Selasa, 14 Januari 2020

Trans Studio Cibubur Punya 2 Wahana Canggih, Pertama di Dunia!

 Trans Studio Cibubur wajib jadi destinasi liburan keluarga Anda selanjutnya. Ada 2 wahana canggih yang pertama kali ada di dunia.

"Kita memiliki wahana Pacific Rim dan Jurassic Island yang merupakan yang pertama di dunia," ungkap Founder & Chairman CT Corp, Chairul Tanjung (CT) saat meninjau lokasi, Selasa (9/7/2019) malam.

Wahana Pacific Rim adalah wahana dark ride 4 dimensi dengan teknologi yang imersif, diselingi dengan konsep walkthrough di lorong petualangan yang belum pernah ada di dunia. Tema ceritanya adalah melawan monster Kaiju yang mengganggu Indonesia dengan robot Jaeger terbaru bernama Storm Garuda.

Sedangkan wahana Jurassic Island adalah wahana flume ride atau perahu yang untuk pertama kali di dunia memakai teknologi Immersive Tunnel Flume Ride dengan cerita bertualang ke dunia dinosaurus. Wahana perahu ini menampilkan sekaligus diorama dinosaurus animatronik, simulator 4D, lift dan seluncuran terjun. Mantap betul!

Penasaran kan? Trans Studio Theme Park Cibubur siap untuk menyambut kunjungan wisatawan mulai Jumat 12 Juli 2019 lusa nanti. Taman rekreasi indoor ini beralamat di Jl Alternatif Cibubur No 230, Depok di dalam kawasan Trans Studio Mall Cibubur.

Trans Studio Cibubur mengusung slogan, Bringing Imagination to Life. Sesuai semangatnya, taman rekreasi indoor ini akan memanjakan imajinasi wisatawan dengan belasan wahana, pertunjukan seru, fasilitas yang mumpuni, tempat belanja dan restoran yang bervariasi yang semuanya disebar dalam 5 zona.

Tiketnya sudah bisa dibeli secara online di aplikasi detikcom atau website transstudiocibubur.com. Untuk harga tiket Trans Studio Cibubur adalah Rp 400.000 saat weekend, hari libur atau libur sekolah. Sedangkan untuk hari biasa harga tiketnya Rp 300 ribu.

Kabar Gembira! Trans Studio Cibubur Dibuka Jumat Ini

Setelah lama bikin penasaran, momen yang ditunggu akhirnya tiba. Trans Studio Cibubur akan dibuka mulai Jumat, 12 Juli mendatang. Ayo liburan seru ke sana!

Trans Studio Theme Park Cibubur siap untuk menyambut kunjungan wisatawan mulai Jumat 12 Juli 2019 lusa nanti. Taman rekreasi indoor ini beralamat di Jl Alternatif Cibubur No 230, Depok di dalam kawasan Trans Studio Mall Cibubur.

"Trans Studio Cibubur akan mulai dibuka hari Jumat ini," kata Founder & Chairman CT Corp, Chairul Tanjung (CT) saat meninjau lokasi, Selasa (9/7/2019) malam.

Sebelum dibuka pun animo pengunjung sudah tinggi, karena berbagai dekorasi taman rekreasi indoor ini pada bagian gerbang masuk, sudah bisa dilihat duluan oleh pengunjung mal. Tentunya ini menjadi kabar yang ditunggu para traveler.

Trans Studio Cibubur mengusung slogan, Bringing Imagination to Life. Sesuai semangatnya, taman rekreasi indoor ini akan memanjakan imajinasi wisatawan dengan belasan wahana, pertunjukan seru, fasilitas yang mumpuni, tempat belanja dan restoran yang bervariasi yang semuanya disebar dalam 5 zona.

"Tiketnya sudah bisa dibeli secara online di detikcom. Untuk harga tiketnya Rp 400.000 saat weekend, hari libur atau libur sekolah. Dan Rp 300 ribu saat hari biasa," ujarnya.

Pulau Karampuang Nan Perawan di Mamuju (2)

Untuk menuju ke pulau ini, Kami menaiki perahu dari belakang hotel D'Maleo Hotel and Convention Center. Perahu ini lumayan besar d'travelers, katanya biasa diisi hingga 10 orang. Biaya perahu ini cukup murah, hanya Rp 200.000 PP per satu perahu itu, karena kita berempat yaudah jadinya biaya dibagi deh.

