Sabtu, 22 Mei 2021

Asyik! WhatsApp Bikin Fitur Dengarkan Pesan Suara Sebelum Dikirim

 WhatsApp rupanya sedang menyiapkan banyak fitur baru untuk pesan suara. Kali ini mereka sedang mengembangkan fitur yang memungkinkan pengguna untuk review atau mendengarkan kembali pesan suara.

Sesuai namanya, saat fitur ini tersedia pengguna bisa mendengarkan kembali pesan suara yang direkam sebelum dikirimkan. Fitur ini masih dikembangkan oleh WhatsApp jadi belum tersedia untuk penguji beta apalagi publik.


Saat ini pengguna WhatsApp sebenarnya bisa mendengarkan kembali pesan suara mereka sebelum dikirimkan, tapi caranya agak sedikit rumit. Misalnya, pengguna harus membuka aplikasi lain saat merekam pesan suara di WhatsApp.


Dari video demonstrasi singkat yang diunggah oleh WABetaInfo, WhatsApp akan menambahkan tombol Review yang bisa ditekan untuk mendengarkan kembali pesan suara yang telah direkam, seperti dikutip dari 9to5Mac, Senin (3/5/2021).


Setelah menekan tombol Review, pengguna bisa mendengarkan pesan suara dan memutuskan untuk menghapus atau langsung mengirimkan pesan. Kalian bisa melihat cara kerjanya di video berikut ini.


Fitur review pesan audio ini masih dalam tahap pengembangan, dan WhatsApp berencana merilisnya dalam update untuk Android dan iOS di masa depan. Belum diketahui kapan fitur ini akan dirilis untuk semua pengguna WhatsApp.


Ini bukan satu-satunya fitur untuk pesan suara yang dikembangkan oleh WhatsApp. Sejak beberapa bulan yang lalu, aplikasi messaging milik Facebook ini menguji coba fitur untuk mengubah kecepatan pesan suara saat diputar.

https://indomovie28.net/movies/xx-where-your-heart-should-be/


Apple Music Bakal Punya Versi Lossless


Dibanding kompetitornya seperti Spotify dan Tidal, Apple Music saat ini tak punya layanan streaming musik versi lossless. Namun tampaknya Apple tengah bersiap memberikan layanan tersebut.

Keberadaan Apple Music versi lossless (musik dengan bitrate lebih tinggi) ini terlihat dari iOS 14,6 beta, yang memunculkan referensi terhadap beberapa kata kunci, seperti Dolby Atmos, Dolby Audio, dan Lossless.


Dari sini diasumsikan kalau Apple bakal meluncurkan paket Apple Music baru yang menawarkan musik dengan bitrate lebih tinggi dibanding Apple Music biasa, demikian dikutip detikINET dari Phone Arena, Senin (3/5/2021).


Kemungkinan tier Apple Music baru ini bakal diumumkan di ajang Worldwide Developer Conference (WWDC) 2021 yang digelar secara virtual pada 7 Juni mendatang, mungkin juga dirilis bersama jajaran AirPods anyar, seperti AirPods 3 dan AirPods 2 Pro.


Belum diketahui berapa tarif yang bakal dikenakan Apple untuk Apple Music Lossless ini. Namun sebagai perbandingan, saat ini tarif Apple Music biasa adalah USD 10, dan Spotify HiFi tarifnya adalah USD 15. Jadi kemungkinan tarif Apple Music Lossless akan berada di antara dua tarif tersebut.


Sebagai perbandingan, saat ini ada Amazon Music HD yang menawarkan streaming musik dengan bitrate 320 Kbps dengan tarif USD 15 per bulan. Sementara itu layanan lossless Tidal tarifnya adalah USD 20 untuk musik dengan bitrate mencapai 1.411 Kbps. Sementara Spotify HiFi sendiri belum diketahui menggunakan bitrate berapa besar.


Apple Music versi biasa mempunyai bitrate 256 Kbps, lebih rendah dibanding Spotify biasa yang bitratenya 320 Kbps. Namun banyak yang menganggap perbandingan bitrate ini tidak setara karena Apple menggunakan codec audio-nya sendiri, yaitu AAC.

https://indomovie28.net/movies/dragon/

Jumat, 21 Mei 2021

Ide Bikin Rumah Pintar Pakai Uang THR

 Adakah di antara kalian yang terpikir menggunakan uang THR untuk menyulap rumah jadi pintar? Kalau iya, kalian perlu mempertimbangkan apa saja yang dibutuhkan untuk melengkapi rumah.

