Senin, 17 Mei 2021

RI Kemasukan Lagi 2 Kasus Corona Varian Baru, Menkes Minta Testing Diperbanyak

  Indonesia kembali menemukan dua kasus varian Corona baru di Jawa Timur. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menjelaskan ada kasus varian Corona Afrika Selatan dan Inggris pada pekerja migran Indonesia yang baru kembali dari Malaysia.

"Dua-duanya merupakan pekerja migran Indonesia yang datang dari Malaysia. Mereka membawa satu mutasi Afrika Selatan dan satu mutasi dari London," kata Menkes Budi dalam konferensi pers yang disiarkan Sekretariat Presiden, Senin (17/5/2021).


Menkes Budi mengimbau agar daerah terus menerapkan protokol kesehatan dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Terutama tngkatkan upaya pelacakan kasus dan jangan takut untuk melakukan tes Corona sebanyak-banyaknya.


"Tracingnya 15 kontak erat dalam waktu 72 jam dan testingnya juga kalau bisa dilakukan sebanyak-banyaknya," ungkap Menkes Budi.


"Tidak usah takut kelihatan banyak, itu lebih baik. Karena kita bisa mendeteksi adanya pergerakan mutasi baru," pungkasnya.


Kehadiran berbagai varian Corona jadi perhatian karena studi telah mengonfirmasi sifat virus yang lebih mudah menular. Belum lagi ada dugaan bahwa varian juga memiliki kemampuan untuk menghindari antibodi sehingga mungkin berdampak pada efektivitas vaksin yang ada.

https://nonton08.com/movies/dark-spirits/


Sering Merasa Mulas, Wanita Ini Ternyata Idap Kanker Usus


Selama setahun, seorang wanita asal Dundonald, Irlandia Utara, harus bolak-balik rumah sakit karena merasakan mulas di perutnya selama satu tahun. Tetapi, ternyata itu bukan mulas yang disebabkan refluks asam yang didiagnosis dokter sebelumnya.

Setelah diperiksa, wanita bernama Pauline Worthington didiagnosis menderita kanker usus. Ia tak menyangka karena selama ini tidak pernah merasakan gejala-gejala dari penyakit tersebut.


"Saya tidak memiliki gejala umum kanker usus sebelumnya. Saya mengalami refluks asam di mana itu seperti rasa mulas di perut karena makan yang tidak teratur," jelas Pauline yang dikutip dari The Sun, Senin (17/5/2021).


"Saya diberi tablet untuk mengetahui gejala-gejalanya ketika saya pergi ke dokter umum, tetapi keadaan semakin memburuk sampai saya mulai melihat ada darah pada feses saya," lanjutnya.


Saat pertama kali pergi ke rumah sakit, dokter umum yang memeriksanya mengatakan wanita berusia 42 tahun tersebut mungkin mengalami wasir. Namun, mereka tidak memeriksa lebih detail untuk memastikannya.


Setelah melihat darah pada fesesnya, Pauline langsung meminta rujukan untuk menemui spesialis di Klinik Independen Ulster.


"Sejumlah tes dilakukan dalam beberapa minggu, salah satunya adalah kolonoskopi yang menunjukkan adanya pertumbuhan (kanker) di usus saya dan mengarah pada operasi pertama saya pada Desember 2019, di mana saya menjalani reseksi usus," kata Pauline.


Namun, setelah didiagnosis mengidap kanker, ibu dua anak itu diberi tahu bahwa kankernya sudah menyebar. Pauline khawatir karena selama ini ia tidak menanggapi penyakitnya dengan serius. Ia pun dirawat di Klinik Bridgewater Rumah Sakit Kota Belfast pada Februari lalu.


Setelah beberapa minggu dirawat, kondisi Pauline mulai membaik. Pada bulan April, tumornya mulai berkurang dan tidak terlihat adanya kekambuhan pada ususnya serta penyusutan di hatinya. Ia juga sempat menjalani reseksi hati untuk menghilangkan bintik-bintik kankernya.


