Kamis, 06 Februari 2020

Dikasih Banyak Hari Libur, Orang Jepang Malah Tidak Senang

 Jepang memberi banyak hari libur, untuk merayakan pergantian kaisar baru. Akan tetapi, warganya malah tidak senang dikasih libur kebanyakan.

Dilansir detikcom dari berbagai media internasional seperti AFP, Time dan The Independent pada Rabu (10/4/2019) pemerintah Jepang menyetujui memberikan hari libur tambahan bagi warganya selama 10 hari. Itu terkait dengan kenaikan kaisar baru, Naruhito.

Hari libur tambahan tersebut digabung dengan libur nasional Golden Week. Golden Week adalah gabungan dari empat hari libur yang berdekatan dan dijadikan dalam watu waktu. Di bulan April sampai Mei ini, ada 4 hari libur yakni Showa Day (29 April), Hari Konstitusi (3 Mei), Greenery Day (4 Mei) dan Hari Anak (5 Mei).

Jadinya, pemerintah Jepang memberikan hari libur dari 27 April sampai 6 Mei. Punya banyak libur, siapa yang tidak senang?

Faktanya, ternyata banyak orang Jepang yang justru tidak senang dengan hari libur yang dinilai kebanyakan tersebut. Sebuah survei dari koran Asahi Shimbun mengungkapkan, 45 persen orang Jepang tidak suka dengan hari libur tersebut dan hanya 35 persen yang senang.

"Sejujurnya, saya tidak tahu bagaimana menghabiskan hari libur 10 hari itu," kata Seishu Sato, seorang karyawan industri keuangan berusia 31 tahun kepada AFP.

"Kalau mau jalan-jalan, pasti ramai di mana-mana dan harga tur akan naik. Ya sudah, saya ke rumah orang tua saja," tambahnya.

Banyak juga orang Jepang yang protes, sebab banyak layanan sehari-hari yang juga akan libur misalnya seperti pengasuh anak. Bagi mereka, libur boleh-boleh saja tetapi tidak harus lama juga waktunya.

Sebuah survei yang dikeluarkan The Japan Times menyebutkan, mungkin banyak orang Jepang yang hanya menghabiskan hari liburnya di rumah saja bersama keluarga. Yang mana mungkin, sebenarnya mereka lebih senang memilih untuk bekerja.

Rumah Pohon Ala Anak-anak Lombok, Bukti Bahagia Itu Sederhana

Liburan ke Lombok jangan hanya menikmati alam dan pantainya saja. Banyak yang unik yang bisa dilihat, salah satunya rumah pohon ala anak pantai di Lombok ini.

Beberapa waktu lalu detikcom datang ke Lombok dan berkunjung ke beberapa destinasi di sana. Saat berada di Pelabuhan Tanjung Luar, Lombok Timur ada pemandangan unik yang mencuri perhatian.

Secara tidak sengaja detikcom melihat beberapa orang anak sedang bercanda ria di atas sebuah pohon yang berada di pinggir pantai. Mereka tertawa sembari memanggil-manggil wisatawan yang lewat di samping pohon.

"Hallo Kakak.. Hallo Kakak," ujar mereka.

Tentu saja semua orang akan menoleh ke asal suara yang berasal dari atas pohon. Jika diperhatikan lebih dekat, di sela-sela ranting terdapat potongan bekas penampung air bewarna biru yang dijadikan alas. Mereka duduk-duduk dan bersantai di atas alas tersebut.

Saat disapa balik dan diajak berinteraksi, mereka pun malu-malu. Mereka mencoba menoleh ke arah lain dan saling menyikut supaya salah satu dari mereka menoleh ke kamera. Namun, tetap saja semuanya mencoba mencuri-curi pandang dan tertawa.

"Ini rumah pohon ya?" detikcom pun mencoba bertanya.

"Iya," kemudian mereka tertawa dan melanjutkan saling menyikut dan memanjat lebih tinggi. Juga ada yang bergoyang-goyang diranting, hingga pohon pun bergoyang dengan iringan tawa mereka.

Dari pengalaman ini, kita dapat melihat bahwa untuk tertawa dan bahagia kita tidak perlu yang mewah ataupun mahal dan serba memadai. Buktinya dapat kita lihat dari kegiatan bocah-bocah tepi pantai yang berada di Pelabuhan Tanjung Luar ini.

Nah, traveler yang sibuk bekerja dan rapat, yuk senyum sejenak dan kenang masa kecilnya bermain dan menertawakan apa. Satu lagi, jangan lupa liburan ya!

