Minggu, 20 Juni 2021

Alert! Imbas Ledakan Corona, Persi Sebut Jateng Mulai Kekurangan Oksigen

 Sekretaris Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Lia Gardenia Partakusuma mengkhawatirkan pasokan oksigen di tengah lonjakan kasus COVID-19. Ia juga telah mendapt laporan kekurangan tabung oksigen di Jawa Tengah.

"Saat ini kami mendapat laporan kekurangan tabung oksigen ini di Jawa Tengah," katanya dalam jumpa pers virtual, Minggu (20/6/2021).


"Mengenai (kekurangan) oksigen kita pernah mengalami tahun lalu di mana satu provinsi mengeluh hebat bahwa oksigen sama sekali tidak ada. Ini terjadi pada Desember-Januari di NTT," lanjutnya.


Untuk mengantisipasi kekosongan tabung oksigen, Lia mengatakan telah berkomunikasi dengan penyedia agar segera mengirimkan stok oksigen mengantisipasi makin banyaknya kasus Corona.


Stok oksigen menipis sendiri sejalan dengan peningkatan pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit. Belum lagi banyak pasien Corona yang disebut datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi buruk.


"Kami juga mendorong agar provinsi bisa membuat upaya sendiri agar oksigen ini bisa dibuat di daerah," ujarnya.

https://indomovie28.net/movies/just-the-wind/


Lari 32 Km/Jam Saat Lawan Jerman, Cristiano Ronaldo Bakar Berapa Kalori?


Di laga Portugal vs Jerman Euro 2020 semalam, bintang Portugal Cristiano Ronaldo bikin aksi gila lari dengan kecepatan 32 km/jam.

Memasuki menit ke-15, pertandingan masih stagnan di kedudukan 0-0. Saat Portugal sedang diserang habis-habisan oleh Jerman, Ronaldo secepat kilat memutar balik situasi dengan secetak gol.


Atlet berusia 36 tahun ini memang tenar dengan sikap strict-nya soal pola makan, istirahat, dan latihan fisik. Ditambah baru-baru ini, sentimen berat Ronaldo pada minuman manis bersoda semakin mendunia gara-gara aksi menyingkirkan botol Coca-cola di kamera konferensi pers Euro 2020.


Lari dengan kecepatan 32 km/jam, bagaimanapun cukup mencengangkan. Untuk mencapai kecepatan tersebut, Ronaldo harus membakar berapa kalori ya? Mungkinkah aksi dahsyat seperti ini sudah biasa bagi Ronaldo, mengingat gaya hidup sehat dan latihan fisik sudah jadi hidupnya sehari-hari?


Besaran kalori terbakar dari aktivitas lari tak hanya ditentukan oleh jarak atau waktu yang ditempuh. Dalam jarak atau durasi lari yang sama, orang dengan berat badan berbeda akan mengalami pembakaran kalori yang berbeda juga.


American Council on Exercise menyebut, orang dengan berat badan 120 pon (54,4 kg) membakar sekitar 11,4 kalori per menit saat berlari.


Jika memiliki berat 180 pon (81,65 kg), kalori yang terbakar naik menjadi 17 kalori per menit saat berlari. Jadi bisa dibayangkan, untuk membakar 170 kalori, orang dengan berat badan 180 kg harus berlari selama 10 menit.


Semakin besar berat badan, semakin banyak kalori dibakar dalam jarak dan durasi lari yang sama.


"Dibutuhkan lebih banyak energi (kalori) untuk menggerakkan tubuh yang lebih besar dengan jarak yang setara dengan kecepatan tertentu," kata Daniel V. Vigil, profesor klinis asosiasi ilmu kesehatan di David Geffen School of Medicine di UCLA, dikutip dari Healthline, Minggu (10/6/2021).


