Pesawat dinilai cepat untuk menempuh perjalanan jauh. Tapi ternyata, waktu perjalanan tersebut dibuat lebih lama dari kenyataan.
Transportasi pesawat masih menjadi favorit dalam menempuh perjalanan jauh, apalagi antar negara. Selain dirasa cepat, pesawat juga dinilai efisien.
Tapi sedikit yang tahu bahwa waktu perjalanan yang diberikan pesawat bukanlah yang sebenarnya. Inilah siasat penambahan waktu atau fenomena padding yang dibuat maskapai.
Seperti yang diintip detikcom dari BBC, Sabtu (6/7/2019), maskapai punya fenomena padding atau jadwal perbaikan waktu. Fenomena ini memungkinkan maskapai untuk mengambil waktu tambahan perjalanan dari satu titik ke titik tujuan.
Mengapa maskapai membutuhkan waktu tambahan ini?
Karena secara konsisten, maskapai akan selalu terlambat. Dengan adanya tambahan waktu yang sudah diatur, maskapai tidak berupaya untuk memperbaiki layanan.
Misalnya seperti ini, penerbangan kamu terlambat saat lepas landas. Namun bisa tiba di tujuan dengan tepat waktu. Hal seperti ini tidak terlalu merugikan untuk penumpang pesawat.
Singkat kata, maskapai memberikan ilusi ketepatan waktu. Sehingga tak ada tekanan bagi maskapai untuk lebih efisien.
Fenomena ini juga memiliki dampak meningkatnya lalu lintas udara dan emisi karbon.
"Rata-rata 30% penerbangan tiba lebih lambat 15 menit setiap hari akibat siasat ini," kata Kapten Michael Baiada, presiden konsultan aviasi ATH Group.
Persentase itu awalnya berada di angka 40%. Belakangan, tambahan waktu tempuh-bukan perbaikan operasional-menggenjot ketepatan kedatangan pesawat.
"Dengan strategi ini, maskapai penerbangan mengendalikan sistem untuk mengelabui penumpang," kata Baiada.
Kalau saja maskapai mau untuk menangani persoalan operasional, maka penumpang akan menikmati keuntungan secara langsung.
"Tambahan waktu menimbulkan ongkos besar terkait pembakaran avtur, polusi suara, dan karbon dioksida, yang artinya, jika efisiensi maskapai meningkat, ongkos itu akan berkurang, sekaligus berdampak positif bagi lingkungan dan tarif tiket," kata Baiada.
Ilusi ketepatan waktu juga memiliki tujuan tersendiri buat maskapai. Siasat ini membuat pesawat selalu sampai tepat waktu. Karena kedatangan pesawat yang lebih awal atau terlambat akan memicu sejumlah persoalan dari ketersediaan pintu masuk hingga kapasitas bandara.
Sebenarnya banyak faktor dapat menyebabkan keterlambatan. Tapi Baiada yakin, 80% penyebabnya antara lain jadwal penerbangan, antrean pendaratan di bandara, ketersediaan pesawat dan legalitas petugas pemeliharaan-berada dalam kendali maskapai.
"Taktik memperpanjang waktu tempuh ini juga cara mengurangi peluang penumpang mendapat kompensasi finansial akibat delay. Banyak maskapai berupaya mempersulit penumpang mendapat hak ganti rugi," kata Paloma Salmeron, juru bicara lembaga pembela hak penumpang, AirHelp.
10 Jenis Tari Bali yang Paling Populer bagi Wisatawan
Berkunjung ke Pulau Dewata Bali tidak afdol jika tidak melihat pertunjukan tarian tradisionalnya. Tahukah kamu apa saja tari Bali yang paling populer di sana?
Selain keindahan alam, Bali juga memiliki segudang kekayaan budaya termasuk tarian tradisional. Tari khas Bali ini juga menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke sana. Hal ini disebabkan karena gerakannya yang sangat unik, dinamik, dan beragam.
Yuk simak apa saja jenis-jenis tari khas Bali:
1. Tari Kecak
Tari kecak adalah tarian yang paling terkenal dan menjadi pertunjukan yang paling diburu wisatawan. Tarian ini diciptakan oleh Wayan Limbak dan Walter Spies seniman Jerman pada tahun 1930. Rata-rata penarinya adalah lelaki dengan jumlah puluhan orang.
Para penari akan duduk melingkar dan menyerukan 'cak-cak-cak' secara terus-menerus sembari mengangkat kedua tangannya. Hal ini menggambarkan tentara kera yang membantu Rama melawan Rahwana dalam kisah Ramayana.
2. Tari Puspanjali
Tari puspanjali merupakan tarian untuk penyambutan. Kata puspanjali berasal dari puspa yang artinya menghormati dan anjali yang berarti bunga. Jadi makna dari tarian ini adalah menghormati tamu bagai sekuntum bunga.
Tarian ini ditampilkan oleh sekelompok wanita dengan jumlah 5 hingga 7 orang. Penari-penari ini menggambarkan sekelompok wanita yang senang dengan kedatangan para tamu yang singgah ke daerah mereka.