Jumat, 11 Juni 2021

Lewat COVAX, RI Dorong Kesetaraan Distribusi Vaksin COVID-19 Dunia

 Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengungkapkan saat ini kesenjangan distribusi dan vaksinasi di dunia masih sangat besar. Ia menyebutkan, dari sekitar 2,2 miliar dosis vaksin yang telah disuntikkan, sekitar 75% berada di 10 negara maju dan hanya 0,4% yang berada di negara-negara berpenghasilan rendah.

Lebih lanjut, Retno memaparkan berdasarkan perhitungan persentase, program vaksinasi terhadap populasi kawasan Amerika Utara telah mencapai 64,33% dari total populasi dan kawasan Eropa telah memvaksinasi 52,85%. Sementara persentase terendah dimiliki Kawasan Afrika (2,86%), dan diikuti ASEAN (8,91%).

https://cinemamovie28.com/movies/fearless-4/


"Angka ini masih jauh dari target WHO yang mengharapkan setidaknya 10% penduduk di setiap negara telah divaksin pada bulan September, dan 30% pada akhir Desember tahun ini," kata Retno dalam keterangan tertulis, Jumat (11/6/2021).


Adapun Retno menyebutkan untuk mengurangi tingkat kesenjangan, pemerintah Indonesia melalui COVAX Facility berupaya mendorong mekanisme dose-sharing atau berbagi vaksin. Beberapa negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Denmark, Belgia, dan Spanyol akan menyalurkan ekstra vaksin yang dimiliki melalui skema COVAX Facility.


Dengan mekanisme ini, Retno mengatakan negara-negara tersebut menyumbangkan vaksin yang dimiliki kemudian dikelola oleh COVAX facility untuk dibagikan kepada negara lain yang memerlukan.


Sebagai salah satu co-chairs COVAX AMC Engagement Group, Retno mengatakan Indonesia memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk terus memperjuangkan akses setara terhadap vaksin.


COVAX AMC Engagement Group merupakan upaya yang dilakukan untuk merealisasikan kesetaraan akses terhadap vaksin bagi semua negara. Salah satunya melalui keaktifan Indonesia menjadi co-sponsor proposal TRIPS waiver (penghapusan hak kekayaan intelektual) untuk produk dan teknologi yang digunakan untuk penanganan pandemi COVID-19.


Menurut Retno, pembahasan awal terhadap teks proposal ini di World Trade Organization (WTO) kemungkinan akan dimulai pada 17 Juni 2021.


"Kita semua berharap agar negosiasi terhadap proposal ini dapat diselesaikan dalam waktu cepat, untuk membantu meningkatkan produksi dan distribusi vaksin secara signifikan," ujarnya.


Sebagai informasi, Indonesia kembali menerima vaksin AstraZeneca melalui jalur multilateral, COVAX Facility, sebanyak 1.504.800 dosis. Sebelumnya pada Sabtu (5/6) lalu, Indonesia juga telah menerima 313,100 vaksin AstraZeneca dari COVAX Facility ini.


"Dengan dua kedatangan baru ini, yakni tanggal 5 Juni dan 10 Juni 2021, maka jumlah total vaksin AstraZeneca dari COVAX Facility yang diperoleh secara gratis adalah 8.228.400 dosis vaksin jadi," terang Retno.


Jika ditambahkan secara keseluruhan, maka jumlah total vaksin yang telah diterima sampai saat ini adalah 93.728.400 dosis. Dengan perincian, Sinovac sebanyak 84,5 juta, AstraZenecca sebanyak 8,2 juta dosis, dan Sinopharm sebanyak 1 juta dosis. Selain itu, rencananya Jumat ini, akan tiba 1 juta dosis vaksin Sinopharm yang hendak digunakan dalam program vaksin Gotong Royong.

https://cinemamovie28.com/movies/fearless-3/

Dinda Kirana Jalani Operasi Angkat Kista, Beri Saran Tak Konsumsi Makanan Ini

 Aktris cantik Dinda Kirana baru-baru ini mengabarkan dirinya menjalani operasi pengangkatan kista di kedua ovariumnya. Ia mengaku, setahun sebelumnya kista yang diidapnya hanya sebesar 3 sentimeter.

Selang setahun, ukuran tersebut membesar dan menjalar di kedua ovariumnya. Maka dari itu, ia ini mewanti-wanti para perempuan yang bernasib sama dengannya untuk segera melakukan pengobatan jika ditemukan kista.

https://cinemamovie28.com/movies/fearless-2/


"Jadi kemarin aku tuh operasi kista di bagian ovarium, ovarium itu adalah sel telur, dan ini masih dugaan kata dokternya kalau kista itu jenisnya yang jenis endometriosis, dan memang penyakit ini rawan terutama di perempuan," ceritanya dalam live Instagram akun pribadinya, dikutip Jumat (11/6/2021).


"Tahun lalu kista aku itu cuma 3 cm dan makan 1 tahun untuk besarnya ada dua gitu, ovarium juga ada dua kan, kantung kanan dan kiri, dua-duanya ada, ada yang ukuran 12 dan ada yang ukuran 5 cm kurang lebih dan itu sudah termasuk besar sekali dan di case aku kerasa banget sakitnya," sambungnya.


Dinda Kirana juga menyarankan agar perempuan yang memiliki kasus kista di ovarium mulai memperhatikan asupan makanan. Ia yang hobi memakan nanas belakangan menyadari kalau buah tersebut tak baik untuknya sebagai pengidap kista.


Selain nanas, ia juga mewanti-wanti agar tak banyak mengonsumsi soy milk dan ayam negeri yang disuntik hormon. Kata dia, jenis makanan tersebut bisa memberi 'umpan' pada kista untuk berkembang menjadi lebih buruk.


"Dan yang penting banget dari pola makan nggak boleh suntik hormon gitu, ayam negeri yang gede-gede, nggak bagus buat kita apalagi yang punya kista, terus ternyata soy milk juga itu nggak bagus dan aku suka banget ka buah nanas, dan nanas juga ternyata nggak bagus juga buat penyakit kista karena bisa memicu kanker," sebutnya.


Sebenarnya apa sih penyebab kista?

Dikutip dari Mayo Clinic, setiap ovarium biasanya menumbuhkan struktur seperti kista yang disebut folikel. Folikel menghasilkan hormon estrogen dan progesteron dan melepaskan sel telur saat terjadi ovulasi.


Jika folikel bulanan normal terus tumbuh, itu dikenal sebagai kista fungsional. Ada dua jenis kista fungsional:


Kista folikel

Di sekitar titik tengah siklus menstruasi seseorang, sel telur keluar dari folikelnya dan berjalan ke tuba falopi. Kista folikel dimulai ketika folikel tidak pecah atau melepaskan telurnya, tetapi terus tumbuh.


Kista corpus luteum

Ketika folikel melepaskan telurnya, ia mulai memproduksi estrogen dan progesteron untuk pembuahan. Folikel ini sekarang disebut corpus luteum. Terkadang, cairan menumpuk di dalam folikel, menyebabkan korpus luteum tumbuh menjadi kista.


Jenis kista lainnya

Jenis kista yang tidak berhubungan dengan fungsi normal dari siklus menstruasi adalah sebagai berikut:


Kista dermoid

Disebut juga teratoma, ini dapat berisi jaringan, seperti rambut, kulit atau gigi, karena terbentuk dari sel embrio. Mereka jarang memicu kanker.


Kistadenoma

Ini berkembang di permukaan ovarium dan mungkin diisi dengan bahan berair atau lendir.


Endometrioma

Ini berkembang sebagai akibat dari suatu kondisi di mana sel-sel endometrium rahim tumbuh di luar rahim (endometriosis). Beberapa jaringan dapat menempel pada ovarium seseorang dan tumbuh di sana.


Faktor risiko

Masalah hormonal

Kehamilan, terkadang, kista yang terbentuk saat ovulasi tetap berada di ovarium selama kehamilan.

Endometriosis, kondisi ini menyebabkan sel-sel endometrium rahim tumbuh di luar rahim. Beberapa jaringan dapat menempel pada ovarium.

Infeksi panggul yang parah, jika infeksi menyebar ke ovarium, dapat menyebabkan kista.

https://cinemamovie28.com/movies/the-romancing-star-iii/