Kamis, 05 Desember 2019

Sebelum Jokowi, Almarhum Sutopo Juga Pernah Raih 'Asian of The Year'

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianugerahi Asian of The Year dari media The Straits Times Singapura. Sebelum Jokowi, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, (alm) Sutopo Purwo Nugroho juga pernah meraih anugerah ini tahun lalu.

Sutopo mendapatkan anugerah Asian of the Year 2018. Dilansir dari The Straits Times, Sutopo merupakan salah dari empat orang yang dianggap pemberani dan berjasa dalam penanggulangan bencana di Asia.

Selain Sutopo, ada nama atlet paralayang Singapura Ng Kok Choong, pilot helikopter Angkatan Laut India P Rajkumar, dan pilot Vijay Varma.

Pada 29 November 2018, pria kelahiran Boyolali ini pun mengunggah halaman depan The Straits Times di akun Twitternya. Halaman depan The Straits Times itu memajang wajah Sutopo bersama tiga orang penerima anugerah. Sutopo merasa bangga atas anugerah itu.

Wajah Jokowi terpampang di halaman muka koran The Straits Times Singapura hari ini. Masih di halaman pertama, tertulis 'respected leader, at home and abroad'. Atas anugerah ini, Jokowi pun mengucapkan terima kasih.

"Terima kasih. Ini kehormatan bukan untuk saya semata-mata, tapi untuk Indonesia," kata Jokowi lewat Instagram, Kamis (5/12/2019).

Sementara itu, juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman, turut menyampaikan testimoni. Fadjroel bersyukur anugerah itu diberikan kepada Jokowi.

"Bersyukur tiada hingga kepada Tuhan. Alhamdulillah berkat kerja cerdas bersama seluruh rakyat Indonesia, Presiden Jokowi mendapatkan anugerah Asian of the Year 2019 dari The Straits Times Singapura," kata Fadjroel lewat pesan singkat, Kamis (5/12/2019).

Fadjroel mengatakan penghargaan ini prestisius. "Ini merupakan penghargaan prestisius dan pengakuan prestasi kerja bersama seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.

Raih Asian of The Year, Jokowi: Ini untuk Indonesia

 Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut anugerah Asian of The Year 2019 dari The Straits Times Singapura untuk bangsa Indonesia. Jokowi turut menyampaikan ucapan terima kasihnya.

"Terima kasih. Ini kehormatan bukan untuk saya semata-mata, tapi untuk Indonesia," kata Jokowi lewat Instagram, Kamis (5/12/2019).

Wajah Jokowi terpampang di halaman muka koran The Straits Times Singapura hari ini. Masih di halaman pertama, tertulis 'respected leader, at home and abroad'.

Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengatakan penghargaan ini prestisius. Ia menambahkan, anugerah ini untuk mewujudkan Panca Kerja.

"Modal sosial untuk mewujudkan Panca Kerja: pembangunan SDM, infrastruktur, penyederhanaan birokrasi dan regulasi serta transformasi ekonomi untuk meraih Indonesia Maju, empat besar perekonomian terbesar di dunia pada 2045 (China, USA, India, Indonesia). Kita adalah bangsa pemenang!" ujar Fadjroel.

Selain anugerah dari The Straits Times Singapura, Jokowi juga masuk dalam Top 50 dalam 'The Muslim 500: The World's 500 Most Influential Muslims 2020' atau 50 teratas di antara 500 muslim paling berpengaruh di dunia tahun ini.

Selain anugerah dari The Straits Times Singapura, Jokowi juga masuk dalam Top 50 dalam 'The Muslim 500: The World's 500 Most Influential Muslims 2020' atau 50 teratas di antara 500 muslim paling berpengaruh di dunia tahun ini.

Jaksa Agung ST Burhanuddin Berkunjung ke KPK

Jaksa Agung ST Burhanuddin berkunjung di KPK. Ia langsung masuk ke gedung KPK.

Pantuan detikcom, ST Burhanuddin tiba di KPK Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2019) sekitar pukul 07.50 WIB. Ia tiba dengan mobil dinas dengan nomor polisi RI-50.

Ia terlihat mengenakan pakaian batik. ST Burhanuddin menyalami sejumlah petugas KPK sebelum masuk ke dalam gedung KPK.

ST Burhanuddin belum bicara banyak mengenai kedatangan ke KPK. Ia pun langsung masuk ke gedung KPK.

"Nanti saja ya," kata ST Burhanuddin.

Pertemuan antara Jaksa Agung ST Burhanuddin dan KPK berlangsung tertutup.

Sebelumnya, Menteri Sosial Juliari Batubara dan Kapolri Jenderal Idham Azis juga berkunjung ke KPK pada Senin (4/11). Pertemuan Mensos Juliari dan KPK membahas terkait data warga miskin dan BPJS, sedangkan pertemuan dengan Kapolri Idham
Azis membahas terkait koordinasi pemberantasan korupsi dan penuntasan kasus Novel.

3 Posisi Jaksa Agung Muda Kosong, ST Burhanuddin Tunggu Jokowi

Saat ini ada 3 jabatan jaksa agung muda (JAM) dari total 6 posisi yang kosong. Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin mengaku tengah menunggu keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengisi kekosongan tersebut.

"Untuk Plt (pelaksana tugas), satu hari saya masuk kerja setelah dilantik sudah saya tandatangani Plt untuk diajukan tapi saya tidak akan menyebutkan siapanya," kata Burhanuddin di gedung Nusantara II, kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Seperti diketahui, ada 6 posisi JAM, yaitu Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan (Jambin), Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel), Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum), Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun), serta Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas). Sedangkan 3 posisi yang kosong adalah Jambin, Jamdatun, dan Jampidum.

"Sekarang (surat yang diajukan) sudah di Sekretariat Presiden," imbuh Burhanuddin di hadapan anggota Dewan di Komisi III DPR tersebut.

Burhanuddin pun berharap dalam beberapa hari ke depan sudah bisa dimulai rapat Tim Penilai Akhir (TPA). Dia ingin segera bekerja sesuai dengan instruksi dari Jokowi.

"Jujur saja, saya diminta bergerak cepat tapi kondisi saya pincang," ucapnya.

Memang sebelumnya Burhanuddin dalam rapat dengan Komisi III DPR itu dicecar soal posisi 3 Plt JAM tersebut. Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan mempertanyakan soal ini ke Burhanuddin.

Suksesi jabatan JAM di Kejaksaan Agung (Kejagung) memang melalui proses panjang. Awalnya nama-nama diajukan dan diseleksi melalui TPA seperti disebutkan Burhanuddin di atas. Barulah kemudian hasil dari TPA disetor ke presiden. Para calon JAM itu nantinya akan ditetapkan dalam keputusan presiden (keppres).

Suksesi jabatan JAM di Kejaksaan Agung (Kejagung) memang melalui proses panjang. Awalnya nama-nama diajukan dan diseleksi melalui TPA seperti disebutkan Burhanuddin di atas. Barulah kemudian hasil dari TPA disetor ke presiden. Para calon JAM itu nantinya akan ditetapkan dalam keputusan presiden (keppres).