Ajang lomba lari Ambarawa Heritage Run 2019 akan digelar buat traveler. Berlari sambil melintasi bangunan bersejarah, traveler bisa menang hadiah ratusan juta.
Mengemas event olahraga lari dengan wisata sejarah, bukan sesuatu yang tidak mungkin. Pada 26-27 Oktober 2019 ini, Ambarawa bakal menjadi tuan rumah bagi pencinta olahraga lari dari kalangan nasional ataupun internasional.
Agenda olahraga lari yang bertajuk Ambarawa Heritage Run (AHR) 2019 itu rencananya akan melintasi beberapa lokasi bersejarah di Kabupaten Semarang. Menurut Ketua Umum AHR 2019, Fransisca Romana, event AHR kali ini menargetkan ribuan runer dari dalam dan luar negeri.
"Kami panitia AHR 2019 optimis peserta akan mencapai 5000 runer atau dua kali lipat dari jumlah peserta tahun lalu. Maka dari itu, jauh-jauh hari kami persiapkan event ini secara matang dan mampu menjamu para runer dengan pelayanan yang terbaik," terang Fransisca kepada awak media di Gedung Pertemuan SMP Pangudi Luhur Ambarawa, Jumat (12/07/2019) sore.
Ia menambahkan rute yang akan dilewati nanti meliputi pemandangan areal persawahan Jalur Lingkar Ambarawa (JLA), Benteng Pendhem, dan Museum kereta Api. Dari informasi yang dihimpun detikcom, panitia akan membagi rute lari ke dalam berbagai kategori jarak tempuh.
"Ada tiga kategori, mulai dari 5K Costume Festival, 5K Fun Run, 10K hingga 31K Trail and Speed Run. Total hadiah dari seluruh kategori lebih dari 500 juta rupiah," terang Fransisca.
Ia menambahkan, seluruh informasi terkait AHR 2019 bisa diakses melalui www.ambarawaheritagerun.com. Di dalam web itu terdapat informasi rute dan susunan kegiatan secara mendetail.
"Kalau dari pendaftaran mulai dari 250 ribu hingga 700 ribu. Kami akan beri pelayanan yang terbaik mulai dari kualitas jersey, pos air minum dan suplemen vitamin, desain medali yang menarik dan hadiah bagi para juara event AHR 2019," tandas Fransisca.
Marak Guide Ilegal Rusia, Bali Bentuk Tim Satgas
Maraknya guide ilegal asal Rusia bikin Pemprov Bali gerah. Tim satgas akan dibentuk untuk menanggulanginya.
Dinas Pariwisata Provinsi Bali sudah mendapatkan laporan soal keberadaan guide ilegal asal Rusia yang bikin resah pemandu lokal. Sebagai tindak lanjutnya, Dispar bakal membentuk tim satgas untuk mengatasi persoalan ini.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Bali Putu Astawa mengatakan pihaknya juga sudah rapat dengan pihak-pihak terkait pada Selasa (9/7) lalu. Pertemuan itu mengundang pihak Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), perwakilan dari Dinas Pariwisata Badung, Kantor Imigrasi Denpasar, Satpol PP Bali dan Kabupaten Badung.
"Saya sudah rapatkan dengan menghadirkan imigrasi, HPI dari divisi Rusia, Satpol PP baik provinsi maupun kabupaten Badung dan Denpasar untuk menyamakan persepsi kita terhadap keluhan HPI guide-guide itu. Dari kesimpulan itu terungkap informasi itu," kata Astawa saat berbincang via telepon, Jumat (12/7/2019).
Dari hasil rapat itu pihaknya berencana untuk mebentuk satgas khusus yang berkepentingan untuk menangani guide-guide ilegal di Bali. Nantinya leading sector satgas ini berada di bawah Dinas Pariwisata dengan anggota Imigrasi dan Satpol PP.
"Solusinya nanti saya akan menjelaskan ke Satpol PP karena ada perda-perda yang ditegakkan Satpol PP mana yang legal dan non legal. Nanti kita akan bentuk satgas yang akan dianggotai unsur-unsur dari Imigrasi, HPI, Satpol PP, nanti kita lakukan sidak-sidak begitulah untuk menertibkan yang begitu-begitu. Jadi solusinya diperlukan satgas untuk penegakan hukum bagi yang ilegal-ilegal itu," urainya.
Dia menambahkan pihaknya sudah mengajukan proposal ke Gubernur Bali Wayan Koster terkait pembentukan tim satgas ini. Jika nantinya disetujui pihaknya juga bakal menyusun anggaran untuk penindakan.