Kamis, 09 Januari 2020

Tempat yang Wajib Didatangi di Taman Nasional Komodo (3)

Saat sampai di puncak padar, bibir ini tak hentinya mengucap rasa syukur menikmati indahnya surga tersembunyi di NTT. Pemandangan di atas Padar sangat menakjubkan! Bukit-bukit menjulang di sana sini, warna coklat mendominasi, laut hijau kebiru-biruan terbagi oleh bukit yang bercabang seolah membentuk bintang raksasa, putihnya pasir pantai pun ikut serta melambai-lambai seolah ingin diselami. Inilah negeriku, negeri kebanggaanku dengan sejuta pesona alam bak surga dunia.

Pesona pasir merah muda di Pink Beach

Berbeda dengan pasir pantai biasanya yang berwarna hitam atau putih. Pink Beach menawarkan keunikan tersendiri dengan ciri khas pasir pantai berwarna pink. Pink Beach merupakan salah satu dari 7 pantai pink yang ada di Dunia. Keunikan warna pasir pantai dikarenakan retakan terumbu karang Homotrema rubrum berwarna merah yang menyelimuri tepi pantai.

Tak hanya untuk berwisata tetapi kami juga mengumpulkan sampah demi terciptanya keindahan surga di Pink Beach. Sesampainya di Pink Beach kita akan disuguhkan keindahan hamparan gugusan pulau diselimuti sabana rumput kecoklatan yang mengelilingi dataran pasir berwarna pink. Beningnya air pantai yang bergradiasi biru dan toska membuat karang di dasar laut terlihat begitu mempesona.

Dubai, my dream destination

Dubai menjadi negara dream destination yang sangat ingin kukunjungi. Kota termewah di Uni Emirat Arab yang memukau mata setiap insan akan kemegahan gedung pencakar langitnya. Jika saya dapat mewujudkan dream destination saya ke Dubai bersama detikTravel dan Visit Dubai akan kukunjungi berbagai ikon terkemuka di Dubai. Ini bucket list saya di Dubai!

1. Burj Khalifa. Hal pertama yang wajib saya kunjungi saat di Dubai yaitu melihat keeksotisan gedung tertinggi di dunia. Membayangkan serunya naik ke atas melihat hamparan gedung-gedung pencakar langit tak lupa mengabadikannya dengan jepretan foto. Wow, ini mimpi saya.

2. Dubai Fountain. Tak lengkap rasanya ke Dubai tanpa melihat air mancur terbesar di dunia. Wisatawan dapat menikmati keindahan air mancur sambil bersantai ditemani lagu-lagu indah dengan gratis.

3. Dubai Mall, mal terbesar di dunia yang merupakan surga bagi untuk shopping. Ingin sekali berkunjung ke mal yang dilengkapi akuarium besar dan ring es dengan kapasitas 2.000 orang untuk bermain ice-skating.

4. Miracle Garden. Sebagai anak muda yang suka berfoto, tempat wajib yang harus saya kunjungi adalah Miracle Garden di Dubailand. 45 juta lebih bunga akan memanjakan mata dilengkapi Aromatic Garden, Butterfly Park, Colorful Peacocks dan Floral Clock.

5. Burj Al Arab dan Palm Islands. Ikon Dubai ini merupakan hotel bintang 7 dan pulau buatan yang berisikan banyak atraksi, hotel terkenal, shopping mal dan fashion mewah yang akan membuat wisatawan terhipnosis.

Itulah Dream Destination yang ingin kulakukan di Dubai, negari impian yang sangat ingin kudatangi. Semoga bisa pergi ke Dubai bersama detikTravel and Dubai Tourism Board. Semoga mimpi saya terwujud menjadi nyata.

Tempat yang Wajib Didatangi di Taman Nasional Komodo (2)

Taka Makassar, surga bawah laut yang mengagumkan

Bersama Masyarakat Peduli Sampah (MPS) kami Tim KKN berkesempatan mengeksplore keindahan Taka Makassar. Tujuan kami tak hanya untuk berwisata melainkan untuk menjaga keindahan ekosistem alam dengan memungut sampah dan senam pagi.

