Senin, 13 Januari 2020

Seru Nih! Lomba Lari Sambil Melintasi Bangunan Bersejarah

Ajang lomba lari Ambarawa Heritage Run 2019 akan digelar buat traveler. Berlari sambil melintasi bangunan bersejarah, traveler bisa menang hadiah ratusan juta.

Mengemas event olahraga lari dengan wisata sejarah, bukan sesuatu yang tidak mungkin. Pada 26-27 Oktober 2019 ini, Ambarawa bakal menjadi tuan rumah bagi pencinta olahraga lari dari kalangan nasional ataupun internasional.

Agenda olahraga lari yang bertajuk Ambarawa Heritage Run (AHR) 2019 itu rencananya akan melintasi beberapa lokasi bersejarah di Kabupaten Semarang. Menurut Ketua Umum AHR 2019, Fransisca Romana, event AHR kali ini menargetkan ribuan runer dari dalam dan luar negeri.

"Kami panitia AHR 2019 optimis peserta akan mencapai 5000 runer atau dua kali lipat dari jumlah peserta tahun lalu. Maka dari itu, jauh-jauh hari kami persiapkan event ini secara matang dan mampu menjamu para runer dengan pelayanan yang terbaik," terang Fransisca kepada awak media di Gedung Pertemuan SMP Pangudi Luhur Ambarawa, Jumat (12/07/2019) sore.

Ia menambahkan rute yang akan dilewati nanti meliputi pemandangan areal persawahan Jalur Lingkar Ambarawa (JLA), Benteng Pendhem, dan Museum kereta Api. Dari informasi yang dihimpun detikcom, panitia akan membagi rute lari ke dalam berbagai kategori jarak tempuh.

"Ada tiga kategori, mulai dari 5K Costume Festival, 5K Fun Run, 10K hingga 31K Trail and Speed Run. Total hadiah dari seluruh kategori lebih dari 500 juta rupiah," terang Fransisca.

Ia menambahkan, seluruh informasi terkait AHR 2019 bisa diakses melalui www.ambarawaheritagerun.com. Di dalam web itu terdapat informasi rute dan susunan kegiatan secara mendetail.

"Kalau dari pendaftaran mulai dari 250 ribu hingga 700 ribu. Kami akan beri pelayanan yang terbaik mulai dari kualitas jersey, pos air minum dan suplemen vitamin, desain medali yang menarik dan hadiah bagi para juara event AHR 2019," tandas Fransisca.

Marak Guide Ilegal Rusia, Bali Bentuk Tim Satgas

Maraknya guide ilegal asal Rusia bikin Pemprov Bali gerah. Tim satgas akan dibentuk untuk menanggulanginya.

Dinas Pariwisata Provinsi Bali sudah mendapatkan laporan soal keberadaan guide ilegal asal Rusia yang bikin resah pemandu lokal. Sebagai tindak lanjutnya, Dispar bakal membentuk tim satgas untuk mengatasi persoalan ini.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Bali Putu Astawa mengatakan pihaknya juga sudah rapat dengan pihak-pihak terkait pada Selasa (9/7) lalu. Pertemuan itu mengundang pihak Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), perwakilan dari Dinas Pariwisata Badung, Kantor Imigrasi Denpasar, Satpol PP Bali dan Kabupaten Badung.

"Saya sudah rapatkan dengan menghadirkan imigrasi, HPI dari divisi Rusia, Satpol PP baik provinsi maupun kabupaten Badung dan Denpasar untuk menyamakan persepsi kita terhadap keluhan HPI guide-guide itu. Dari kesimpulan itu terungkap informasi itu," kata Astawa saat berbincang via telepon, Jumat (12/7/2019).

Dari hasil rapat itu pihaknya berencana untuk mebentuk satgas khusus yang berkepentingan untuk menangani guide-guide ilegal di Bali. Nantinya leading sector satgas ini berada di bawah Dinas Pariwisata dengan anggota Imigrasi dan Satpol PP.

"Solusinya nanti saya akan menjelaskan ke Satpol PP karena ada perda-perda yang ditegakkan Satpol PP mana yang legal dan non legal. Nanti kita akan bentuk satgas yang akan dianggotai unsur-unsur dari Imigrasi, HPI, Satpol PP, nanti kita lakukan sidak-sidak begitulah untuk menertibkan yang begitu-begitu. Jadi solusinya diperlukan satgas untuk penegakan hukum bagi yang ilegal-ilegal itu," urainya.

Dia menambahkan pihaknya sudah mengajukan proposal ke Gubernur Bali Wayan Koster terkait pembentukan tim satgas ini. Jika nantinya disetujui pihaknya juga bakal menyusun anggaran untuk penindakan.

Mengenal Pulau Rinca, Tempat Jokowi Melihat Komodo

Presiden Jokowi baru saja mengunjungi Pulau Rinca di NTT. Mari mengenali pulau yang merupakan habitatnya komodo, si Naga Purba!

