Rabu, 15 Januari 2020

Tahukah Kamu, Maskapai Punya Ilusi Ketepatan Waktu?

Pesawat dinilai cepat untuk menempuh perjalanan jauh. Tapi ternyata, waktu perjalanan tersebut dibuat lebih lama dari kenyataan.

Transportasi pesawat masih menjadi favorit dalam menempuh perjalanan jauh, apalagi antar negara. Selain dirasa cepat, pesawat juga dinilai efisien.

Tapi sedikit yang tahu bahwa waktu perjalanan yang diberikan pesawat bukanlah yang sebenarnya. Inilah siasat penambahan waktu atau fenomena padding yang dibuat maskapai.

Seperti yang diintip detikcom dari BBC, Sabtu (6/7/2019), maskapai punya fenomena padding atau jadwal perbaikan waktu. Fenomena ini memungkinkan maskapai untuk mengambil waktu tambahan perjalanan dari satu titik ke titik tujuan.

Mengapa maskapai membutuhkan waktu tambahan ini?

Karena secara konsisten, maskapai akan selalu terlambat. Dengan adanya tambahan waktu yang sudah diatur, maskapai tidak berupaya untuk memperbaiki layanan.

Misalnya seperti ini, penerbangan kamu terlambat saat lepas landas. Namun bisa tiba di tujuan dengan tepat waktu. Hal seperti ini tidak terlalu merugikan untuk penumpang pesawat.

Singkat kata, maskapai memberikan ilusi ketepatan waktu. Sehingga tak ada tekanan bagi maskapai untuk lebih efisien.

Fenomena ini juga memiliki dampak meningkatnya lalu lintas udara dan emisi karbon.

"Rata-rata 30% penerbangan tiba lebih lambat 15 menit setiap hari akibat siasat ini," kata Kapten Michael Baiada, presiden konsultan aviasi ATH Group.

Persentase itu awalnya berada di angka 40%. Belakangan, tambahan waktu tempuh-bukan perbaikan operasional-menggenjot ketepatan kedatangan pesawat.

"Dengan strategi ini, maskapai penerbangan mengendalikan sistem untuk mengelabui penumpang," kata Baiada.

Kalau saja maskapai mau untuk menangani persoalan operasional, maka penumpang akan menikmati keuntungan secara langsung.

"Tambahan waktu menimbulkan ongkos besar terkait pembakaran avtur, polusi suara, dan karbon dioksida, yang artinya, jika efisiensi maskapai meningkat, ongkos itu akan berkurang, sekaligus berdampak positif bagi lingkungan dan tarif tiket," kata Baiada.

Ilusi ketepatan waktu juga memiliki tujuan tersendiri buat maskapai. Siasat ini membuat pesawat selalu sampai tepat waktu. Karena kedatangan pesawat yang lebih awal atau terlambat akan memicu sejumlah persoalan dari ketersediaan pintu masuk hingga kapasitas bandara.

Sebenarnya banyak faktor dapat menyebabkan keterlambatan. Tapi Baiada yakin, 80% penyebabnya antara lain jadwal penerbangan, antrean pendaratan di bandara, ketersediaan pesawat dan legalitas petugas pemeliharaan-berada dalam kendali maskapai.

"Taktik memperpanjang waktu tempuh ini juga cara mengurangi peluang penumpang mendapat kompensasi finansial akibat delay. Banyak maskapai berupaya mempersulit penumpang mendapat hak ganti rugi," kata Paloma Salmeron, juru bicara lembaga pembela hak penumpang, AirHelp.

10 Jenis Tari Bali yang Paling Populer bagi Wisatawan

Berkunjung ke Pulau Dewata Bali tidak afdol jika tidak melihat pertunjukan tarian tradisionalnya. Tahukah kamu apa saja tari Bali yang paling populer di sana?

Selain keindahan alam, Bali juga memiliki segudang kekayaan budaya termasuk tarian tradisional. Tari khas Bali ini juga menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke sana. Hal ini disebabkan karena gerakannya yang sangat unik, dinamik, dan beragam.

Yuk simak apa saja jenis-jenis tari khas Bali:

1. Tari Kecak

Tari kecak adalah tarian yang paling terkenal dan menjadi pertunjukan yang paling diburu wisatawan. Tarian ini diciptakan oleh Wayan Limbak dan Walter Spies seniman Jerman pada tahun 1930. Rata-rata penarinya adalah lelaki dengan jumlah puluhan orang.

Para penari akan duduk melingkar dan menyerukan 'cak-cak-cak' secara terus-menerus sembari mengangkat kedua tangannya. Hal ini menggambarkan tentara kera yang membantu Rama melawan Rahwana dalam kisah Ramayana.

2. Tari Puspanjali

Tari puspanjali merupakan tarian untuk penyambutan. Kata puspanjali berasal dari puspa yang artinya menghormati dan anjali yang berarti bunga. Jadi makna dari tarian ini adalah menghormati tamu bagai sekuntum bunga.

Tarian ini ditampilkan oleh sekelompok wanita dengan jumlah 5 hingga 7 orang. Penari-penari ini menggambarkan sekelompok wanita yang senang dengan kedatangan para tamu yang singgah ke daerah mereka.

