Rabu, 08 Januari 2020

Gumbasalu, Gua Penuh Stalaktit Cantik di Donggala

Gua Gumbasalu yang berada di perbatasan Donggala dan Pasangkayu, Sulawesi Barat layak untuk traveler kunjungi. Gua ini dipenuhi stalaktit cantik.

Gua Gumbasalu merupakan salah satu gua yang wajib untuk dikunjungi para pencinta petualang menantang yang senang dengan wisata extrem.

Dari informasi yang saya dapatkan, terdapat beberapa lokasi gua di daerah ini. Namun berhubung informasi yang kami peroleh mengenai akses ke lokasi kurang, sehingga yang bisa kami temukan hanya satu.

Memasuki Gua Gumbasalu dari arah jalan trans, terdapat petunjuk ke arah lokasi. Namun hal tersulit adalah menemukan letak gua yang berada di antara kebun cokelat milik warga. Tidak ada petunjuk lagi yang kami dapatkan, sehingga harus menanyakan kepada salah satu penduduk.

Kami diarahkan melewati jalan setapak di antara kebun-kebun cokelat dan semak belukar. Saya anjurkan untuk punya kompas, sekedar jaga-jaga kalau tersesat di kebun cokelat.

Karena area ini jarang dikunjungi, membuat Gua Gumbasalu tidak memiliki akses yang cukup untuk bisa dilewati. Letak mulut gua yang tertutup semak belukar akan sangat mempersulit menemukan gua ini.

Namun untungnya kami dapat menemukan pintu masuk gua dengan cepat. Walaupun demikian, pencarian terbilang tidaklah mudah. Gua Gumbasalu terbilang extrem karena jarang dikunjungi, sehingga timbul sedikit ketegangan saat memasuki pintu gua.

Karena rasa penasaran yang cukup tinggi, kami pun segera masuk. Pertama berada di dalam gua, kita akan disambut ratusan kelelawar penghuni gua yang berhamburan terbang dan bergantungan di atap gua.

Sepanjang menyusuri lorong-lorong gua yang sangat kecil, terasa oksigen mulai menipis, akan menambah sensasi ketegangan. Namun pada akhirnya kita pun berada pada pemandangan stalaktit. Gua Gumbasalu membayar ketegangan selama menelusuri gua.

Di Yogya Kamu Bisa Ngopi Sambil Main Air

Liburan ke Yogyakarta, kamu bisa coba main ke Kampung Wisata Flory. Di sini bisa ngopi sambil main air lho. Asyik banget!

Bagiku yang sejak 1,5 tahun lalu pindah ke Jakarta, ketika pulang ke Yogya, wisata kuliner menjadi hal yang wajib dilakukan. Seperti beberapa hari kemarin, aku dan keluarga makan siang di kawasan Kampung Flory di daerah Plaosan Tlogoadi Mlati Sleman, Yogyakarta.

Sampai disana, karena kebetulan hari Sabtu, Kawasan Kampung Flory ini sangat ramai. Ternyata kawasan ini mengkombinasikan antara kuliner serta wahana wisata. Di Desa Wisata Flory yang berada di kawasan Kampung Flory, kita akan menemukan dua lokasi kuliner yang memiliki sejumlah wahana wisata, yakni Bali nDeso dan Kopi Keceh.

Sekilas lokasinya nampak nyaman, parkir luas, masakannya enak, dan setelah melihat menu harganya juga terjangkau. Kedua lokasi kuliner ini berdekatan dan punya atmosfer yang sama berupa gaya etnik khas pedesaan dengan ruang makan terbuka yang langsung menghadap pemandangan alam. Tak jauh dari keduanya ada Puri Mataram dan Iwak Kalen.

Dari yang aku baca, kawasan kuliner ini dulunya lahan yang kurang maksimal pemanfaatannya. Bahkan ada yang sangat jarang dirambah warga sekitar. Lalu oleh sejumlah orang bekerjasama dengan generasi muda sekitar, lahan ini diubah menjadi lokasi kuliner yang dikombinasikan dengan wahana wisata.

Di kopi keceh sendiri, salah satu menu yang paling banyak diburu pengunjung konon adalah minumannya yaitu Kopi Keceh. Kopi Keceh merupakan kopi susu dengan campuran ketan hitam, dengan pemanis dari gula merah. Kopi yang digunakan jenis robusta dari Temanggung Jawa Tengah. Harga segelas Kopi Keceh ini pun tak menguras kantong karena hanya Rp 18 ribu.

