Kamis, 24 Juni 2021

5 Cara Simpel Bikin Miss V Kembali 'Nge-grip'

  Vagina yang 'longgar' merupakan salah satu masalah umum yang kerap dialami wanita. Saat vagina tak lagi kencang, hal ini sering kali membuat wanita tidak percaya diri dan terkadang juga mengurangi kepuasan saat berhubungan seks.

Meski vagina longgar merupakan hal normal yang tidak terlalu dipikirkan oleh kebanyakan wanita, tidak sedikit pula wanita yang mencari-cari solusi untuk merapatkan atau mengencangkan kembali area kewanitaannya.

https://nonton08.com/movies/atm-4/


Secara umum, penyebab utama vagina tidak lagi kencang adalah hamil dan melahirkan. Saat vagina sudah mulai terasa longgar, wanita tidak perlu khawatir. Sebab, terdapat sejumlah cara alami yang bisa dilakukan untuk mengencangkan kembali area kewanitaan.


Berikut beberapa di antaranya seperti dikutip dari situs India.com:


1. Jaga pola makan sehat dan seimbang

Hal pertama dan utama yang paling penting untuk mengencangkan kembali vagina adalah dengan mengonsumsi makanan sehat yang bergizi seimbang. Mengubah kebiasaan makan ini tidak hanya akan membuat vagina lebih awet muda, tetapi juga dapat menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Dengan menerapkan diet sehat, tulang dasar panggul pun akan menjadi lebih kuat.


2. Latihan kegel

Latihan kegel merupakan salah satu cara paling populer dan paling direkomendasikan untuk mengencangkan vagina. Dengan rutin melakukan latihan ini, otot dasar panggul akan menjadi lebih kuat. Walhasil, vagina kembali kencang. Untuk menerapkannya, kamu bisa terlebih dahulu menemukan otot panggul dengan cara menghentikan keluarnya urine di tengah-tengah buang air kecil.


Jika sudah menemukannya, kamu bisa melakukan latihan ini dengan mengencangkan vagina dengan berkontraksi selama lima detik. Lakukan kontraksi tersebut sesering mungkin agar vagina kembali kencang.


3. Latihan squat

Bagi wanita yang rutin pergi ke gym tentunya sudah tidak lagi asing dengan latihan yang satu ini. Latihan squat telah terbukti bisa mengencangkan tubuh bagian bawah, termasuk vagina. Untuk yang belum familiar dengan latihan ini, kamu bisa dengan mudah melakukannya di rumah.


Caranya adalah dengan berdiri dan melebarkan sedikit kaki, kemudian tekuk lutut seperti saat sedang duduk. Kemudian tahan beberapa detik dan berdiri. Lakukan secara berulang untuk melatih otot vagina.


4. Peregangan panggul

Sama seperti namanya, latihan peregangan ini bertujuan untuk memperkuat otot panggul. Latihan ini sangat mudah dilakukan, caranya adalah dengan duduk di ujung kursi, kemudian luruskan kaki. Rentangkan tangan ke lutut dan lebarkan bagian lengan. Latihan ini merupakan latihan paling efektif untuk memperkuat kembali otot vagina.

5. Yoga

Kamu tentu sudah familiar dengan yoga, kan? Yoga merupakan latihan yang terbukti efektif untuk kesehatan fisik maupun mental. Rutin melakukan yoga ternyata juga bisa membantu melatih otot yang membuat vagina kembali kencang, lho. Sebab, yoga juga terdiri dari sejumlah latihan yang bisa melatih otot panggul.

https://nonton08.com/movies/atm-3/

Selasa, 22 Juni 2021

Fakta-fakta 'Herd Stupidity', Bebal Berjamaah Berbuah Lonjakan COVID-19

 Di tengah lonjakan kasus COVID-19, pakar epidemiologi Pandu Riono dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menilai Indonesia sudah mencapai 'herd stupidity', alih-alih herd immunity. Menurutnya, baik pemerintah dan masyarakat sama-sama abai terhadap COVID-19.

Istilah 'herd stupidity' ini menggambarkan sikap abai pemerintah dan juga masyarakat terhadap pandemi Corona. Alhasil, Indonesia kini mencatatkan lonjakan kasus COVID-19, padahal sebelumnya kasus sudah terlihat perlahan mulai landai.

https://movieon28.com/movies/chicas-de-alquiler/


Selain jumlah kasus yang melonjak, saat ini juga ada lebih dari 100 kasus varian baru Corona, termasuk varian Delta yang disebut lebih cepat menular dan memperburuk gejala. Varian ini muncul di saat penerapan protokol kesehatan mulai menurun.


1. Apa itu 'herd stupidity'?

Pandu menjelaskan 'herd stupidity' adalah plesetan dari 'herd immunity' yang seharusnya menjadi salah satu solusi untuk mengakhiri pandemi COVID-19. Bertolak belakang dengan herd immunity, herd stupidity membuat pandemi semakin menjadi-jadi.


Menurutnya, masyarakat maupun pemerintah sama-sama berperan dalam membentuk herd stupidity ini. Keduanya dinilai tidak pernah kapok dengan risiko kenaikan kasus seperti pasca mudik Lebaran tahun lalu.


"Herd kan komunal, kebodohan bersama. Itu artinya kebodohan bersama, makanya Indonesia herd stupidity. Sudah tahu mudik dilarang, masih pergi. Sudah diingatkan kemungkinan varian baru, nggak peduli. Sudah tahu mudik bisa meningkatkan kasus, tidak dilarang dengan ketat. Ya baik pemerintah maupun masyarakat sama-sama abai," jelasnya kepada detikcom Senin, (21/6/2021).


2. Apa penyebabnya?

Pandu mengatakan 'herd stupidity' ini muncul karena banyak masyarakat yang meremehkan COVID-19. Hal ini yang mendorong virus untuk bereplikasi hingga berubah menjadi lebih menular.


"Indonesia sudah lama dalam kondisi herd stupidity. Perilaku manusianya yang dorong replikasi virus, memperbanyak diri, dan berubah menjadi lebih mudah menular," cuit Pandu dalam akun Twitternya.


Ini bisa dilihat dari banyaknya warga yang nekat kembali mudik Lebaran di saat transmisi Corona semakin cepat akibat sejumlah varian baru. Tak hanya itu, Pandu juga menilai pemerintah tidak tegas dalam menerapkan berbagai kebijakan di lapangan.


3. Bisa mendatangkan gelombang kedua COVID-19

Herd stupidity ini juga disebut-sebut bisa mendorong Indonesia menuju gelombang kedua COVID-19. Penyebabnya mulai dari karakteristik virus, varian, dan protokol kesehatan yang sudah tidak menjadi perhatian utama.


Dalam penjelasannya, Pandu sangat menyayangkan masyarakat yang tidak menerapkan prokes dengan benar bahkan menganggap seolah pandemi Corona itu tak berarti sama sekali. Inilah yang membuat kasus COVID-19 di Indonesia tak kunjung terkendali.


Menurutnya, puncak Corona pertama terjadi di Januari hingga Februari. Kini, pandemi COVID-19 Indonesia berada di gelombang kedua Corona tetapi belum mencapai puncaknya.


"Kalau kemarin Januari-Februari disebut puncak pertama, ya, saat ini bisa disebut kita sudah di gelombang kedua, tapi belum selesai. Dan ini kemungkinan menuju puncak gelombang kedua yang lebih tinggi dari yang pertama," lanjutnya.

https://movieon28.com/movies/vengeance-of-the-eagle-eye/