Sabtu, 08 Mei 2021

BPOM Uji Sampel 8.144 Takjil, Ada yang Mengandung Boraks-Formalin

 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pengawasan keamanan produk makanan selama Ramadhan. Disebutkan, BPOM masih menemukan banyak pangan impor yang beredar tanpa izin.

Hal ini dilakukan sebagai upaya pengawasan keamanan pangan untuk melindungi masyarakat.


Berdasarkan siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (7/5/2021) selama bulan Ramadhan hingga menjelang hari Raya Idul Fitri, BPOM bersama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM melakukan Intensifikasi Pengawasan Pangan.


Selain pengawasan terhadap pangan olahan, Badan POM juga melakukan sampling dan pengujian terhadap 8.144 sampel pangan jajanan buka puasa seperti takjil.


Temuan sampel yang mengandung bahan berbahaya, yaitu:


formalin (0,45%)

boraks (0,59%)

rhodamin B (0,73%).


Terhadap penjual pangan jajanan buka puasa yang menjual produk mengandung bahan berbahaya ini akan diberikan pembinaan bersama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.


Selain itu, Penny menegaskan kepada pelaku usaha pangan untuk patuh terhadap peraturan perundang-undangan dalam menjalankan usahanya.


"Masyarakat juga harus menjadi konsumen cerdas dalam memilih pangan aman dengan selalu melakukan cek KLIK (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi pangan olahan," pungkas Kepala Badan POM.

https://nonton08.com/movies/goat-2/


First Timer Wajib Tahu! 5 Hal Ini Bisa Bikin 'Ilfeel' saat Bercinta


Bagian sebagian orang, segala-galanya mesti kondusif untuk bercinta. Mulai dari skill dan style yang oke, ruangan dan waktu yang pas, hingga pasangan yang tepat. Kalau ada yang dirasa kurang 'setetes' saja, boro-boro orgasme, mood bisa hilang mendadak.

Jika mood sudah keburu hilang, mau tak mau demi menjaga perasaan pasangan, orgasme jadi dibuat-buat.


Dikutip dari Times of India, ini hal yang bisa bikin ilfeel pasangan saat bercinta:


1. Menganggap seks akan sepanas adegan film porno


Wahai first timer, seks di kehidupan nyata mungkin tak sepanas adegan film porno. Pun ingin seks meniru adegan film, baiknya komunikasikan dulu pada pasangan.


Jangan sampai, fantasi yang terlalu 'extraordinary' bikin kaget pasangan dan malah hilang mood.


2. Fake orgasm berlebihan


Ilfeel saat bercinta kadang bikin terpaksa pura-pura orgasme. Namun sebaliknya, terlalu banyak fake orgasm juga bisa bikin pasangan ilfeel.


Jika sedang lelah atau tidak mood, sebaiknya komunikasikan pada pasangan. Jangan sampai, fake orgasm lebay malah bikin pasangan hilang mood, apalagi sampai sakit hati.


3. Penis tergigit


Sebagian lelaki memang suka diperlakukan agresif saat bercinta. Namun jika tidak lihai membaca situasi, gigit-menggigit justru bisa bikin ilfeel, bahkan perih.


Jika ingin bermain agresif, pastikan pasangan sudah benar-benar in the mood. Yang tak boleh ketinggalan, pastikan pasangan menyukai style yang sama agar tak malah bikin kapok.


4. Buru-buru


Terburu-buru dan asal enak saat bercinta bisa jadi lampu merah. Apalagi, kalau foreplay sampai di-skip.


Pastikan momen bercinta tak hanya jadi momen having sex, tapi benar-benar making love. Selain untuk membangun gairah dan rasa nyaman, tentu saja merekatkan hubungan emosi.


5. Masih memikirkan mantan


Move on dari mantan terdengar sepele, padahal super krusial. Tak hanya meningkatkan mood, move on juga menjauhkan dari mimpi buruk salah menyebut nama.


Sekali sebut nama mantan dalam desahan, pasangan bisa bubar jalan. Jangankan ilfeel saat bercinta, urusan bisa panjang.

https://nonton08.com/movies/get-the-goat/

4 Organ Tubuh Ini Bisa Terdampak Badai Sitokin

 Suami Joanna Alexandra, Raditya Oloan, meninggal setelah sempat terpapar COVID-19. Meski akhirnya dinyatakan negatif, Radit mengalami badai sitokin yang membuat kondisinya memburuk. Ia meninggal pada Kamis (6/5/2021) dengan riwayat komorbid asma.