Kalau mau makan di sini, ada berbagai pilihan paket yang bisa kita pesen. Ada Paket Juragan (untuk enam orang) yang isinya berupa satu ekor gurame jumbo (masak asam manis), enam ekor Nila Bakar, satu bakul nasi putih, satu porsi ca kangkung, satu porsi ca brokoli, enam gelas teh manis, enam botol air mineral, enam gelas jus jambu plus seporsi buah segar yang harganya Rp 325 ribu.

Ada pula paket per orang atau disebut Paket Priyayi yang isinya menu ayam atau nila masak goreng atau bakar plus seporsi nasi, tahu goreng, lalapan dan sambal yang harganya mulai Rp 18-22 ribu per paket.

Bangkitkan Pariwisata Lombok, Polda NTB Gelar Turnamen Golf

Polda NTB menggelar acara sport tourism bertajuk Golf Sinergitas. Selain untuk memperingati Hari Bhayangkara ke-73, juga untuk membangkitkan pariwisata Lombok.

Acara sport tourism yang bertajuk Golf Sinergitas itu merupakan rangkaian terakhir dari pelbagai kegiatan yang dilakukan dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-73 di Polda NTB.

Kegiatan yang dibuka oleh Kapolda NTB, Irjen Nana Sudjana itu berlangsung pada Sabtu (27/7) kemarin di Lombok Golf Kosaido Country Club Pantai Sira, Kabupaten Lombok Utara.

"Adapun maksud dan tujuannya antara lain kami dapat bersilaturahmi dengan masyarakat sekitar melalui Bhakti Sosial dengan pembagian bingkisan dan sembako. Kami juga ingin membantu kebangkitan pariwisata di NTB pascagempa bumi yang lalu," ujar Kapolda NTB, Irjen Nana Sudjana dalam keterangannya, Minggu (28/7/2019).

"Di samping itu dengan kebersamaan FKPD dan elemen masyarakat lainnya kami tetap bersinergi dalam upaya pembinaan kamtibmas," imbuhnya.

Dalam turnamen yang dilaksanakan sehari tersebut, Nana memenangkan Best Gross Peringkat Pertama dan Wakapolda NTB Brigjen Tajuddin, meraih Best Nett Pertama.

"Semoga Golf Sinergitas ini dapat berlanjut terus dengan inisiasi dari FKPD dan elemen masyarakat lain," tutup Nana.

Gumbasalu, Gua Penuh Stalaktit Cantik di Donggala

Gua Gumbasalu yang berada di perbatasan Donggala dan Pasangkayu, Sulawesi Barat layak untuk traveler kunjungi. Gua ini dipenuhi stalaktit cantik.

Gua Gumbasalu merupakan salah satu gua yang wajib untuk dikunjungi para pencinta petualang menantang yang senang dengan wisata extrem.

Dari informasi yang saya dapatkan, terdapat beberapa lokasi gua di daerah ini. Namun berhubung informasi yang kami peroleh mengenai akses ke lokasi kurang, sehingga yang bisa kami temukan hanya satu.

Memasuki Gua Gumbasalu dari arah jalan trans, terdapat petunjuk ke arah lokasi. Namun hal tersulit adalah menemukan letak gua yang berada di antara kebun cokelat milik warga. Tidak ada petunjuk lagi yang kami dapatkan, sehingga harus menanyakan kepada salah satu penduduk.

Kami diarahkan melewati jalan setapak di antara kebun-kebun cokelat dan semak belukar. Saya anjurkan untuk punya kompas, sekedar jaga-jaga kalau tersesat di kebun cokelat.

Karena area ini jarang dikunjungi, membuat Gua Gumbasalu tidak memiliki akses yang cukup untuk bisa dilewati. Letak mulut gua yang tertutup semak belukar akan sangat mempersulit menemukan gua ini.

Namun untungnya kami dapat menemukan pintu masuk gua dengan cepat. Walaupun demikian, pencarian terbilang tidaklah mudah. Gua Gumbasalu terbilang extrem karena jarang dikunjungi, sehingga timbul sedikit ketegangan saat memasuki pintu gua.

Karena rasa penasaran yang cukup tinggi, kami pun segera masuk. Pertama berada di dalam gua, kita akan disambut ratusan kelelawar penghuni gua yang berhamburan terbang dan bergantungan di atap gua.

Sepanjang menyusuri lorong-lorong gua yang sangat kecil, terasa oksigen mulai menipis, akan menambah sensasi ketegangan. Namun pada akhirnya kita pun berada pada pemandangan stalaktit. Gua Gumbasalu membayar ketegangan selama menelusuri gua.