Senin, 14 Juni 2021

12 Orang Ini Dalang Konten Anti Vaksin COVID-19 Sedunia

 Dalam sebuah studi baru, para peneliti menemukan mayoritas konspirasi anti-vaksin yang beredar di media sosial kemungkinan disebabkan dari pengaruh 12 orang dengan followers banyak di dunia. Mereka bertanggung jawab sekiranya 65% atas semua propaganda anti-vaksin yang salah dan menyesatkan yang dibagikan di Facebook dan Twitter.

Angka itu didasarkan pada analisis lebih dari 812 ribu posting yang diambil dari Facebook dan Twitter antara 1 Februari dan 16 Maret 2021, yang dilakukan dalam penyelidikan oleh Center for Countering Digital Hate (CCDH) dan Anti-Vax Watch, sebuah organisasi yang memantau industri anti-vaksin.


CEO CCDH Imran Ahmed dalam laporannya menyampaikan banyak orang-orang yang tidak memiliki keahlian di bidang medis namun menyalahgunakan kekuasaannya untuk menyesatkan masyarakat dengan menyebar minsinformasi terkait COVID-19.


"Menurut laporan terbaru kami, aktivis anti-vaksin di Facebook, YouTube, Instagram, dan Twitter mencapai lebih dari 59 juta pengikut, menjadikannya platform media sosial terbesar dan terpenting untuk anti-vaxxers," katanya sebagaimana dikutip dari Live Science.


Berdasarkan penelitian, 12 orang yang dijuluki 'disinformation dozen' di dalam studi tersebut antara lain Joseph Mercola, Robert F Kennedy Jr, Ty dan Charlene Bollinger, Sherri Tenpenny, Rizza Islam, Rashid Buttar, Erin Elizabeth, Sayer Ji, Kelly Brogan, Christiane Northrup, Ben Tapper, dan Kevin Jenkins.


Para peneliti mengatakan akun yang berpengaruh ini memiliki banyak pengikut dan menghasilkan volume konten anti-vaksin yang tinggi.


Meskipun belum tentu orang yang membagikan konten anti-vaksin mengikuti salah satu akun tersebut, tetapi analisis baru menunjukkan bahwa mayoritas unggahan anti-vaksin yang dibagikan di platform seperti Facebook dan Twitter awalnya dimulai dari kelompok tersebut.


Penelitian tersebut, yang awalnya dirilis pada bulan Maret, diterbitkan untuk mendesak para pemimpin platform media sosial untuk 'mencabut' suara-suara terkemuka ini. Dalam beberapa minggu sejak itu, beberapa akun telah dilarang atau dibatasi, tetapi yang lain dibiarkan begitu saja. Para peneliti pun bersuara bahwa ini adalah kegagalan yang berbahaya oleh perusahaan teknologi dalam mengendalikan dengan benar dan bertanggung jawab terkait penyebaran kebohongan di platform sosial.


"Tokoh utama dalam 'industri anti-vaxx' adalah kelompok propagandis profesional yang koheren," tulis Ahmed dalam sebuah artikel di Nature Medicine pada awal tahun.


"Ini adalah orang-orang yang menjalankan organisasi multi-juta dolar, yang sebagian besar tergabung di AS, dengan masing-masing sebanyak 60 staf. Mereka membuat manual pelatihan untuk para aktivis, menyesuaikan pesan mereka untuk audiens yang berbeda, dan mengatur pertemuan yang mirip dengan konferensi perdagangan tahunan, seperti industri lainnya," pungkasnya.

https://tendabiru21.net/movies/jersey-shore-massacre/


Lady Dimitrescu Bukan Karakter Favorit Lagi di Resident Evil: Village


 Lady Dimitrescu, karakter antagonis yang berhasil menarik kecintaan penggemar terhadap game horor terbaru milik Capcom, Resident Evil: Village. Namun kini sosoknya tidak lagi sebagai terfavorit, ada karakter lain yang lebih disukai penggemar.

Sebagai vampir paling seksi di serial game Resident Evil, Lady Dimitrescu memegang peran penting dari kesuksesan Resident Evil: Village. Sejak muncul di showcase pertama kali pada Januari, dengan cepatnya dia menjadi sangat populer.


Tubuh yang menjulang tinggi hingga 2,9 meter, ukuran kaki yang cukup besar dan muka pucatnya menjadi daya tarik yang berbeda dari musuh Resident Evil kebanyakan. Namun sayang, sosoknya harus tersingkirkan oleh karakter baru di Resident Evil: Village bernama Duke, dilansir detikINET dari IGN Asia Tenggara, Selasa (18/5/2021).


Hal ini terbukti dari salah satu postingan di situs Reddit dari akun Naillian603. Dari judul yang dituliskannya, mengungkapkan bahwa dia menyukai Duke.


Hanya dalam waktu satu hari saja, postingan tersebut memperoleh lebih dari 5.500 vote positif. Lalu menjadi postingan dengan vote terbanyak ke 12 sepanjang masa di sub Reddit Resident Evil.

https://tendabiru21.net/movies/false-colors-2/

Kelakuan Manusia di Bumi Bikin Atmosfer Menipis

 - Bumi dikelilingi lapisan gas kompleks yang membentuk atmosfer. Mereka melindungi dan memelihara semua kehidupan di planet ini. Namun perilaku manusia yang tak ramah lingkungan berkontribusi menyusutkan seluruh lapisan tersebut.

Sebuah studi terbaru menemukan bahwa ketebalan stratosfer telah menyusut 400 meter sejak 1980. Meski penurunan ketebalan stratosfer sudah pernah dilaporkan sebelumnya, penelitian ini adalah pemeriksaan yang pertama kalinya dalam skala global.

https://tendabiru21.net/movies/false-colors/


"Mengejutkan. Ini membuktikan kita mengotak-atik atmosfer hingga 60 kilometer," kata salah satu tim peneliti, fisikawan dari University of Vigo Earth Juan AƱel seperti dikutip dari Science Alert.


Disebutkan olehnya, meliputi langit sekitar 20 hingga 60 kilometer di atas kita, stratosfer menyelimuti lapisan atmosfer yang kita hirup (troposfer). Beberapa awan menjelajah setinggi ini dan sesekali ada burung. Stratosfer menahan lapisan ozon yang sangat penting yang telah rusak melalui emisi CFC.


Upaya global kolektif sejauh ini cukup berhasil membendung penipisan ozon yang menyebabkan lubang ozon di atas Antartika. Namun emisi gas rumah kaca Bumi telah mengubah seluruh stratosfer.


Fisikawan atmosfer dari Charl's University Petr Pisoft dan rekannya menggunakan pengamatan satelit sejak 1980-an yang dikombinasikan dengan model iklim untuk menentukan bahwa kenaikan CO2 menyebabkan stratosfer berkontraksi.


"Kami menunjukkan bahwa kontraksi stratosfer bukan hanya respons terhadap pendinginan, karena perubahan pada tekanan tropopause dan stratopause pun berkontribusi," tulis tim peneliti dalam makalah mereka.


Mereka menjelaskan, pemanasan akibat gas rumah kaca di troposfer menyebabkannya mengembang dan menekan stratosfer di atasnya. Selain itu, penambahan CO2 ke stratosfer itu sendiri menyebabkan kombinasi gas-gasnya menjadi dingin dan berkumpul lebih dekat (efek sebaliknya pada troposfer) dan menyusutkan seluruh lapisan.


"Dalam skenario perubahan iklim yang masuk akal , stratosfer planet kita bisa kehilangan 4% perluasan vertikalnya (1,3 km) dari 1980 hingga 2080," kata Anel.


Ozon dan oksigen molekuler di stratosfer menyerap sebagian besar radiasi ultraviolet dari Matahari, sehingga melindungi kita semua dari sinar Matahari yang paling berbahaya. Di sini, suhu udara meningkat dengan ketinggian (kebalikan dari troposfer di bawahnya), yang membuat lapisan gas ini stabil.


Pesawat bisa mundur di kondisi ini ketika cuaca menjadi buruk di wilayah bawah. Tetapi stabilitas ini juga berarti bahwa bahan kimia apa pun yang mencapai stratosfer cenderung bertahan.


Jika perubahan yang diprediksi membuahkan hasil, skalanya menjadi cukup besar untuk berpotensi memengaruhi satelit, GPS, dan komunikasi radio, Pisoft dan tim memperingatkan.


Ini juga dapat mengubah distribusi ketinggian molekul penyerap dan pemancar sehingga mengubah bagaimana stratosfer menyerap radiasi dan dinamika keseluruhannya. Namun, masih banyak yang harus dipecahkan sebelum kita dapat memahami jika dan bagaimana dampak ini akan terjadi.


Ini hanyalah penemuan terbaru dari dampak global yang mencengangkan dari krisis iklim terhadap Bumi. Penemuan lain baru-baru ini menunjukkan terjadinya redistribusi berat akibat pencairan gletser telah menggeser poros Bumi.


"Sungguh luar biasa bahwa kami masih menemukan aspek-aspek baru perubahan iklim setelah penelitian selama beberapa dekade," kata ilmuwan atmosfer University of Reading Paul Williams yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.


"Ini membuat saya bertanya-tanya perubahan apa lagi yang ditimbulkan emisi kita pada atmosfer yang belum kita temukan," tutupnya.

https://tendabiru21.net/movies/freedom-run-q/