Selasa, 11 Mei 2021

Ini Motif Pria Bakar Gadis Cantik Cianjur hingga Tewas

 Dede Iskandar (32) tega membakar Indah (22) yang tidak lain merupakan kekasihnya sendiri. Aksi sadis itu dilakukan lantaran pelaku terbakar api cemburu, karena sang kekasih kerap pergi dengan pria lain.

Dede mengaku jika dirinya kerap ditinggal sendiri saat berkunjung ke rumah korban. Bahkan beberapa hari terakhir, korban kedapatan saling kirim pesan dengan pria lain.


"Sewaktu main ke rumah dia, saya ditinggal. Dia-nya pergi keluar dengan orang lain," ujar Dede saat ekspose di Mapolres Cianjur, Jalan KH Abdullah bin Nuh, Selasa (11/5/2021).


Ia mengaku merasa sakit hati dengan sikap korban, sehingga dirinya nekat membakar korban menggunakan bensin usai sebelumnya terlibat cekcok.


"Sempat cekcok dulu, kemudian saya bakar Indah pakai bensin yang dibeli anak-anak yang sedang nongkrong," ucapnya.


Kapolres Cianjur AKBP Moch Rifai mengatakan dari hasil penyelidikan, pelaku tega membakar korban lantaran cemburu dan sakit hati.


"Motifnya didasarkan pada kecemburuan," ujar dia.


Menurutnya usai membakar korban pelaku sempat berusaha memadamkan api. Namun lantaran api membesar, pelaku langsung kabur.


"Pelaku kabur dan bersembunyi di sebuah gubuk di tengah hutan usai membakar korban," ujarnya.

https://kamumovie28.com/movies/pained/


Demi RI Kurangi Impor LPG, Erick Thohir Terbang ke AS


Menjelang Lebaran 2021, Menteri BUMN Erick Thohir terbang ke Amerika Serikat (AS) dalam rangka kunjungan kerja (kunker). Dijadwalkan, kunker orang nomor satu di Kementerian BUMN ini hingga 11 Mei waktu setempat.

Erick membawa 3 misi penting saat berada di negeri Paman Sam, yaitu untuk menjajaki kerjasama di bidang energi, kesehatan, dan investasi.


"Tentunya kami dari Kementerian BUMN sebagai bagian dari program BUMN Go Global, terus menjalin dan mempererat hubungan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat, melalui kerjasama strategis dengan BUMN-BUMN Indonesia. perjalanan kerja kali ini difokuskan pada tiga bidang, yaitu energi, investasi, dan kesehatan," kata Erick dalam keterangan resminya, Selasa (11/5/2021).


Di bidang energi, Erick menyaksikan penandatanganan kesepakatan antara PT Pertamina (Persero), PT Bukit Asam Tbk., Air Products & Chemical Inc. (Air Products) pada proyek strategis nasional gasifikasi batu bara.


Selain itu, juga menjajaki kerja sama antara Pertamina dengan ExxonMobil di bidang Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) yang ditujukan untuk menekan emisi karbon dan sebagai bagian dari upaya Enhance Oil and Gas Recovery di sumur sumur Pertamina untuk meningkatkan produksi migas negara.


"Kerja sama dengan Air Products dan ExxonMobil ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mengurangi ketergantungan pada produk impor, juga transformasi ke green economy serta energi baru dan terbarukan. Kerja sama gasifikasi bisa menghemat cadangan devisa hingga 9,7 triliun rupiah per tahun dan menyerap 10 ribu tenaga kerja. Sementara, dengan ExxonMobil ada potensi kerja sama untuk pengembangan riset dan teknologi migas untuk sektor hulu, hilir, energi terbarukan maupun potensi lainnya," jelasnya.

https://kamumovie28.com/movies/fox-hunter/

COVID-19 Jogja Masih 'Stabil Tinggi', Setop Mudik kalau Belum Telanjur!

 Sebaran COVID-19 selama seminggu terakhir di DIY masih stabil tinggi. Bahkan, berdasarkan zonasi dari Badan Penanggung Bencana Daerah (BPBD) DIY masih banyak zonasi yang masuk kategori merah.

Pakar Epidemiologi Riris Andono Ahmad menjelaskan untuk kondisi sebaran di DIY selama seminggu terakhir sebenarnya stabil tinggi. Meski, setahun secara kasus perhari masih mengalami fluktuasi.


"Kalau dari data ya termasuk stabil tinggi," ujar Riris, saat dihubungi detikcom, Senin (10/4/2021).


Ia mengungkapkan, kondisi COVID-19 di DIY sebenarnya mengkhawatirkan. Sebab, dari data zonasi BPBD saja, masih banyak zona yang merah dan oranye.


"Hampir merata sebenarnya (di kabupaten/kota di DIY). Zona merah dan oranye harus lebih tertib menaati protokol kesehatan," jelasnya.


Berdasarkan catatan Satgas COVID-19 DIY, selama seminggu terakhir mencapai 1.546 kasus. Sedangkan kasus meninggal sejak tanggal 1 Mei 2021 sampai Minggu (09/5) mencapai 67 kasus.


Riris menegaskan untuk sebaran di DIY mayoritas karena terjadi kerumunan. Seperti tarawih di Bantul dan layatan di Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta yang terbaru.


Bahkan, untuk larangan mudik lokal itu, kata Riris, di DIY sebenarnya istilah yang tidak tepat. "Dalam kawasan aglomerasi seperti DIY, setiap hari orang melakukan mobilitas antar kabupaten untuk bekerja. Berarti kalau pakai istilah mudik lokal, setiap hari mereka melakukan mudik lokal," katanya.


Yang perlu ditekankan, lanjut Riris, adalah kerumunan dan berjabat tangan. Kedua hal tersebut wajib dijaga selama masa Lebaran agar tak terjadi penularan.


Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Pembajun Setianingastutie menjelaskan di DIY penularan COVID-19 sebenarnya belum melandai. Makanya, setiap terjadi mobilitas penduduk seperti long weekand atau liburan, pihaknya pasti sudah bersiap-siap.


"Pasti terjadi lonjakan kasus. Makanya, kami mewanti-wanti agar prokes ini dijaga betul. Jangan sampai lalai, di rumah jika dari luar kota biasakan pakai masker," sarannya.


Sebaran di keluarga, lanjut Pembajun, menjadi yang tertinggi. Setiap terjadi kasus baru dan dilakukan tracing, keluarga selalu ada yang tertular.


"Makanya kami himbau agar jangan mudik. Karena aktivitas mudik seperti berjabat tangan, berpelukan rentan terjadi penularan," katanya.

https://kamumovie28.com/movies/the-fox-hunter/


Curhat Tika Ramlan Sekeluarga Positif COVID-19, Hampir Kehilangan Sang Ibu


Baru-baru ini, Tika Ramlan dan keluarganya dikabarkan pernah terpapar virus Corona. Pengalamannya berjuang melawan COVID-19 tersebut ia bagikan di laman Instagram miliknya.

Mantan personel T2 tersebut menceritakan kisahnya ke publik setelah mendengar kabar meninggalnya suami Joanna Alexandra, yakni Raditya Oloan. Diketahui, Raditya memang sempat terpapar COVID-19 sebelum meninggal dunia.


Ayah dari empat anak tersebut meninggal dunia lantaran memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Menurut cerita yang diungkap oleh Tika, ia mengaku hampir menghadapi situasi yang sama dengan Joanna.


Bedanya, ibu Tika yang harus berhadapan dengan kondisi serius saat dinyatakan positif COVID-19.


"Aku pikir bakal kehilangan sosok satu ini.. yes MY MOM..Jadi sekitar bulan Feb lalu saya dan 1 keluarga kena juga sama COVID-19. Kenapa kok baru cerita sekarang?? Ngeliat temen kita @joannaalexandra yang kehilangan suami nya gw tau banget gimana in this situation, karena gw hampir mengalami hal yang sama...," tulis Tika, dikutip dari HaiBunda.


Sebelum dinyatakan positif COVID-19, Tika ternyata pertama kali didiagnosis tifus atau tipes. Akan tetapi, Tika tidak yakin bahwa apa yang ia alami adalah tifus. Sebab, gejala sakitnya semakin lama semakin parah.


Wanita berusia 35 tahun itu pun akhirnya berinisiatif melakukan isolasi mandiri bersama sang suami, Tri Aji Raharso. Namun, virus COVID-19 yang menginfeksinya ternyata sudah menyebar di dalam rumahnya.


"Singkat cerita itu berawal dari diagnosis TYFUS, badan rasa gak enak bangett..panasnya beda dan lain lainnya beda dan semakin parah di hari ke 7. 2 kali diagnosis Tyfus tapi waktu itu gw udah yakin ini sesuatu yang beda bukan tyfus," jelasnya.

https://kamumovie28.com/movies/super-mischieves/