Kamis, 22 April 2021

5 Kegiatan Favorit Netizen Saat Ramadhan

 - Besok kita memasuki bulan puasa. Ini adalah Ramadhan kedua di tengah pandemi COVID-19. Kegiatan netizen pun diprediksi akan ada perubahan.

Pandemi yang tak kunjung usai membuat netizen menyambut bulan Ramadhan dengan suasana berbeda. Daripada tidur seharian, netizen melakukan sejumlah aktivitas.


Data yang dirilis dari Laporan Interaktif Facebook IQ edisi Ramadhan dan Idul Fitri memaparkan perilaku netizen di media sosial yang berubah selama bulan suci Ramadhan. Dalam laporan ini juga disebutkan bagaimana cara mereka melakukan kegiatan ngabuburit serta perangkat yang digunakan saat ngabuburit di rumah saja.


Survei online ini dilakukan oleh YouGov atas permintaan Facebook terhadap 1.575 WNI berusia di atas 18 tahun, dengan periode survei dari tanggal 23 Mei hingga 13 Juni 2020. Responden bisa menjawab lebih dari satu pilihan jawaban, yang berarti ada beragam kegiatan yang mereka lakukan selama bulan Ramadhan.


Melansir Facebook, Senin (12/4/2021), berikut berbagai kegiatan netizen di sosial media saat Ramadhan:


1. Interaksi sosial

Di urutan pertama, sebanyak 59% netizen Indonesia menggunakan aplikasi WhatsApp selama Ramadhan. Aplikasi ini menjadi pilihan utama mengalahkan aplikasi lainnya, seperti Instagram (33%) dan Facebook (32%).


Hal ini mengindikasikan bahwa netizen Indonesia sangat suka berinteraksi lewat aplikasi pesan instan selama bulan Ramadhan.


2. Beribadah

Bulan suci Ramadhan merupakan bulan penuh berkah dan pengampunan. Kedatangan bulan ini selalu disambut bahagia oleh umat muslim. Pandemi yang berkepanjangan tidak menghalangi umat muslim untuk beribadah.


Ini terlihat dari hasil survei online, 55% umat muslim mengunduh aplikasi keagamaan serta tetap mengikuti siaran doa di rumah.


3. Beramal

Beramal dan bersedekah di bulan Ramadhan memiliki keistimewaan tersendiri. Melalui survei ini, diketahui 53% umat muslim memberikan sumbangan atau menjadi sukarelawan di berbagai media sosial (29%), salah satunya melalui Facebook.


4. Belanja online

Hasil riset mencatat sebanyak 43% pengguna media sosial menggunakan waktunya untuk berselancar di platform belanja online. Lebih lanjut dipaparkan bahwa netizen tidak hanya berbelanja untuk kebutuhan sendiri, melainkan juga untuk diberikan kepada orang lain.


5. Menonton video online

Menjalani ibadah puasa Ramadhan di masa pandemi membuat kegiatan menonton video online menjadi hal yang mengasyikkan. Tercatat 39% persen pengguna menonton video, baik untuk mencari hiburan, mempelajari menu makanan khas Ramadhan, maupun menonton berbagai video tutorial.


Dari yang menonton itu, perangkat yang dipakai menonton dari smartphone adalah 86%, laptop dan PC (33%).


Itulah 5 kegiatan favorit di bulan Ramadhan 2021. Nah, kalau Anda suka yang mana?

https://trimay98.com/movies/i-belonged-to-you/


Layar Redmi Note 10 Dilaporkan Bermasalah, Ini Kata Xiaomi


Sejumlah pengguna Redmi Note 10 series di India melaporkan layar perangkatnya bermasalah. Kebanyakan mengaku layarnya tidak merespon sentuhan. Beberapa pengguna mendapati layar mengalami flicker kala menjalankan refresh rate 120Hz.

Padahal saat disetel 60Hz, mereka tidak melihat adanya kedipan. Masalah yang sama juga ditemui saat mereka mengaktifkan mode gelap.


Terkait masalah yang terjadi pada layar Redmi Note 10, Xiaomi India sudah angkat bicara. Dalam pernyataan resminya mereka mengakui adanya keluhan pelanggan.


