Akibat suhu panas ekstrem, destinasi wisata di Kota Athena ini ditutup sehari. Adalah Acropolis lokasinya.
Seperti dilansir CNN, Sabtu (6/7/2019), Athena biasanya bersuhu sekitar 32˚C sepanjang tahun. Tapi, suhu di minggu ini mendekati 37.7˚C, menurut perkiraan cuaca.
Sebagian besar Eropa memang sedang mendidih di bawah gelombang panas. Karena itu, salah satu destinasi paling terkenal di benua ini ditutup hal itu.
Ephorate of Antiquities of Athens menutup situs arkeologi Acropolis bagi pengunjung pada hari Kamis karena terlalu panas. Suhu di sana 35.6˚C, menurut Produser Cuaca CNN Haley Brink.
Pada hari Rabu, pengunjung telah disarankan oleh ramalan Badan Meteorologi Nasional bahwa situs tersebut akan ditutup untuk umum mulai pukul 01.00 hingga 17.00 jika suhu melebihi 40˚C. Karena, suhu terpanas di hari itu terjadi pada jam tersebut.
Tak lama, situs ini dibuka pada hari Jumat. Pengunjung yang memiliki tiket hari Kamis disarankan untuk menghubungi pihak berwenang untuk melakukan penjadwalan ulang.
Menurut ramalan cuaca, gelombang panas tampaknya berlangsung lebih lama. Suhu di seluruh Eropa akan berada atau sedikit di atas rata-rata. Tapi, di minggu depan suhu bisa mencapai level atas lagi dan naik pada hari Rabu.
Asyik! Pantai Pulau Merah Banyuwangi Gelar Kompetisi Surfing
Traveler penggemar surfing, mungkin bisa coba aktivitas lomba ini. Inilah International Surfing Competition yang digelar Pantai Pulau Merah Banyuwangi.
Sudah tiga tahun ini Pantai Pulau Merah tak menggelar kompetisi surfing. Terakhir, pantai nan cantik di Selatan kota Banyuwangi ini menggelar International Surfing Competition pada tahun 2015 lalu. Tahun ini, kembali Pantai Pulau Merah Banyuwangi menggelar kompetisi Gandrung Surf Competition 2019. Pesurfer dari Nusantara dan mancanegara turut serta dalam ajang ini.
Gandrung Surf Competition 2019 ini diikuti oleh lebih dari 80 peserta dari dalam maupun luar negeri, seperti Australia dan Jepang. Dalam ajang ini, para peserta dibagi ke dalam beberapa kategori, antara lain Kelas Open, Under 16, Under 12, Women dan Long Board. Mereka akan bertanding selama dua hari, Sabtu dan Minggu (6-7/72019).
Para peserta terlihat seperti menari diatas air dengan papan selancar yang melaju diatas ombak besar. Tak jarang, banyak peserta yang berhasil menaklukkan ombak tinggi pantai yang dikenal indah saat sunset ini.
Mereka diberi waktu beberapa menit, untuk menunjukkan kepada dewan juri kepiawaiannya menaklukkan ombak. Penilaian dilakukan beberapa kali, hingga pesurfer menunjukkan bakat terbaiknya dalam lomba ini.
Ajang ini digelar oleh masyarakat sekitar atau Pokmaswas Pantai Pulau Merah. "Ini merupakan kebangkitan masyarakat setempat untuk menggelar ajang surfing tanpa ada campur tangan EO dari daerah lain. Ini murni event kami," ujar Suyitno, Ketua penyelenggara event Gandrung Surf Competition kepada detikcom, Sabtu (6/7/2019).
"Kami ditantang oleh Bupati Anas untuk bikin acara dari kami sendiri. Tanpa ada EO dari luar dan ternyata kami bisa," tambahnya.
Diakui Suyitno, meski vakum selama 3 tahun, tapi antusiasme para pesurfer dari Nusantara dan mancanegara sangat tinggi. Terbukti, dari pendaftaran online terdapat 140 peserta uang mendaftarkan diri. "Tapi yang fix datang hari ini sekitar 80an peserta yang datang. Besok bakal bertambah lagi," tambahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar