Kamis, 17 Juni 2021

Kondisi Memburuk, Sekolah Tatap Muka di DKI Jakarta Dihentikan

 DKI Jakarta sebelumnya telah melaksanakan uji coba sekolah tatap muka bertahap. Namun, karena situasi pandemi COVID-19 yang memburuk, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya memutuskan untuk kembali menghentikan sekolah tatap muka.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan program uji coba sekolah tatap muka di Jakarta dimulai ketika kasus aktif COVID-19 ada di angka sekitar 6.000-an. Kini kasus aktif sudah melonjak jadi 20.311 per tanggal 16 Juni 2021.


"Dengan kondisi saat ini dan hasil rapat bersama antar satgas, kita putuskan saat ini tidak dilanjutkan plotting tatap muka tadi. Sambil nanti menunggu bagaimana situasi di DKI Jakarta," kata Widyastuti dalam diskusi yang disiarkan BNPB Indonesia, Kamis (17/6/2021).


Sekolah tatap muka memang masih menjadi polemik di beberapa daerah. Mendikbud Ristek Nadiem Makarim ingin proses belajar di sekolah bisa kembali berlangsung seperti sebelum pandemi.


Kementerian Kesehatan memberi syarat bahwa sekolah tatap muka boleh dilakukan namun terbatas. Lebih detailnya, murid yang hadir tidak boleh lebih dari 25 persen total siswa di sekolah dan proses belajar tatap muka juga tidak lebih dari 2 jam per hari.


Sementara dalam seminggu belajar tatap muka hanya boleh dilakukan dua kali.

https://indomovie28.net/movies/chocolate/


Diamuk Corona, RI Diprediksi Bisa Kolaps 2-4 Pekan ke Depan


Kabid Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Dr Masdalina Pane menyebut jika pengendalian virus Corona di Indonesia tak diperketat, fasilitas kesehatan Indonesia diprediksi kolaps, selang dua minggu hingga satu bulan ke depan. Terlebih saat ini kasus Corona di Indonesia tengah melonjak.

Pane menegaskan, penambahan kapasitas tempat tidur bukan solusi atau jalan keluar mengatasi membludaknya keterisian bed pasien COVID-19. Pemerintah perlu menjalankan komunikasi risiko efektif, dan dengan tegas mengawal penerapan protokol kesehatan.


"Pengawasan di lapangan itu dibutuhkan untuk memantau apakah regulasi kita itu memang dilaksanakan dengan baik itulah tugas teman-teman di Satgas dan TNI Polri agar bisa mengawal penerapan regulasi," kata dia dalam siaran live BNPB Kamis (17/6/2021).


"Jika tak ada containment, tidak ada pengendalian yang tepat dan cepat saya bisa katakan 2 minggu sampai 1 bulan lagi kita sudah akan kolaps," tegasnya.


Pane juga menegaskan pembatasan mobilitas tak bisa seterusnya efektif membendung lonjakan kasus COVID-19, jika lagi-lagi, protokol kesehatan Corona tak menjadi perhatian utama. Peran masyarakat menurut Pane dinilai penting dalam menekan kasus COVID-19, dengan disertai upaya pemerintah melakukan tracing yang baik.


Karenanya, strategi pengendalian pandemi Corona disebut Pane tak bisa hanya berjalan satu aspek saja. Perlu ada sinergi maksimal antara pemerintah dan masyarakat dalam menjalani perannya masing-masing.


"Karena itu strategi untuk mengatasi masalah ini tidak bisa hanya dengan terus menambah tempat tidur karena hanya pada satu titik itu akan terjadi lonjakan dimana RS dan tempat tidur sudah tidak mampu lagi mengatasinya," jelas Pane.


"Maka yang harus dilakukan adalah containment di hulu jadi bagaimana caranya agar masyarakat itu tetap mematuhi protokol kesehatan tapi tracingnya kuat," lanjutnya.


Pane mengklaim, kasus Corona di Indonesia pasca liburan sempat tak melonjak imbas tracing dijalankan dengan benar. Hal ini bisa menjadi solusi pengendalian pandemi COVID-19 meski memang tak bisa langsung terlihat hasilnya.


"Karena kita juga pernah mengalami libur panjang yang kasusnya tidak naik, artinya model-model seperti itu yang harus kita lakukan jadi pada saat ini mungkin pembatasan mobilitas bisa menjadi solusi tapi itu tidak bisa lama," kata dia.