Di Taman Nasional Komodo, Ini Destinasi Wisata Lengkapnya

Di sinilah tempat liburan yang bisa dikatakan lengkap. Kalian bisa snorkeling dan trekking sekaligus.
Salah satu destinasi wisata yang favorit di Indonesia selain Bali adalah Labuan Bajo, Flores NTT. Siapa yang tidak tahu dengan keindahan di pulau ini. Banyak traveler lokal atau mancanegara yang berkunjung di sini.

Saya dari Surabaya dan akan transit antara Bali atau Kupang. Namun saya mengambil rute yang transit di Bali. Setibanya di Bali saya dan teman-teman menunggu selama 4 jam untuk terbang menuju Labuan Bajo.

Setibanya di Labuan Bajo kami bersiap untuk menuju hotel, sebelum menuju hotel narsis dulu di bandara Labuan Bajo (maklum baru pertama kali). Setelah menuju hotel kami beristirahat sejenak. Waktu mulai sore menuju gelap, seakan tidak ingin rugi kami berkeliling menuju dermaga, karena trip kami akan dimulai esoknya.

Seketika kami disajikan pemandangan yang indah dan mungkin pertama kali dalam hidup saya. Melihat sunset dengan banyaknya siluet kapal yang sangat indah. Tidak lupa untuk berfoto-foto. Terkagum dengan indahnya pemandangan kami pun lupa untuk mengisi perut.

Tidak jauh dari lokasi foto banyak pedagang di dekat dermaga yang berjual makanan. Di sini harus makan seafood, rugi bila tidak makan seafood, karena seafood di sini sangat segar. Rasanya pun enak dan harganya terjangkau.

Matahari mulai terbit dan saatnya kami untuk check out. Sesudah sarapan kami langsung menuju dermaga. Dan hari-hari yang indah dimulai dari sekarang. Kami akan menjalani kehidupan 3 hari 2 malam di tengah laut.

Hari 1

Kami menuju Pulau kanawa. Di sini kalian bisa bersnorkeling dan menikmati keindahan lautnya. Namun tetap menjaga kebersihan dan ekosistemnya ya, kalau bukan kita siapa lagi.

Kami melihat 2 ekor manta. Kalian cukup melihatnya ya jangan menyentuhnya sebab akan menganggu hewan itu dan juga bisa membahayakan bagi kita sendiri. Setelah dari spot Manta Ray kami menuju Gili Lawa untuk melihat sunset dan sunrise. Setibanya di Gili Lawa kami turun dari kapal dan melakukan trekking pendek ke puncak bukit Gili Lawa untuk menikmati indahnya Sunset.

Hari 2

Di pagi buta, kami trekking kembali ke puncak bukit Gili Lawa untuk menanti mentari terbit. Setelah melihat sunrise perjalanan kami lanjutkan menuju Pulau Padar.

Selama perjalanan menuju Pulau Padar perut harus diisi karena kita akan trekking yang cukup berat dan juga cukup jauh. Dan kita pun tiba di Pulau Padar.

Trekking pun dimulai untuk menuju puncak bukit Pulau Padar. Setelah 1 jam kami tiba di puncak Pulau Padar dan perjuangan kami terbayarkan dengan indahnya pemandangan dari puncak ini.

Seakan rasa lelah hilang seketika dan menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi kami. Cukup lama kita menghabiskan waktu di sini.

Setelah menikmati keindahan Pulau Padar perjalanan kami berlanjut menuju Pantai pink. Dan benar sekali pasir disini berwarna pink. Tanpa berlama-lama kami langsung berenang di sekitarnya.

Gradasi warna yang sangat bagus dari pasirnya berwarna pink, air laut berwarna biru toska benar-benar indah. Puas dengan berenang dan aktifitas lain kami kembali ke kapal dan bermalam di Pulau Kalong. Di Pulau Kalong kita bisa melihat banyaknya kalong (kelelawar).

Hari terkakhir

Menuju Pulau Komodo. Di sinilah kita bisa melihat komodo berkeliaran. Tak perlu khawatir karena perjalanan di Pulau Komodo akan ditemani oleh ranger. Ranger ini bisa dibilang pawang komodo.

Kita akan diajak oleh ranger ini untuk berkeliling di sekitar Pulau Komodo, kita akan dikasih informasi oleh para ranger mengenai habitat dari komodo. Saran bagi kalian terutama untuk perempuan yang sedang haid untuk tidak berada di Pulau Komodo karena komodo sangat sensitif dengan bau darah.

Setelah bergumul dengan Komodo kami menuju spot terkahir dari trip kami yaitu Pulau Kelor. Di sini kami melakukan trekking menuju Bukit Pulau Kelor. Spot di mana kalian berfoto dan sekali lagi melihat keindahan alam yang luar biasa.