"Kondisinya post covid dengan komorbid asma, and he is going through a cytokine storm yang menyebabkan hyper-inflammation in his whole body," cuit Joanna di akun Instagram pribadi, Selasa (4/5/2021).


Badai sitokin merupakan kondisi yang terjadi karena respons imun yang berlebihan. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak hal, termasuk infeksi virus seperti COVID-19.


Selain itu, badai sitokin juga dianggap sebagai salah satu penyebab utama kegagalan banyak organ tubuh saat terinfeksi COVID-19. Dikutip dari laman Hindawi, berikut beberapa organ tubuh yang terdampak akibat badai sitokin COVID-19.


1. Jantung

Pasien dengan atau tidak memiliki riwayat penyakit jantung bisa mengalami kerusakan jantung akibat infeksi virus Corona. Hal ini disebabkan karena kondisi badai sitokin yang dialami.


Sitokin ini juga terlibat dalam pengembangan miokarditis (inflamasi jantung) dan perikarditis (iritasi dan peradangan jantung) pada pasien COVID-19.


2. Paru

Aktivitas jalur koagulasi pada sindrom badai sitokin akan menyebabkan cedera paru progresif. Selain itu, kerusakan paru lainnya juga bisa disebabkan karena apoptosis sel epitel paru yang diinduksi oleh sitokin.

3. Ginjal

Respon inflamasi yang terkait dengan badai sitokin akan menyebabkan cedera hipoperfusi pada tubulus ginjal, ditambah dengan peningkatan permeabilitas vaskular dan kardiomiopati yang bisa menyebabkan berkembangnya sindrom kardio ginjal tipe 1.

Kondisi tersebut ditandai dengan efusi pleura, edema, penipisan cairan intravaskular, dan hipotensi. Selain itu, kerusakan sitopatik langsung disebabkan oleh SARS-CoV-2 yang dianggap sebagai salah satu mekanisme yang mendasari kerusakan ginjal yang terkait dengan COVID-19.


4. Sistem saraf pusat

Dalam beberapa kasus, gejala neurologis seperti sakit kepala, ataksia, dan kejang dialami oleh 36,4 persen dari pasien COVID-19. Hal ini lebih sering terjadi pada pasien dengan infeksi yang parah.


Gejala ini bisa disebabkan oleh adanya peningkatan sitokin proinflamasi yang terkait dengan badai sitokin. Ini bisa menyebabkan gejala neurologis akibat kerusakan otot rangka. Sitokin proinflamasi ini berperan dalam pertahanan dan sistem kekebalan terhadap potensi infeksi.

https://nonton08.com/movies/krampus-the-devil-returns/


BPOM Uji Sampel 8.144 Takjil, Ada yang Mengandung Boraks-Formalin


Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pengawasan keamanan produk makanan selama Ramadhan. Disebutkan, BPOM masih menemukan banyak pangan impor yang beredar tanpa izin.

Hal ini dilakukan sebagai upaya pengawasan keamanan pangan untuk melindungi masyarakat.


Berdasarkan siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (7/5/2021) selama bulan Ramadhan hingga menjelang hari Raya Idul Fitri, BPOM bersama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM melakukan Intensifikasi Pengawasan Pangan.


Selain pengawasan terhadap pangan olahan, Badan POM juga melakukan sampling dan pengujian terhadap 8.144 sampel pangan jajanan buka puasa seperti takjil.


Temuan sampel yang mengandung bahan berbahaya, yaitu:


formalin (0,45%)

boraks (0,59%)

rhodamin B (0,73%).


Terhadap penjual pangan jajanan buka puasa yang menjual produk mengandung bahan berbahaya ini akan diberikan pembinaan bersama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.


Selain itu, Penny menegaskan kepada pelaku usaha pangan untuk patuh terhadap peraturan perundang-undangan dalam menjalankan usahanya.


"Masyarakat juga harus menjadi konsumen cerdas dalam memilih pangan aman dengan selalu melakukan cek KLIK (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi pangan olahan," pungkas Kepala Badan POM.

https://nonton08.com/movies/side-effects-3/