Sepanjang perjalanan menuju Pulau Karampuang, disajikan dengan jernihnya air laut, dan sepoi-sepoi angin. Makin mendekati tujuan, airnya semakin jernih, berwarna biru toska, dan memang sepertinya masih sepi dan belum terlalu dikomersilkan.

Setelah kurang lebih 20-30 menit, tibalah kami di Pulau Karampuang. Benar saja d'travelers, air di pulau ini jernih banget, berwarna hijau toska dan kita bisa bebas melihat ikan-ikan yang ada. Memasuki pulau ini, kita gak dipungut biaya. Percaya tidak, waktu kita datang ke sini wisatawannya hanya tim kami saja.

Jadi secara gak langsung sudah kayak private island. Wah benar-benar deh, ini sih memang wisata yang masih jarang terjamah. Aktivitas yang bisa dilakukan di pulau ini adalah berenang, snorkeling atau sekedar santai-santai di warung yang kebetulan pada saat itu hanya ada 1 warung yang buka.

Usai dari Pulau Karampuang, kita melanjutkan perjalanan ke salah satu bukit yang dinamai Mamuju City. Di sini juga terdapat Rujaba yaitu Rumah Jabatan Bupati Mamuju, yang lokasinya cukup jauh dari pemukiman warga. Rujabanya lumayan luas, dan ada satu pendopo yang memang dapat digunakan untuk umum. Di mana lokasinya berdekatan dengn bukit bertuliskan Mamuju City.

Akhir kata, tidak afdol rasanya apabila setelah bertandang singkat di Mamuju kalau kita tidak mengetahui apa sih potensi ekonomi yang ada di Mamuju. Atau apa sih buah tangan yang bisa dibeli untuk mendukung perekonomian di Mamuju.

Oleh-oleh khas Mamuju dapat berupa makanan ringan seperti kerupuk yang terbuat dari rumput laut, kacang-kacangan, abon ayam dan abon ikan marlin, serta cinderamata lainnya seperti kain tenun khas Mandar dan sarung sutra khas Sulawesi.

Pada kesempatan kemarin, saya juga sempat berkunjung ke salah satu UKM yang ada di perumahan BTN Ampi, di sini dibuat olahan rumput laut, yaitu snack rumput laut yang rasanya gurih dan renyah. Harga untuk snack ini juga cukup murah sekitar Rp 10.000-15.000 per pack (250 gram).

Sekian cerita perjalanan singkat dari saya, semoga saya bisa berkunjung ke daerah-daerah yang masih belum terlalu terekspos dan dapat berbagi pengalaman kepada para d'travelers semua. Terima Kasih.

Karena hanya ada 1 mal yaitu Matos yang sepertinya masih mal baru, dan ada Pantai Manakarra, ya mungkin kayka Pantai Losari nya Makasar. Bulan Ramadhan di Mamuju ini lumayan ramai, karena di sekitaran Matos dan Pantai Manakarra banyak berjualan es kelapa muda, es pisang ijo, dan berbagai kudapan lainnya.

Untuk es kelapa muda sendiri 1 batok kelapanya dihargai Rp 10.000 saja. Ya lumayan kan gak terlalu mahal, dan bisa disantap saat berbuka dengan ditemani sepoi-sepoi angin Pantai Manakarra. Selain itu, di Mamuju ini mayoritas beragama muslim.

Karena yang saya perhatikan kemarin terdapat dua masjid besar yang ada di sekitar pinggiran jalan Pantai Manakarra, salah satu mesjid besarnya ada persis di depan D'Maleo Hotel and Convention Center. Tata Cara mengumumkan berbuka puasa di sini juga unik d'travellers. Soalnya tanda berbuka puasa ditandai dengan sirine terlebih dahulu, bukan dengan kumandang adzan.

Adzan berkumandang sekitar kurang lebih 10-15 menit setelah sirine tanda berbuka puasa berbunyi (mungkin khatibnya buka puasa dulu kali ya). Setelah mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, keesokan paginya saya beserta teman-teman mencoba untuk pergi ke salah satu pulau, yaitu Pulau Karampuang.