengalami disfungsi ereksi.

"Kesannya sih ada. Ada hubungannya. Jadi pandemi COVID dengan tingkat kejadian atau keluhan disfungsi ereksi itu ada," kata dr Dyandra Parikesit, BMedSc, SpU, dari RS Universitas Indonesia (RSUI) dalam konferensi pers daring pada Kamis (8/4/2021).


Bila seorang pria penyintas COVID-19 mengalami masalah disfungsi ereksi, dr Dyandra menyarankan berusaha mengidentifikasi masalahnya. Sebagai contoh bila kesulitan ereksi dipicu karena kondisi tubuh yang kurang bugar, maka sebaiknya mulai rutin olahraga.


Sementara bila disfungsi ereksi dipicu oleh gangguan kesehatan mental, maka sebisa mungkin kelola stres dengan baik.


"Kalau pasien dengan riwayat COVID misalkan melakukan olahraga, berjemur matahari, dan lan-lain agar aliran pembuluh darahnya itu membaik," kata dr Dyandra.


"Terakhir menurunkan stres. Ini memang sesuatu yang lebih gampang disebut dibanding dilakukan... Untuk diaplikasikan di kehidupan sehari-hari tidak mudah karena masing-masing orang punya threshold sendiri. Ada yang bisa menangani sendiri, ataupun kalau membutuhkan bantuan lebih baik dikerjakan profesional," pungkasnya.


Menkes: 17 Persen Kasus TB di Indonesia Terjadi di Bawah Usia 15 Tahun


 Di tengah pandemi COVID-19, penanggulangan penyakit tuberkulosis (TB) harus terus dilakukan. Penyakit TB ini merupakan permasalahan yang besar yang bisa menyerang semua kelompok umur.

"Di Indonesia, sekitar 17 persen kasus TB terjadi pada anak di bawah usia 15 tahun. Jumlah kematian akibat TB di Indonesia hingga 98 ribu orang pertahun," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam talk show daring Stop TB Partnership Indonesia, Kamis (8/4/2021).


"Selain itu, Indonesia saat ini juga menghadapi masalah besar terhadap TB resisten obat," lanjutnya.


Menkes Juga mengatakan angka notifikasi kasus TB di Indonesia menurun, dari 563 ribu pada tahun 2019 menjadi 327 ribu di 2020 lalu. Tingkat keberhasilan pengobatan juga menurun, dari 83 persen di 2019 menjadi 82 persen di 2020.


Untuk itu, Menkes mengingatkan agar pencegahan dan pengendalian TB harus terus dilakukan. Misalnya dengan berperilaku bersih, sehat, dan aktif memeriksakan kesehatan diri serta keluarga ke fasilitas kesehatan.


"Serta mencegah terjadinya penularan TB antar keluarga dengan memberikan imunisasi BCG pada bayi, dan minum obat pencegahan TB sesuai anjuran dokter. Minum obat ini harus teratur dan tuntas bagi mereka yang sakit TB," jelasnya.

https://maymovie98.com/movies/tumbledown/


Zona Merah COVID-19 Sempat Turun, Jelang Ramadhan Naik Dua Kali Lipat


 - Zona merah risiko COVID-19 di Indonesia selama beberapa minggu sempat turun, hingga tinggal 5 wilayah pada akhir Maret lalu. Namun, Satgas COVID-19 melaporkan kondisinya memburuk jelang Ramadhan karena terjadi peningkatan zona merah sampai dua kali lipat.

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan dalam sepekan terakhir zona merah meningkat dari 5 kabupaten/kota menjadi 10 kabupaten/kota.


Kenaikan terjadi karena ada 8 wilayah yang bergeser dari zona oranye jadi merah, yaitu Badung dan Gianyar di Bali, Kota Tangerang Selatan di Banten, Tanah Laut di Kalimantan Selatan, Barito dan Kapuas di Kalimantan Timur, Belitung di Bangka Belitung serta Mataram di Nusa Tenggara Barat.


Sangat disayangkan terjadi kenaikan jumlah kabupaten kota yang zona merah atau berisiko tinggi... Ini merupakan alarm bagi kita untuk mawas diri meskipun di minggu lalu trennya mengalami penurunan," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Kamis (8/4/2021).


"Zonasi yang tadinya berkembang ke arah cukup baik dapat kembali memburuk apabila tidak dijaga dengan baik," lanjutnya.


Lebih jauh Wiku menjelaskan kenaikan zona merah ini terjadi dalam periode libur paskah. Saat itu mobilitas warga juga disebut mengalami peningkatan sampai 60 persen.


Wiku mengingatkan agar hal yang sama tidak terulang menjelang bulan Ramadhan. Pemerintah sendiri telah meresmikan aturan yang melarang warga melakukan mudik atau perjalanan ke luar kota saat Idul Fitri.