Kamu Pasti Belum Tahu, Gua Cantik Tersembunyi di Yogyakarta (2)

"Yang jelas nama Gebang Tinatar sudah ada dari dulu, tapi kalau warga sini menyebutnya (Gua Gebang Tinatar) dengan Bang Kinatar," imbuh Mudarto.

Kendati demikian, Mudarto menyebut belum pernah mengetahui wujud dari pohon gebang tersebut. Mudarto juga menjelaskan, stalaktit yang berada di gua tersebut berasal dari tetesan air. Bahkan, ia menyebut benda yang terkena tetesan air selondoko akan berubah menjadi batu dalam beberapa tahun.

"Karena musim kemarau, airnya (selondoko) tidak menetes. Tapi kalau menetes, benda yang terkena tetesan (air di Gua Gebang Tinatar) akan menjadi batu dalam waktu 10 tahun, terus kalau sudah jadi batu bisa dipukuli dan mengeluarkan bunyi dengan nada berbeda-beda," ucapnya.

Meski meneteskan air, Mudarto menyebut belum ada mata air yang berada di Gua tersebut. Terlebih, belum ada yang berani untuk menyusuri Gua Gebang Tinatar.

"Bagian bawah Gua Gebang Tinatar itu tanah, tapi sampai saat ini belum ada yang berani menyusurinya. Karena itu saya bisa mengatakan sumber air di Gua Tinatar belum ada," kata Mudarto.

Meski belum diketahui orang banyak, Mudarto mengatakan ada beberapa orang yang sudah mengunjungi Gua Gebang Tinatar. Pengunjung tersebut terdiri dari 2 jenis yakni murni berwisata dan ada yang bertapa.

"Dulu banyak yang datang (ke Gua Gebang Tinatar) untuk (nepi) bertapa, karena di dalamnya (di atas salah satu batu) ada tempat untuk bertapa meski (tempatnya) agak tinggi. Selain itu kalau setiap lebaran banyak yang datang untuk memukul itu (stalaktit Gua Gebang Tinatar) karena bunyinya bagus," katanya.

"Selain memukuli itu juga banyak yang datang karena keanehannya (Gua Gebang Tinatar), kan langka ada gua tersembunyi di dekat pemukiman warga dan banyak itunya (stalaktit)," sambung Mudarto.

Bahkan, karena keunikan gua tersebut, Mudarto dan warga sekitar ingin mengembangkannya sebagai tempat wisata. Menurutnya hal itu dapat mengenalkan wisata gua di Gunungkidul dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

"Setiap minggu kami selalu gugur gunung (jerjabakti) bikin jalan masuk (ke Gua Gebang Tinatar) karena akses jalannya masih sulit. Ke depannya kami juga ingin buat parkiran, tapi karena terkendala dana sampai sekarang belum terealisasi," ujarnya.

Kamu Pasti Belum Tahu, Gua Cantik Tersembunyi di YogyakartaGua ini masih jarang dijamah wisatawan (Pradito Rida Pertana/detikcom)

Warga lain, Subar (65), membenarkan bahwa nama Gua Gebang Tinatar berasal dari keberadaan pohon Gebang di Gua tersebut. Menurutnya, pohon tersebut tumbuh hingga pinggir laut selatan Jawa.

"Kata kakek saya dulu katanya ada pohon gebang (di Gua Gebang Tinatar), konon akarnya di sini dan ujungnya di laut (Jawa)," ucapnya.

Terkait dengan banyaknya orang yang bertapa di gua tersebut, Subar juga membenarkannya. Ia juga pernah bertapa di Gua Gerbang Tinatar.

"Dulu orang-orang banyak yang nepi (bertapa) di sana (Gua Gebang Tinatar), tapi tidak tahu tujuan nepinya apa, mungkin minta keselamatan dan lainnya. Dari sekian banyaknya orang itu saya salah satunya, pernah tidur 2 hari 2 malam tidur di gua tapi tidak terasa tiba-tiba pindah ke bawah, padahal target saya (tidur di Gua Gebang Tinatar) 3 hari 3 malam," ucapnya.

Terpisah, kata warga Dukuh Panggang I, Ika Rachmani mengatakan, masyarakat memang memiliki keinginan yang cukup kuat untuk mengembangkan Gua Gebang Tinatar. Tujuannya sebagai salah satu tempat wisata non pantai di Kabupaten Gunungkidul.

"Salah satu keindahan yang ditawarkan (Gua Gebang Tinatar) adalah stalaktit yang cukup banyak dan bagus untuk berswafoto," ujarnya.

Bahkan, saat ini Pemerintah Desa Giriharjo dan masyarakat hanya melakukan tahap pengembangan awal. Namun, karena keterbatasan dana, saat ini warga dan Pemerintah Desa belum mengembangkannya lebih lanjut.

"Upaya yang dilakukan saat ini masih sebatas membuka akses jalan, bersih-bersih sembari memikirkan fasilitas apa saja yang perlu ditaruh di kawasan Gua Gebang Tinatar," kata Ika.