Kamis, 15 April 2021

Demi Viral, Dokter Bedah Plastik Joget TikTok Sambil Pegang Potongan Tubuh

 Seorang dokter bedah plastik di Brasil bikin heboh media sosial TikTok setelah mengunggah video yang dianggap tidak etis. Dokter bernama Caren Trisoglio Garcia ini joget di TikTok sambil memegang potongan tubuh pasien dan lemak yang diambil usai prosedur sedot lemak.

Diikutip dari laman Newsweek, video yang dipermasalahkan, yang tampaknya telah dihapus dari halaman TikToknya, menunjukkan Garcia menari dan tersenyum sambil menampilkan kantong bening berisi lemak dan bagian tubuh manusia yang diduga didapatkan dari pasien selama sedot lemak.


Garcia yang memiliki lebih dari 645.000 pengikut di TikTok diduga pamer lemak hasil bedah plastik dalam rekaman tersebut. Atas kejadian ini, lisensi medisnya ditangguhkan oleh Dewan Medis regional di Sao Paulo.


Beberapa cuplikan video Garcia yang mengkhawatirkan disertai dengan keterangan yang sama mengganggu. Beberapa contoh termasuk keterangan, "ini adalah payudara" dan "ini adalah lemak ketiak," yang membuat penonton bergidik ngeri.


Dewan Perkumpulan Bedah Plastik Brasil (SBCP) juga menskors Garcia selama enam bulan. Organisasi tersebut dilaporkan menyebut videonya "tidak etis", selain melanggar beberapa pedoman internal.


Penangguhan dan penyelidikan selanjutnya juga berarti bahwa Garcia tidak dapat menemui pasien saat ini. Izin medisnya dapat dicabut jika terbukti bersalah melakukan kesalahan medis.

https://tendabiru21.net/movies/murder-rx/


Kemenkes Ungkap Corona B1525 Sudah Masuk Indonesia, Punya Mutasi 'Eek' E484K


Baru lagi, varian Corona B1525 kini ditemukan di Indonesia. Corona B1525 memiliki mutasi 'Eek' E484K yang kerap dikhawatirkan bisa melawan antibodi yang timbul usai vaksinasi COVID-19.

Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi mengungkap Corona B1525 ini merupakan kasus impor. Meski begitu, ia menjelaskan Corona B1525 tak termasuk variant of concern (VOC).


"Iya ada satu kasus (Corona B1525) di Batam, hasil spesimen Februari 2021 ya," jelas dr Nadia saat dihubungi detikcom Kamis (15/4/2021).


Menurutnya, kasus Corona B1525 saat ini sudah dalam kondisi negatif COVID-19. Ia pun menegaskan seluruh kontak erat kasus Corona B1525 tak ada yang dinyatakan positif COVID-19.


"Sudah dicek tidak ada yang positif," demikian konfirmasi dr Nadia.


Sementara sejauh ini, kasus Corona B117 yang diyakini 70 persen lebih menular sudah ditemukan 10 kasus di Indonesia. Beberapa daerah yang menemukan kasus Corona B117 termasuk Bogor, Karawang, Palembang, Kalimantan Selatan, Balikpapan hingga Medan.


Seberapa bahaya varian Corona B1525?

"Ini varian yang diperhatikan ya bukan varian yang diwaspadai," beber dr Nadia.


Terdeteksi pertama kali di Inggris, Corona B1525 ditemukan peneliti University of Edinburgh. Dikutip dari The Guardian, tim peneliti menyebut varian Corona B1525 ini memiliki kesamaan genom dengan Corona B117.


Varian juga memiliki mutasi E484K yang terjadi pada spike protein, membuat virus lebih mudah masuk ke dalam sel tubuh. Namun, peneliti belum bisa memastikan seberapa cepat varian Corona B1525 ini menyebar.


"Kami belum tahu bagaimana varian (baru) ini akan menyebar, tetapi jika berhasil (menyebar) bisa diperkirakan kekebalan dari vaksin atau infeksi sebelumnya akan tumpul," kata Dr Simon Clarke, pakar di University of Reading.

https://tendabiru21.net/movies/10-cloverfield-lane/

Sponsori Vaksin Nusantara dr Terawan, Apa Saja Peran AIVITA Biomedical?