Teknologi membuat perabotan rumah tangga berevolusi menjadi peralatan rumah tangga modern. Tentu saja ini semakin memudahkan pengguna. Situasi pandemi yang masih melanda juga mendorong tingginya permintaan akan berbagai peralatan rumah tangga.


Karena orang lebih banyak berkegiatan dari rumah selama pandemi, beberapa perabotan digital ini pun diminati. Beberapa di antaranya mungkin bisa jadi ide untuk membuat rumah pintar versi kalian.


1. Lampu UV portabel

Sejak pandemi, orang jadi lebih peduli akan kebersihan. Rumah pun perlu dibersihkan dari bermacam virus dan bakteri. Karena alasan itu, lampu ultraviolet (UV) portabel untuk disinfektan digital pun dilirik.


Di e-commerce, bertebaran sejumlah produk lampu UV yang bisa menjadi pilihan. Namun perlu diingat, penggunaan lampu ini tidak boleh sembarangan. Konsumen harus hati-hati dan baca aturan pakainya dengan baik, agar alat ini bisa maksimal mendisinfeksi rumah.

2. Robot vacuum cleaner

Robot vacuum cleaner membantu penggunanya membersihkan rumah. Sementara kita mengerjakan pekerjaan lain seperti WFH atau menemani anak sekolah online, rumah tetap bersih dengan bantuan robot yang bisa menyapu dan mengepel lantai ini.


Kebanyakan robot vacuum cleaner dibanderol dengan harga tinggi, paling mahal rata-rata Rp 4 jutaan. Namun seiring makin banyak yang tertarik menggunakannya, kini banyak juga alternatifnya yang lebih murah di harga ratusan ribu.


3. Air purifier

Ketika semua orang berusaha melawan virus Corona, upaya apapun akan dilakukan untuk mengurangi peluang terinfeksi virus, termasuk membeli produk air purifier atau pembersih udara.


Pembersih udara dengan filtrasi HEPA dinilai efektif untuk menangkap partikel yang lebih kecil dari virus yang menyebabkan COVID-19. HEPA (high-efficiency particulate air) sendiri merupakan teknologi yang menggunakan kipas untuk menarik partikel yang ada di udara dan menangkapnya.


4. Speaker pintar

Speaker pintar sebenarnya sudah mulai marak sejak beberapa tahun sebelumnya, namun trennya meningkat di 2020 karena orang mencari asisten virtual untuk mendukung kegiatan di rumah.


Berbagai perusahaan teknologi sudah merilis speaker pintar ini dari Google sampai Amazon, dengan asisten digital di dalamnya. Speaker pintar dengan asisten digital bisa membantu semua kegiatan dan kebutuhan kita sejak bangun tidur hingga tidur kembali dari mulai mengingatkan jadwal, membangunkan tidur, hingga menyalakan TV dan AC.


Selanjutnya: Lampu pintar, CCTV, Smart TV, mesin cuci, dan kulkas AI

https://nonton08.com/movies/in-time/


Mengenal Teknologi Pantau Pergerakan Mobil Pakai Smartphone


 Dengan kemajuan teknologi, pergerakan mobil bisa dipantau secara real time melalui smartphone. Bahkan, pemantauan tersebut tidak akan menyedot pulsa maupun paket internet.

Teknologi yang dimaksud Fox Logger GPS Technology merupakan sistem manajemen transportasi yang memungkinkan pengguna memantau aktivitas kendaraannya. Teknologi ini dikembangkan oleh perusahaan GPS tracker berbasis IoT, Fox Logger.


Pemantauan itu meliputi jarak tempuh setiap harinya, lokasi parkir, cepat laju kendaraan, lama kendaraan menyala, pemakaian bahan bakar, hingga mendeteksi keberadaan kendaraan. Agar pemantauan tersebut tidak memakan pulsa atau paket internet, Fox Logger bermitra dengan operator seluler Telkomsel.


Dukungan Telkomsel salah satunya pada keberadaan SIM card yang disematkan pada perangkat GPS tracker milik Fox Logger. Pengguna solusi ini mendapatkan paket bebas data internet selama enam bulan, apabila sudah habis nantinya hubungi Fox Logger dalam mengaktivasi paket internet baru enam bulan berikutnya.


"Para pengguna, termasuk pengusaha leasing, transportasi, dan logistik tidak perlu lagi menghabiskan banyak biaya telepon untuk memastikan keberadaan sopir atau kendaraannya berada di mana," ujar CEO Fox Logger Alamsyah Cheung dalam siaran persnya.

https://nonton08.com/movies/disorder-4/