Namun Xiaomi meminta pengguna Redmi Note 10 series tidak perlu panik, sebab masalah tersebut dilaporkan oleh sebagian kecil pengguna saja. Pun begitu vendor ponsel asal China ini tengah berupaya menemukan solusi secepat mungkin.


"Perangkat kami melalui pengujian ketat dengan pemeriksaan kualitas 10 poin, untuk memastikan bahwa kami memenuhi standar kualitas tertinggi. Kami melihat masalah ini sebagai prioritas utama dan menyesali ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada konsumen kami," kata Xiaomi India seperti dilansir Fonearena, Senin (12/4/2021).

https://trimay98.com/movies/the-take-down/

Banyak Planet Berair Mirip Bumi, Bisa Dihuni?

  Galaksi Bima Sakti punya banyak planet yang berair. Unsur air kemungkinan besar hadir selama pembentukan lebih banyak planet seperti Bumi, sehingga meningkatkan harapan akan keberadaan exoplanet yang lebih layak huni di Bima Sakti.

Dalam sebuah studi terbarunya para peneliti dari GLOBE Institute di University of Copenhagen, Denmark, mengungkapkan bahwa seperti Planet Bumi, Venus, dan Mars yang diciptakan dari partikel debu kecil yang mengandung es dan karbon, kemungkinan ada lebih banyak planet berair yang serupa.


Sebabnya, unsur air yang berwujud cair adalah elemen dasar yang mendukung adanya kehidupan. Untuk diketahui, molekul air H2O ditemukan di mana-mana di galaksi kita. Jadi, ada kemungkinan besar bahwa planet lain mungkin telah terbentuk dengan cara yang sama seperti Bumi, Mars, dan Venus.

https://trimay98.com/movies/take-down/


Untuk mendukung temuan tersebut, Anders Johansen dan timnya melakukan analisis tentang bagaimana planet terbentuk. Setelah melakukan penelitian secara menyeluruh, mereka menyimpulkan bahwa sebagian besar planet dibentuk oleh partikel debu es dan karbon berukuran milimeter, yang mengorbit di sekitar semua bintang muda di Bima Sakti. Sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, partikel yang sama bertambah dalam pembentukan planet Biru yang kita sebut Bumi.


"Sampai titik di mana Bumi telah tumbuh hingga 1% dari massanya saat ini, planet kita tumbuh dengan menangkap massa kerikil yang diisi dengan es dan karbon," kata Johansen yang memimpin penelitian ini, dikutip dari Republic World.


Bumi membutuhkan waktu hampir lima juta tahun untuk terbentuk seperti yang kita kenal sekarang. Suhu di permukaan meningkat tajam, menyebabkan es di kerikil menguap saat turun ke permukaan sehingga saat ini, hanya 0,1% dari planet ini yang terdiri dari air, meski 70% permukaan Bumi tertutup air," sambungnya.


Dia menambahkan, timnya mengajukan teori 'pertambahan kerikil', yang diteliti secara ekstensif selama lebih dari 10 tahun. Teori tersebut menyatakan bahwa planet-planet secara bertahap meningkat dalam ukuran menjadi lebih layak huni dan luas dengan mengelompok bersama.

Semua planet di Bima Sakti mungkin dibentuk oleh blok bangunan yang sama, artinya planet dengan jumlah air dan karbon yang sama dengan Bumi. Ini menyiratkan ada tempat potensial di mana kehidupan mungkin ada, yang sering terjadi di sekitar bintang lain di galaksi kita, asalkan suhunya tepat," katanya.


Sementara itu, rekan penulis studi, Profesor Martin Bizzarro, mendukung teori yang mengatakan bahwa semua planet mendapatkan jumlah air yang sama. Hal ini secara khusus menunjukkan bahwa mungkin ada lebih banyak exoplanet yang dapat dihuni di Bima Sakti yang tidak hanya memiliki jumlah air dan lautan yang sama, tetapi juga jumlah benua yang sama seperti di Bumi.

"Ini memberikan kesempatan yang baik bagi munculnya kehidupan. Tim kami menggunakan teleskop canggih untuk mengamati lebih banyak exoplanet yang mengorbit bintang selain Matahari untuk menemukan exoplanet yang lebih layak huni di mana jejak air dapat ditemukan," tutupnya.

https://trimay98.com/movies/chasing-2/