Ia juga menyoroti cakupan vaksinasi yang masih rendah, mendesak agar pemerintah bisa mengupayakan proses vaksinasi COVID-19 di Indonesia terus meningkat.

https://indomovie28.net/movies/bordello/

4 Obat Alami Vertigo, yang Sering Mendadak Pusing Wajib Tau!

 Pusing vertigo jelas mengganggu. Tak hanya menghambat aktivitas, dibawa beristirahat pun kerap tak nyaman. Meski seringkali sembuh sendiri, ada lho beberapa makanan dan cara yang boleh dicoba sebagai obat vertigo alami.

Namun sebelumnya, kenali dulu jenis dan penyebab vertigo. Dokter spesialis saraf dari RS Medistra Rimawati Tedjasukmana menjelaskan, jenis pertama yakni vertigo sentral disebabkan masalah pada otak.


Jenis inilah yang bisa menandakan stroke, sumbatan atau pecah pembuluh darah.


Jenis kedua, vertigo perifer yang biasa dialami anak muda, orang dewasa, dan lansia tanpa penyakit stroke. Gejalanya seperti pusing, mual, muntah, dan gangguan pendengaran yang sering terjadi jika tubuh atau kepala berubah posisi secara cepat.


"Vertigo perifer disebabkan kelainan di saraf keseimbangan dan telinga bagian dalam," terang dr Rimawati pada detikcom.


Lalu, apa saja sih obat vertigo alami yang bisa dicoba?


1. Air putih

Banyak minum air putih adalah pertolongan pertama bagi jenis penyakit apa pun, tak terkecuali vertigo. Pasalnya dengan memperbanyak konsumsi air putih, kebutuhan hidrasi tubuh bisa tetap terjaga.


Pada beberapa kasus, dehidrasi bisa menyebabkan pusing dan sakit kepala bak vertigo. Untuk itu, tak ada salahnya langsung minum banyak air putih jika pusing vertigo mulai menyerang.


2. Teh jahe

Jahe banyak disebut-sebut sebagai obat alami gejala flu, batuk, dan radang tenggorokan. Namun rupanya, sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Acupuncture and Tuina Science menunjukan, jahe efektif mengurangi gejala pusing vertigo.


Caranya pun mudah. Masukan akar jahe ke secangkir air mendidih selama 5 menit. Untuk mengurangi rasa pahit, bisa ditambahkan madu. Dipercaya, konsumsi teh jahe sebanyak 2 kali sehari bisa mengatasi gejala pusing dan mual vertigo.


3. Campuran madu dan cuka apel

Dikutip dari Medical News Today, larutan cuka apel dan madu memiliki sifat kuratif untuk melancarkan aliran darah ke otak. Maka itu, perpaduan madu dan cuka apel dipercaya efektif mencegah dan mengobati gejala vertigo.


4. Meditasi

Dikutip dari Healthline, beberapa kasus vertigo rupanya dipicu oleh stres. Mengelola stres tentu bukan hal mudah, namun meditasi dan latihan pernapasan boleh dicoba untuk meminimalkan stres yang kerap merembet pada gejala vertigo.


Jika 4 obat vertigo alami tersebut tak kunjung membuat kondisi membaik, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk penanganan tepat.

https://indomovie28.net/movies/a-turtles-tale-2-sammys-escape-from-paradise/


Kondisi Memburuk, Sekolah Tatap Muka di DKI Jakarta Dihentikan


 DKI Jakarta sebelumnya telah melaksanakan uji coba sekolah tatap muka bertahap. Namun, karena situasi pandemi COVID-19 yang memburuk, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya memutuskan untuk kembali menghentikan sekolah tatap muka.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan program uji coba sekolah tatap muka di Jakarta dimulai ketika kasus aktif COVID-19 ada di angka sekitar 6.000-an. Kini kasus aktif sudah melonjak jadi 20.311 per tanggal 16 Juni 2021.


"Dengan kondisi saat ini dan hasil rapat bersama antar satgas, kita putuskan saat ini tidak dilanjutkan plotting tatap muka tadi. Sambil nanti menunggu bagaimana situasi di DKI Jakarta," kata Widyastuti dalam diskusi yang disiarkan BNPB Indonesia, Kamis (17/6/2021).


Sekolah tatap muka memang masih menjadi polemik di beberapa daerah. Mendikbud Ristek Nadiem Makarim ingin proses belajar di sekolah bisa kembali berlangsung seperti sebelum pandemi.


Kementerian Kesehatan memberi syarat bahwa sekolah tatap muka boleh dilakukan namun terbatas. Lebih detailnya, murid yang hadir tidak boleh lebih dari 25 persen total siswa di sekolah dan proses belajar tatap muka juga tidak lebih dari 2 jam per hari.


Sementara dalam seminggu belajar tatap muka hanya boleh dilakukan dua kali.

https://indomovie28.net/movies/de-mica-en-mica-somple-la-pica/