"Jadi pengingat bagi masyarakat untuk terus mengetatkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan. Terutama memasuki masa bulan Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri agar keselamatan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga," pungkas Wiku.

https://maymovie98.com/movies/monsters-university/

7 Obat Kolesterol Alami yang Bisa Dikonsumsi Tiap Hari

  Obat kolesterol alami ternyata mudah ditemukan dan sering ditemui di sekitar kita. Obat-obat alami ini bisa dikonsumsi setiap hari untuk mencegah tingginya kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

Kadar kolesterol yang tinggi di dalam tubuh bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang serius, seperti jantung koroner, stroke, diabetes tipe 2, dan tekanan darah tinggi. Untuk itu, para penderita kolesterol harus menjaga kadar kolesterolnya.


Untuk mengatasinya, berikut beberapa obat kolesterol alami yang bisa dikonsumsi setiap hari, yang dikutip detikcom dari berbagai sumber.


Bawang putih

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bawang putih bisa membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi kadar kolesterol darah, dan memperlambat perkembangan aterosklerosis. Salah satu penelitian menyebutkan dengan mengkonsumsi bawang putih selama 1-3 bulan, bisa membantu menurunkan kadar kolesterol darah.


Protein kedelai

Dikutip dari Healthline, kacang kedelai dan makanan yang dibuat dengan bahan tersebut bisa sedikit menurunkan kolesterol. Contoh produk-produk protein kedelai seperti tahu, susu kedelai, dan kacang kedelai khusus.


Jahe

Berdasarkan studi pada tahun 2014 menunjukkan bahwa jahe bisa menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida. Penelitian lain juga mengatakan jahe ini dapat mengurangi kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol HDL.


Untuk mengkonsumsi obat kolesterol alami ini, bisa dengan cara dimakan mentah, dicampurkan ke makanan, dan juga dalam bentuk suplemen.


Tomat

Dikutip dari Times of India, tomat yang kaya akan vitamin dan mineral ini bisa mendetoksifikasi tubuh, merangsang sirkulasi darah, dan melawan berbagai jenis kanker. Selain itu, tomat juga bisa menjadi obat kolesterol alami yang mengurangi kadar kolesterol, meningkatkan penglihatan, dan mengatasi berbagai masalah kulit.


Lemon

Jus lemon yang mengandung vitamin C jika dikonsumsi setiap hari bisa mengurangi tingkat LDL dalam tubuh. Dengan kandungan asam sitratnya yang tinggi, bisa menjadi pembersih tubuh alami yang terbaik.


Untuk mendapat hasil yang terbaik, bisa mengkonsumsi jus lemon saat perut kosong.


Biji ketumbar

Obat kolesterol alami lainnya adalah biji ketumbar. Ini bisa bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol.


Cara mengkonsumsinya, rebus dua sendok makan biji ketumbar dalam segelas air. Saring air rebusan dan minum setelah dingin. Jika ingin hasil yang efektif, konsumsi dua kali dalam sehari.


Seledri

Obat kolesterol alami yang bisa ditemui di dapur terakhir adalah seledri. Seledri ini memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dan diketahui bisa menurunkan risiko penyakit jantung serta mencegah oksidasi kolesterol jahat.

https://maymovie98.com/movies/monster-trucks/


Penyintas COVID-19 Sulit Ereksi? Ini Saran Dokter Urologi


Masalah pandemi COVID-19 ternyata dapat berdampak terhadap kemampuan ereksi pria. Berbagai masalah, mulai dari risiko inflamasi akibat infeksi virus hingga stres karena pandemi, disebut ahli secara teori memungkinkan membuat seorang pria mengalami disfungsi ereksi.

"Kesannya sih ada. Ada hubungannya. Jadi pandemi COVID dengan tingkat kejadian atau keluhan disfungsi ereksi itu ada," kata dr Dyandra Parikesit, BMedSc, SpU, dari RS Universitas Indonesia (RSUI) dalam konferensi pers daring pada Kamis (8/4/2021).


Bila seorang pria penyintas COVID-19 mengalami masalah disfungsi ereksi, dr Dyandra menyarankan berusaha mengidentifikasi masalahnya. Sebagai contoh bila kesulitan ereksi dipicu karena kondisi tubuh yang kurang bugar, maka sebaiknya mulai rutin olahraga.


Sementara bila disfungsi ereksi dipicu oleh gangguan kesehatan mental, maka sebisa mungkin kelola stres dengan baik.


"Kalau pasien dengan riwayat COVID misalkan melakukan olahraga, berjemur matahari, dan lan-lain agar aliran pembuluh darahnya itu membaik," kata dr Dyandra.


"Terakhir menurunkan stres. Ini memang sesuatu yang lebih gampang disebut dibanding dilakukan... Untuk diaplikasikan di kehidupan sehari-hari tidak mudah karena masing-masing orang punya threshold sendiri. Ada yang bisa menangani sendiri, ataupun kalau membutuhkan bantuan lebih baik dikerjakan profesional," pungkasnya.

https://maymovie98.com/movies/traders/