Sesampainya di Taka Makassar. Mata akan disuguhkan dengan hamparan pasir putih kemerah-merahan berpadu dengan kejernihan air berwarna toska dilengkapi keindahan pemandangan bawah laut yang mempesona. Kapal-kapal terlihat seperti melayang di atas air karena kejernihan air lautnya. Taka Makassar merupakan gundukan pasir putih yang membentuk pulau berbentuk huruf C. Sesampainya disana, tak sabar hati ini untuk melangkahkan kaki mengambil spot-spot surgawi dengan lensa kamera. Pemandangan sungguh luar biasa membuat saya semakin bangga terlahir menjadi generasi muda Indonesia.

Matahari bersinar cerah diiringi hembusan angin sepoi-sepoi yang membuat kami semakin bersemangat untuk melakukan senam pagi. Iringan lagu daerah NTT mengiringi gerak senam kami membuat tubuh terasa bugar dan semangat. Kemudian kami membersihkan pulau dengan mengambil sampah yang berserakan. Sebagai generasi muda, tidak sepantasnya kita merusak keindahan alam Indonesia dengan membuang sampah sembarangan. Bawalah sampah atau buanglah sampah pada tempatnya saat kita travelling agar keindahan alam Indonesia tetap lestari.

Gili Lawa

Gili Lawa merupakan sebuah pulau kecil tak berpenghuni di gugusan Kepulauan Komodo. Semenjak tragedi kebakaran pada tanggal 1 Agustus 2018, Gili Lawa sangat sepi pengunjung. Gili Lawa yang dulunya terkenal dengan keindahan hijaunya hamparan sabana kini telah berubah menjadi gersang. Sabana menjadi coklat dan pepohonan terlihat rapuh tanpa daun. Akan tetapi pemandangan tersebut memiliki daya tarik tersendiri, kita seperti berada di Korea dengan suasana musim gugur yang menghangatkan.

Di pulau kecil yang tak berpenghuni ini terdapat satu posko dengan arsitektur khas NTT yang dihuni petugas TNK untuk menjaga dan melindungi Gili Lawa. Kami memutuskan untuk berteduh dari teriknya sinar matahari di Posko TNK sambil mengisi tenaga sebelum memunguti sampah. Setelah sang surya telah bersembunyi dibalik awan, bergegas kami melangkahkan kaki memunguti sampah di Gili Lawa. Kemudian kami beristirahat di bawah pohon sambil membawa kulit mangga yang buahnya telah kita makan di Taka Makassar.

Tiba-tiba segerombolan rusa liar mendekat sambil memakan kulit mangga yang kami bawa. Ini adalah pengalaman pertama saya berinteraksi dengan rusa liar secara langsung. Rusa begitu jinak dan dapat diajak berinteraksi dengan manusia. Rasanya tak ingin kami menyia-nyiakan momen langka ini tanpa mengabadikannya dengan lensa kamera.

Surga di Pulau Padar

Ada seseorang yang bilang bagai sayur tanpa garam kalau kamu ke Labuan Bajo tanpa berkunjung ke Pulau Padar. Kalimat tersebut terngiang ketika saya berkesempatan untuk dapat mengabdi di Desa Komodo bersama Tim KKN Mandiri UNNES Desa Komodo, kami wajib menginjakkan kaki di pulau Padar. Kami bersama pemuda desa Komodo berlibur ke Pulau Padar.

Perjalanan dari desa Komodo sampai ke Pulau Padar membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Terlintas dalam benakku perjalanan akan membosankan karena jarak yang cukup jauh dari desa, tetapi dugaanku salah! Sepanjang perjalanan kita disuguhkan hamparan air laut biru kehijauan yang sangat jernih, terumbu karang di dasar laut terlihat begitu menawan dilengkapi gugusan perbukitan coklat yang menyejukkan mata. Suara mesin kapal terhenti menandakan kami telah sampai di Pulau Padar.