 Di tengah dukungan untuk vaksin nusantara, muncul juga keraguan terhadap vaksin Corona besutan 'anak bangsa' Terawan Agus Putranto tersebut. Benarkah AIVITA Biomedical, perusahaan Amerika Serikat yang jadi penyokong riset vaksin nusantara, lebih mendominasi pelaksanaan riset tersebut?

Bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, AIVITA Biomedical melalui PT AIVITA Indonesia/PT Rama Emerald (Rama Pharma) menjadi penyokong riset kontroversial vaksin nusantara, yang awalnya dinamakan 'Vaksin Joglosemar'.


Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut, vaksin berbasis sel dendritik ini menggunakan campuran sebagai berikut:


Sel dendritik yang diperoleh dari darah masing-masing orang

Antigen SARS COV-2 Spike Protein produksi Lake Pharma, CA, USA.

GMCSF (Sarmogastrim) suatu growth factor yang diproduksi oleh Sanofi - USA

Uji klinis fase I vaksin nusantara yang dilakukan di RS Dr Kariadi Semarang juga melibatkan AIVITA Biomedical. Saat ini, BPOM belum memberikan lampu hijau untuk melanjutkan uji klinis fase II karena masih ada sejumlah catatan yang harus diperbaiki.


Dalam uji klinis fase I, peran AIVITA Biomedical menurut BPOM adalah sebagai berikut.


Mengembangkan sel dendritik

Pengolahan sel dendritik membutuhkan tenaga terlatih dan sarana produksi yang memenuhi standar Good Manufacturing Practice (GMP). Dalam uji klinis, pengolahan dilakukan oleh tim AIVITA Biomedical Inc USA, sedangkan transfer teknologi dilakukan dengan memberi kesempatan beberapa staf RSUP Dr Kariadi untuk melihat prosesnya.


Melaksanakan uji klinis

Meski ada transfer teknologi kepada staf RSUP Dr Kariadi, metode pembuatan dan paten dalam uji klinis dimiliki oleh AIVITA Biomedical Inc. BPOM menyebut, pelaksanaan uji klinis dilakukan oleh peneliti dari AIVITA Biomedica Inc dengan subjek orang Indonesia.


Data-data uji klinis disimpan dan dilaporkan dalam electronic case report form menggunakan sistem elektronik dengan nama redcap cloud yang juga dikembangkan oleh AIVITA Biomedical.


"Kerahasiaan data dan transfer data keluar negeri tidak tertuang dalam perjanjian penelitian, karena tidak ada pernjanjian antara peneliti Indonesia dengan AIVITA Biomedical Inc USA," tulis BPOM.

https://tendabiru21.net/movies/dreamkatcher/


Demi Viral, Dokter Bedah Plastik Joget TikTok Sambil Pegang Potongan Tubuh


Seorang dokter bedah plastik di Brasil bikin heboh media sosial TikTok setelah mengunggah video yang dianggap tidak etis. Dokter bernama Caren Trisoglio Garcia ini joget di TikTok sambil memegang potongan tubuh pasien dan lemak yang diambil usai prosedur sedot lemak.

Diikutip dari laman Newsweek, video yang dipermasalahkan, yang tampaknya telah dihapus dari halaman TikToknya, menunjukkan Garcia menari dan tersenyum sambil menampilkan kantong bening berisi lemak dan bagian tubuh manusia yang diduga didapatkan dari pasien selama sedot lemak.


Garcia yang memiliki lebih dari 645.000 pengikut di TikTok diduga pamer lemak hasil bedah plastik dalam rekaman tersebut. Atas kejadian ini, lisensi medisnya ditangguhkan oleh Dewan Medis regional di Sao Paulo.


Beberapa cuplikan video Garcia yang mengkhawatirkan disertai dengan keterangan yang sama mengganggu. Beberapa contoh termasuk keterangan, "ini adalah payudara" dan "ini adalah lemak ketiak," yang membuat penonton bergidik ngeri.


Dewan Perkumpulan Bedah Plastik Brasil (SBCP) juga menskors Garcia selama enam bulan. Organisasi tersebut dilaporkan menyebut videonya "tidak etis", selain melanggar beberapa pedoman internal.


Penangguhan dan penyelidikan selanjutnya juga berarti bahwa Garcia tidak dapat menemui pasien saat ini. Izin medisnya dapat dicabut jika terbukti bersalah melakukan kesalahan medis.

https://tendabiru21.net/movies/bonus/