Polda NTB menggelar acara sport tourism bertajuk Golf Sinergitas. Selain untuk memperingati Hari Bhayangkara ke-73, juga untuk membangkitkan pariwisata Lombok.
Acara sport tourism yang bertajuk Golf Sinergitas itu merupakan rangkaian terakhir dari pelbagai kegiatan yang dilakukan dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-73 di Polda NTB.
Kegiatan yang dibuka oleh Kapolda NTB, Irjen Nana Sudjana itu berlangsung pada Sabtu (27/7) kemarin di Lombok Golf Kosaido Country Club Pantai Sira, Kabupaten Lombok Utara.
"Adapun maksud dan tujuannya antara lain kami dapat bersilaturahmi dengan masyarakat sekitar melalui Bhakti Sosial dengan pembagian bingkisan dan sembako. Kami juga ingin membantu kebangkitan pariwisata di NTB pascagempa bumi yang lalu," ujar Kapolda NTB, Irjen Nana Sudjana dalam keterangannya, Minggu (28/7/2019).
"Di samping itu dengan kebersamaan FKPD dan elemen masyarakat lainnya kami tetap bersinergi dalam upaya pembinaan kamtibmas," imbuhnya.
Dalam turnamen yang dilaksanakan sehari tersebut, Nana memenangkan Best Gross Peringkat Pertama dan Wakapolda NTB Brigjen Tajuddin, meraih Best Nett Pertama.
"Semoga Golf Sinergitas ini dapat berlanjut terus dengan inisiasi dari FKPD dan elemen masyarakat lain," tutup Nana.
Gumbasalu, Gua Penuh Stalaktit Cantik di Donggala
Gua Gumbasalu yang berada di perbatasan Donggala dan Pasangkayu, Sulawesi Barat layak untuk traveler kunjungi. Gua ini dipenuhi stalaktit cantik.
Gua Gumbasalu merupakan salah satu gua yang wajib untuk dikunjungi para pencinta petualang menantang yang senang dengan wisata extrem.
Dari informasi yang saya dapatkan, terdapat beberapa lokasi gua di daerah ini. Namun berhubung informasi yang kami peroleh mengenai akses ke lokasi kurang, sehingga yang bisa kami temukan hanya satu.
Memasuki Gua Gumbasalu dari arah jalan trans, terdapat petunjuk ke arah lokasi. Namun hal tersulit adalah menemukan letak gua yang berada di antara kebun cokelat milik warga. Tidak ada petunjuk lagi yang kami dapatkan, sehingga harus menanyakan kepada salah satu penduduk.
Kami diarahkan melewati jalan setapak di antara kebun-kebun cokelat dan semak belukar. Saya anjurkan untuk punya kompas, sekedar jaga-jaga kalau tersesat di kebun cokelat.
Karena area ini jarang dikunjungi, membuat Gua Gumbasalu tidak memiliki akses yang cukup untuk bisa dilewati. Letak mulut gua yang tertutup semak belukar akan sangat mempersulit menemukan gua ini.
Namun untungnya kami dapat menemukan pintu masuk gua dengan cepat. Walaupun demikian, pencarian terbilang tidaklah mudah. Gua Gumbasalu terbilang extrem karena jarang dikunjungi, sehingga timbul sedikit ketegangan saat memasuki pintu gua.
Karena rasa penasaran yang cukup tinggi, kami pun segera masuk. Pertama berada di dalam gua, kita akan disambut ratusan kelelawar penghuni gua yang berhamburan terbang dan bergantungan di atap gua.
Sepanjang menyusuri lorong-lorong gua yang sangat kecil, terasa oksigen mulai menipis, akan menambah sensasi ketegangan. Namun pada akhirnya kita pun berada pada pemandangan stalaktit. Gua Gumbasalu membayar ketegangan selama menelusuri gua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar