Rabu, 15 Januari 2020

Saking Panasnya, Tempat Wisata di Eropa Ini Ditutup

Akibat suhu panas ekstrem, destinasi wisata di Kota Athena ini ditutup sehari. Adalah Acropolis lokasinya.

Seperti dilansir CNN, Sabtu (6/7/2019), Athena biasanya bersuhu sekitar 32˚C sepanjang tahun. Tapi, suhu di minggu ini mendekati 37.7˚C, menurut perkiraan cuaca.

Sebagian besar Eropa memang sedang mendidih di bawah gelombang panas. Karena itu, salah satu destinasi paling terkenal di benua ini ditutup hal itu.

Ephorate of Antiquities of Athens menutup situs arkeologi Acropolis bagi pengunjung pada hari Kamis karena terlalu panas. Suhu di sana 35.6˚C, menurut Produser Cuaca CNN Haley Brink.

Pada hari Rabu, pengunjung telah disarankan oleh ramalan Badan Meteorologi Nasional bahwa situs tersebut akan ditutup untuk umum mulai pukul 01.00 hingga 17.00 jika suhu melebihi 40˚C. Karena, suhu terpanas di hari itu terjadi pada jam tersebut.

Tak lama, situs ini dibuka pada hari Jumat. Pengunjung yang memiliki tiket hari Kamis disarankan untuk menghubungi pihak berwenang untuk melakukan penjadwalan ulang.

Menurut ramalan cuaca, gelombang panas tampaknya berlangsung lebih lama. Suhu di seluruh Eropa akan berada atau sedikit di atas rata-rata. Tapi, di minggu depan suhu bisa mencapai level atas lagi dan naik pada hari Rabu.

Asyik! Pantai Pulau Merah Banyuwangi Gelar Kompetisi Surfing

Traveler penggemar surfing, mungkin bisa coba aktivitas lomba ini. Inilah International Surfing Competition yang digelar Pantai Pulau Merah Banyuwangi.

Sudah tiga tahun ini Pantai Pulau Merah tak menggelar kompetisi surfing. Terakhir, pantai nan cantik di Selatan kota Banyuwangi ini menggelar International Surfing Competition pada tahun 2015 lalu. Tahun ini, kembali Pantai Pulau Merah Banyuwangi menggelar kompetisi Gandrung Surf Competition 2019. Pesurfer dari Nusantara dan mancanegara turut serta dalam ajang ini.

Gandrung Surf Competition 2019 ini diikuti oleh lebih dari 80 peserta dari dalam maupun luar negeri, seperti Australia dan Jepang. Dalam ajang ini, para peserta dibagi ke dalam beberapa kategori, antara lain Kelas Open, Under 16, Under 12, Women dan Long Board. Mereka akan bertanding selama dua hari, Sabtu dan Minggu (6-7/72019).

Para peserta terlihat seperti menari diatas air dengan papan selancar yang melaju diatas ombak besar. Tak jarang, banyak peserta yang berhasil menaklukkan ombak tinggi pantai yang dikenal indah saat sunset ini.

Mereka diberi waktu beberapa menit, untuk menunjukkan kepada dewan juri kepiawaiannya menaklukkan ombak. Penilaian dilakukan beberapa kali, hingga pesurfer menunjukkan bakat terbaiknya dalam lomba ini.

Ajang ini digelar oleh masyarakat sekitar atau Pokmaswas Pantai Pulau Merah. "Ini merupakan kebangkitan masyarakat setempat untuk menggelar ajang surfing tanpa ada campur tangan EO dari daerah lain. Ini murni event kami," ujar Suyitno, Ketua penyelenggara event Gandrung Surf Competition kepada detikcom, Sabtu (6/7/2019).

"Kami ditantang oleh Bupati Anas untuk bikin acara dari kami sendiri. Tanpa ada EO dari luar dan ternyata kami bisa," tambahnya.

Diakui Suyitno, meski vakum selama 3 tahun, tapi antusiasme para pesurfer dari Nusantara dan mancanegara sangat tinggi. Terbukti, dari pendaftaran online terdapat 140 peserta uang mendaftarkan diri. "Tapi yang fix datang hari ini sekitar 80an peserta yang datang. Besok bakal bertambah lagi," tambahnya.

10 Jenis Tari Bali yang Paling Populer bagi Wisatawan

Berkunjung ke Pulau Dewata Bali tidak afdol jika tidak melihat pertunjukan tarian tradisionalnya. Tahukah kamu apa saja tari Bali yang paling populer di sana?

Selain keindahan alam, Bali juga memiliki segudang kekayaan budaya termasuk tarian tradisional. Tari khas Bali ini juga menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke sana. Hal ini disebabkan karena gerakannya yang sangat unik, dinamik, dan beragam.

Yuk simak apa saja jenis-jenis tari khas Bali:

1. Tari Kecak

Tari kecak adalah tarian yang paling terkenal dan menjadi pertunjukan yang paling diburu wisatawan. Tarian ini diciptakan oleh Wayan Limbak dan Walter Spies seniman Jerman pada tahun 1930. Rata-rata penarinya adalah lelaki dengan jumlah puluhan orang.

Para penari akan duduk melingkar dan menyerukan 'cak-cak-cak' secara terus-menerus sembari mengangkat kedua tangannya. Hal ini menggambarkan tentara kera yang membantu Rama melawan Rahwana dalam kisah Ramayana.

2. Tari Puspanjali

Tari puspanjali merupakan tarian untuk penyambutan. Kata puspanjali berasal dari puspa yang artinya menghormati dan anjali yang berarti bunga. Jadi makna dari tarian ini adalah menghormati tamu bagai sekuntum bunga.

Tarian ini ditampilkan oleh sekelompok wanita dengan jumlah 5 hingga 7 orang. Penari-penari ini menggambarkan sekelompok wanita yang senang dengan kedatangan para tamu yang singgah ke daerah mereka.

3. Tari Trunajaya

Tari trunajaya diambil dari kata teruna yang berarti pemuda. Tarian ini menceritakan seorang lelaki yang ingin memikat wanita.

Sang penari akan selalu membelalakkan matanya dengan gerakan tariannya yang tegas. Hal ini menggambarkan kejantanan seorang pria tersebut. Tarian ini biasanya akan selalu diiringi musik gamelan gong kebyar.

4. Tari Barong

Tari barong menceritakan sebuah perseteruan antara kebijakan melawan kejahatan. Barong berasal dari bahruang (beruang), meskipun beruang banyak wujud binatang lainnya yang dilukiskan. Hal ini tergandung dari jenis tari barong yang akan dibawa.

Tarian ini biasanya dimainkan oleh 2 orang laki-laki. Satu memainkan anggota kepala dan yang satu laginya berada di ekor.

5. Tari Pendet

Tari pendet merupakan jenis tarian pemujaan yang biasanya dilakukan di Pura tempat ibadah umat Hindu. Tari ini bertujuan sebagai bentuk penyambutan datangnya Dewa dari langit. Tari ini dimainkan oleh beberapa penari wanita yang mengenakan pakaian adat khas bali.

6. Tari Legong

Tari Bali selanjutnya yaitu tari legong. Legong berasal dari 'leg' yang berarti elastis dan 'gong' yang diartikan sebagai gamelan. Sehingga tarian ini menggunakan gamelan sebagai iringan musiknya.

Tari legong dimainkan oleh 3 orang yang mana satu berperan sebagai penari pendahulu dan 2 diantaranya sebagai legong. Para penari akan mengenakan aksesoris kipas lengkap dengan hiasan bunga kamboja di kepala.

7. Tari Baris

Sesuai dengan namanya, tarian ini dibentuk dengan posisi penari yang berbaris. Tari ini merupakan salah satu tarian yang merupakan suatu bentuk ritual. Namun untuk saat ini, tari baris sudah kerap ditampilkan untuk tujuan hiburan.

Tari Baris menggambarkan tentang keberanian ksatria Bali yang sedang bertempur demi membela Raja. Penari akan menggerakkan badannya seperti seorang pahlawan yang sedang berperang.

9. Tari Margapati

Margapati berasal dari 'marga' yang berarti jalan dan 'pati' yang berarti kematian. Maka arti dari margapati adalah jalan menuju kematian.

Tarian ini melukiskan kekeliruan perjalanan hidup seorang wanita. Penari wanita akan menghadirkan gerakan tarian laki-laki yang siap mengintai dan siap-siap menerkam mangsanya.

10. Tari Panji Semirang

Tari Panji Semirang menceritakan tentang Putri Galuh Candrakirana. Putri ini menyamar sebagai Raden Panji selama menggembara untuk menghibur kesedihannya sepeninggal suaminya. Ciri khas tarian ini adalah penari wanita yang menyamar sebagai laki-laki dengan membelalakkan matanya sambil tersenyum.

Itulah beberapa jenis tari Bali yang bisa menghibur para wisatawan yang berkunjung. Keragaman dan keunikan dari tari Bali menjadi salah satu tujuan untuk menghabiskan waktu liburan. Kamu dapat menjadikan beberapa tarian di atas sebagai list tontonan kamu jika berkunjung ke sana. Selamat berlibur!