Namun, seminggu setelah operasi, kanker kembali muncul lagi di hati Pauline. Hal ini membuatnya harus memulai program kemoterapi dan menjalani perawatan setiap dua minggu.


"Kanker usus adalah pembunuh terbesar kedua di Inggris. Ini sangat bisa disembuhkan, jika saja (penyakit) itu ditemukan lebih awal," pungkasnya.

https://nonton08.com/movies/spirits-in-the-dark/

COVID-19 Diprediksi Melonjak 30-80 Persen Usai Lebaran, Ini Antisipasi Menkes

  Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menyebut, pemerintah telah melakukan langkah antisipatif terhadap potensi lonjakan kasus baru COVID-19 pasca libur Lebaran 2021. Pasalnya, momen liburan disebut bisa menjadi peluang lonjakan kasus sebanyak 30 hingga 80 persen.

"Antisipasi sudah kita lakukan total tempat tidur tersedia isolasi untuk pasien COVID kita secara nasional ada 70 ribu, keterisian sampai sekarang 20 ribu. Jadi masih ada buffer cadangan sebanyak 50 ribu atau 250 persen dari keterisian tempat tidur isolasi," terangnya dalam konferensi pers virtual di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (17/5/2021).


Sedangkan perihal ICU, ia menjelaskan, Indonesia memiliki 7.500 tempat tidur ICU untuk pasien COVID-19. Hingga kemarin, yang sudah terisi sebanyak 2.500 kamar.


"Mudah-mudahan pasca Lebaran libur panjang kenaikannya tidak akan setinggi itu sehingga cadangan untuk tempat tidur baik isolasi maupun ICU tidak usah sampai penuh," imbuh Menkes.


"Kami juga memastikan, obat-obatan juga kami lengkapi, stok-stok obat-obatan di rumah sakit sudah kami isi. Demikian juga tenaga-tenaga kesehatan sudah kami persiapkan," lanjutnya.


Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo membenarkan, lonjakan kasus COVID-19 selalu terjadi pasca momen libur panjang. Melihat kondisi selama 1 tahun terakhir, kasus keterisian rumah sakit dan angka kematian pula cenderung meningkat.


"Angka kematian berkisar antara 46 persen sampai dengan 75 persen," ujar Doni di acara yang sama.


"Yang perlu kita perhatikan sekarang adalah bagaimana agar kasus ini tidak melonjak. Salah satu faktor utamanya adalah melakukan program karantina secara mandiri bagi mereka yang kembali dari bepergian," lanjutnya.

https://nonton08.com/movies/queen-of-underworld/


RI Kemasukan Lagi 2 Kasus Corona Varian Baru, Menkes Minta Testing Diperbanyak


 Indonesia kembali menemukan dua kasus varian Corona baru di Jawa Timur. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menjelaskan ada kasus varian Corona Afrika Selatan dan Inggris pada pekerja migran Indonesia yang baru kembali dari Malaysia.

"Dua-duanya merupakan pekerja migran Indonesia yang datang dari Malaysia. Mereka membawa satu mutasi Afrika Selatan dan satu mutasi dari London," kata Menkes Budi dalam konferensi pers yang disiarkan Sekretariat Presiden, Senin (17/5/2021).


Menkes Budi mengimbau agar daerah terus menerapkan protokol kesehatan dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Terutama tngkatkan upaya pelacakan kasus dan jangan takut untuk melakukan tes Corona sebanyak-banyaknya.


"Tracingnya 15 kontak erat dalam waktu 72 jam dan testingnya juga kalau bisa dilakukan sebanyak-banyaknya," ungkap Menkes Budi.


"Tidak usah takut kelihatan banyak, itu lebih baik. Karena kita bisa mendeteksi adanya pergerakan mutasi baru," pungkasnya.


Kehadiran berbagai varian Corona jadi perhatian karena studi telah mengonfirmasi sifat virus yang lebih mudah menular. Belum lagi ada dugaan bahwa varian juga memiliki kemampuan untuk menghindari antibodi sehingga mungkin berdampak pada efektivitas vaksin yang ada.

https://nonton08.com/movies/the-fault-in-our-stars/