Kamis (11/7/2019), Presiden Jokowi berkunjung ke Pulau Rinca. Bersama jajarannya serta Pemprov NTT dan pihak Taman Nasional Komodo, Jokowi melihat komodo di Pulau Rinca, berdiskusi soal pengembangan pariwisata di Labuan Bajo dan soal konservasi komodo.

"Kita tahu di sini (Taman Nasional Komodo-red) yang ada komodonya adalah di Pulau Rinca dan Pulau Komodo. Ini Pulau komodo kurang lebih ada 1.700 komodo dan di Pulau rinca kurang lebih ada 1.040 komodo," ujar Jokowi kepada awak media.

Dalam catatan detikcom, Pulau Rinca berada sekitar 2 jam naik boat dari Pulau Komodo. Pulau Rinca punya luas 190-an km persegi.

Pulau Rinca merupakan zona inti taman nasional, sesuai Peta Zonasi Taman Nasional Komodo. Artinya, pulau ini merupakan rumah bagi komodo dan hidup secara liar.

Soal komodo di Pulau Rinca, ternyata ada perbedaan antara komodo di sana dan komodo di Pulau Komodo. Komodo di Pulau Rinca lebih agresif.

Hal itu dikarenakan cuaca di Pulau Rinca yang cukup terik dan konturnya didominasi padang savana. Kasus ranger diserang komodo lebih banyak di Pulau Rinca dibanding di Pulau Komodo.

Tapi, komodo di Pulau Komodo ukurannya lebih besar dibanding di Pulau Rinca. Tak ayal, sebabnya lebih banyak mangsa bagi komodo di sana karena pulaunya didominasi hutan yang lebat. Lebih banyak rusa dan hewan-hewan lainnya sebagai santapan komodo.

Tahukah kamu, Pulau Rinca nyatanya dihuni penduduk. Penduduk di Pulau Rinca pun sudah lebih dulu ada dibanding Taman Nasional Komodo itu sendiri.

Pulau Rinca punya dua kampung yang jumlah penduduknya kalau ditotal sekitar 1.000-an orang. Dua kampung itu bernama Kampung Rinca dan Kampung Karora, yang mana lebih banyak penduduknya di Kampung Rinca.

Penduduk di Pulau Rinca bermatapencaharian sebagai nelayan. Namun kini, sudah banyak yang beralih pada bidang pariwisata dengan menjadi guide dan penyewa kapal.

Wisatawan pun bisa mampir ke kampung-kampungnya. Bertemu dengan penduduknya yang ramah, yang rasanya sudah terbiasa hidup dengan komodo. Rumahnya saja dibuat seperti model rumah panggung.

Tertarik datang ke Pulau Rinca?

Seru Nih! Lomba Lari Sambil Melintasi Bangunan Bersejarah

Ajang lomba lari Ambarawa Heritage Run 2019 akan digelar buat traveler. Berlari sambil melintasi bangunan bersejarah, traveler bisa menang hadiah ratusan juta.

Mengemas event olahraga lari dengan wisata sejarah, bukan sesuatu yang tidak mungkin. Pada 26-27 Oktober 2019 ini, Ambarawa bakal menjadi tuan rumah bagi pencinta olahraga lari dari kalangan nasional ataupun internasional.

Agenda olahraga lari yang bertajuk Ambarawa Heritage Run (AHR) 2019 itu rencananya akan melintasi beberapa lokasi bersejarah di Kabupaten Semarang. Menurut Ketua Umum AHR 2019, Fransisca Romana, event AHR kali ini menargetkan ribuan runer dari dalam dan luar negeri.

"Kami panitia AHR 2019 optimis peserta akan mencapai 5000 runer atau dua kali lipat dari jumlah peserta tahun lalu. Maka dari itu, jauh-jauh hari kami persiapkan event ini secara matang dan mampu menjamu para runer dengan pelayanan yang terbaik," terang Fransisca kepada awak media di Gedung Pertemuan SMP Pangudi Luhur Ambarawa, Jumat (12/07/2019) sore.

Ia menambahkan rute yang akan dilewati nanti meliputi pemandangan areal persawahan Jalur Lingkar Ambarawa (JLA), Benteng Pendhem, dan Museum kereta Api. Dari informasi yang dihimpun detikcom, panitia akan membagi rute lari ke dalam berbagai kategori jarak tempuh.

"Ada tiga kategori, mulai dari 5K Costume Festival, 5K Fun Run, 10K hingga 31K Trail and Speed Run. Total hadiah dari seluruh kategori lebih dari 500 juta rupiah," terang Fransisca.

Ia menambahkan, seluruh informasi terkait AHR 2019 bisa diakses melalui www.ambarawaheritagerun.com. Di dalam web itu terdapat informasi rute dan susunan kegiatan secara mendetail.

"Kalau dari pendaftaran mulai dari 250 ribu hingga 700 ribu. Kami akan beri pelayanan yang terbaik mulai dari kualitas jersey, pos air minum dan suplemen vitamin, desain medali yang menarik dan hadiah bagi para juara event AHR 2019," tandas Fransisca.