Kesimpulannya, kecepatan saja tidak bisa jadi ukuran untuk menentukan seberapa banyak kalori yang terbakar saat berlari. Untuk bisa lari 32 km/jam, effort yang dilakukan atlet profesional dengan intensitas latihan fisik dan metabolisme tinggi seperti Ronaldo tentu beda dengan orang kebanyakan.

https://indomovie28.net/movies/like-the-wind/

PERSI Sarankan PSBB di Zona Merah-Oranye, Sanksi Tegas untuk Pelanggar

  Menanggapi kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia, Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) menyarankan agar wilayah berstatus zona merah atau oranye kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sebagaimana di awal pandemi pada 2020.

"Kami berharap sebetulnya pemerintah menerapkan PSBB. Terutama untuk daerah merah dan oranye," kata Sekjen PERSI Lia Partakusuma dalam konferensi pers virtual, Minggu (20/6/2021).


Lia menyebut, PSBB diperlukan melihat sulitnya penerapan protokol kesehatan oleh sebagai masyarakat. Jika pemerintah ingin mempertahankan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro, diperlukan pengawasan ketaatan.


"Terus terang saja, data-data menunjukkan bahwa adakalanya masyarakat ini agak susah diatur untuk yang skala kecil. Skala kecil sangat baik juga. Tetapi butuh adanya SDM (sumber daya manusia) di skala kecil yang tegas," imbuh Lia.


Menurutnya, sanksi dan kebijakan apa pun untuk menghadapi lonjakan kasus ini perlu mengedepankan pembatasan mobilitas. Pasalnya, hingga kini mobilitas masyarakat masih tinggi, sementara celah penyebaran kasus paling besar adalah perpindahan orang dari 1 tempat ke tempat lain.

"Kalau masih ada mobilitas, kesempatan bertemu orang lain, perpindahan virus akan terjadi dengan peningkatan terus-menerus. Ingin sekali ada sanksi tegas, tapi sanksi tegas tidak bisa datang dari kami (PERSI)," ujar Lia.


Konsentrasi besar lainnya adalah risiko rumah sakit penuh sehingga tidak bisa lagi melayani pasien COVID-19. Ia menegaskan, rumah sakit sebisa mungkin memberikan layanan, terutama bagi pasien COVID-19 bergejala berat. Namun perlu diingat, rumah sakit memiliki batasan kemampuan menampung pasien.


"Kami kalau sudah dalam posisi penuh, dalam posisi di mana SDM banyak terpapar. Kemudian pasien artinya tidak percaya dengan apa yang kami lakukan. Itu kami akan sangat terganggu. Kami sama-sama bagian masyarakat juga menginginkan agar pandemi COVID-19 segera cepat berlalu," pungkas Lia.

https://indomovie28.net/movies/wings-of-the-wind/


Alert! Imbas Ledakan Corona, Persi Sebut Jateng Mulai Kekurangan Oksigen


Sekretaris Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Lia Gardenia Partakusuma mengkhawatirkan pasokan oksigen di tengah lonjakan kasus COVID-19. Ia juga telah mendapt laporan kekurangan tabung oksigen di Jawa Tengah.

"Saat ini kami mendapat laporan kekurangan tabung oksigen ini di Jawa Tengah," katanya dalam jumpa pers virtual, Minggu (20/6/2021).


"Mengenai (kekurangan) oksigen kita pernah mengalami tahun lalu di mana satu provinsi mengeluh hebat bahwa oksigen sama sekali tidak ada. Ini terjadi pada Desember-Januari di NTT," lanjutnya.


Untuk mengantisipasi kekosongan tabung oksigen, Lia mengatakan telah berkomunikasi dengan penyedia agar segera mengirimkan stok oksigen mengantisipasi makin banyaknya kasus Corona.


Stok oksigen menipis sendiri sejalan dengan peningkatan pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit. Belum lagi banyak pasien Corona yang disebut datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi buruk.


"Kami juga mendorong agar provinsi bisa membuat upaya sendiri agar oksigen ini bisa dibuat di daerah," ujarnya.

https://indomovie28.net/movies/wind/