Rabu, 15 Januari 2020

Kamu Pasti Belum Tahu, Gua Cantik Tersembunyi di Yogyakarta (2)

"Yang jelas nama Gebang Tinatar sudah ada dari dulu, tapi kalau warga sini menyebutnya (Gua Gebang Tinatar) dengan Bang Kinatar," imbuh Mudarto.

Kendati demikian, Mudarto menyebut belum pernah mengetahui wujud dari pohon gebang tersebut. Mudarto juga menjelaskan, stalaktit yang berada di gua tersebut berasal dari tetesan air. Bahkan, ia menyebut benda yang terkena tetesan air selondoko akan berubah menjadi batu dalam beberapa tahun.

"Karena musim kemarau, airnya (selondoko) tidak menetes. Tapi kalau menetes, benda yang terkena tetesan (air di Gua Gebang Tinatar) akan menjadi batu dalam waktu 10 tahun, terus kalau sudah jadi batu bisa dipukuli dan mengeluarkan bunyi dengan nada berbeda-beda," ucapnya.

Meski meneteskan air, Mudarto menyebut belum ada mata air yang berada di Gua tersebut. Terlebih, belum ada yang berani untuk menyusuri Gua Gebang Tinatar.

"Bagian bawah Gua Gebang Tinatar itu tanah, tapi sampai saat ini belum ada yang berani menyusurinya. Karena itu saya bisa mengatakan sumber air di Gua Tinatar belum ada," kata Mudarto.

Meski belum diketahui orang banyak, Mudarto mengatakan ada beberapa orang yang sudah mengunjungi Gua Gebang Tinatar. Pengunjung tersebut terdiri dari 2 jenis yakni murni berwisata dan ada yang bertapa.

"Dulu banyak yang datang (ke Gua Gebang Tinatar) untuk (nepi) bertapa, karena di dalamnya (di atas salah satu batu) ada tempat untuk bertapa meski (tempatnya) agak tinggi. Selain itu kalau setiap lebaran banyak yang datang untuk memukul itu (stalaktit Gua Gebang Tinatar) karena bunyinya bagus," katanya.

"Selain memukuli itu juga banyak yang datang karena keanehannya (Gua Gebang Tinatar), kan langka ada gua tersembunyi di dekat pemukiman warga dan banyak itunya (stalaktit)," sambung Mudarto.

Bahkan, karena keunikan gua tersebut, Mudarto dan warga sekitar ingin mengembangkannya sebagai tempat wisata. Menurutnya hal itu dapat mengenalkan wisata gua di Gunungkidul dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

"Setiap minggu kami selalu gugur gunung (jerjabakti) bikin jalan masuk (ke Gua Gebang Tinatar) karena akses jalannya masih sulit. Ke depannya kami juga ingin buat parkiran, tapi karena terkendala dana sampai sekarang belum terealisasi," ujarnya.

Kamu Pasti Belum Tahu, Gua Cantik Tersembunyi di YogyakartaGua ini masih jarang dijamah wisatawan (Pradito Rida Pertana/detikcom)

Warga lain, Subar (65), membenarkan bahwa nama Gua Gebang Tinatar berasal dari keberadaan pohon Gebang di Gua tersebut. Menurutnya, pohon tersebut tumbuh hingga pinggir laut selatan Jawa.

"Kata kakek saya dulu katanya ada pohon gebang (di Gua Gebang Tinatar), konon akarnya di sini dan ujungnya di laut (Jawa)," ucapnya.

Terkait dengan banyaknya orang yang bertapa di gua tersebut, Subar juga membenarkannya. Ia juga pernah bertapa di Gua Gerbang Tinatar.

"Dulu orang-orang banyak yang nepi (bertapa) di sana (Gua Gebang Tinatar), tapi tidak tahu tujuan nepinya apa, mungkin minta keselamatan dan lainnya. Dari sekian banyaknya orang itu saya salah satunya, pernah tidur 2 hari 2 malam tidur di gua tapi tidak terasa tiba-tiba pindah ke bawah, padahal target saya (tidur di Gua Gebang Tinatar) 3 hari 3 malam," ucapnya.

Terpisah, kata warga Dukuh Panggang I, Ika Rachmani mengatakan, masyarakat memang memiliki keinginan yang cukup kuat untuk mengembangkan Gua Gebang Tinatar. Tujuannya sebagai salah satu tempat wisata non pantai di Kabupaten Gunungkidul.

"Salah satu keindahan yang ditawarkan (Gua Gebang Tinatar) adalah stalaktit yang cukup banyak dan bagus untuk berswafoto," ujarnya.

Bahkan, saat ini Pemerintah Desa Giriharjo dan masyarakat hanya melakukan tahap pengembangan awal. Namun, karena keterbatasan dana, saat ini warga dan Pemerintah Desa belum mengembangkannya lebih lanjut.

"Upaya yang dilakukan saat ini masih sebatas membuka akses jalan, bersih-bersih sembari memikirkan fasilitas apa saja yang perlu ditaruh di kawasan Gua Gebang Tinatar," kata Ika. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar