Rabu, 12 Februari 2020

Filosofi Mandi Telanjang Bersama di Jepang

 Onsen merupakan tempat pemandian air panas khas Jepang. Tak hanya itu, ada filosofi telanjang bersama di sana.

Jepang menawarkan banyak aktivitas wisata, onsen adalah salah satunya. Onsen adalah tempat pemandian air panas, yang sumber air panasnya langsung dari perut Bumi.

Bahkan tahukah kamu, Jepang punya 3.000 sumber mata air panas alami. Maka tak heran, onsen mudah ditemui di berbagai kota di sana.

Namun, ada satu hal penting yang harus kamu ingat kalau mau mandi di onsen. Kamu harus telanjang dan bergabung bersama orang lain, termasuk orang Jepang sendiri.

Dilansir detikcom dari BBC, Jumat (6/12/2019) orang Jepang punya filosofi hadaka no tsukiai yang punya arti hubungan telanjang atau hubungan terbuka. Tunggu, jangan salah paham dulu.

Filosofi tersebut punya arti, ketika telanjang tanpa sehelai benang di tubuh maka tidak ada status kedudukan atau jabatan. Alias, semua orang sama!

Tidak ada bos dan anak buah, tidak ada si kaya dan si miskin, dan lainnya. Saat telanjang bersama, maka semua orang punya derajat yang sama.

Ketika mandi telanjang bersama, tiap orang akan saling menghormati satu sama lain. Semua orang saling terbuka, tanpa memandang status yang diembannya.

Oleh sebab itu, onsen menjadi salah satu pengalaman menarik yang bakal traveler temui di Jepang. Tenang saja, pria dan wanita akan dipisah tempatnya di onsen.

Budaya mandi telanjang di onsen pun sudah berlangsung dari ratusan tahun silam dan masih diteruskan hingga kini. Mau coba mandi onsen kalau sedang liburan ke Jepang?

Bukan Cuma Bugil, Ini Tata Cara Menikmati Onsen di Jepang

Pemandian air panas alami atau onsen menjadi bagian dari budaya Jepang. Tapi tahukah traveler, ada beberapa hal yang wajib dan dilarang saat mandi di onsen?

Onsen atau pemandian air panas menjadi salah satu atraksi di Negeri Sakura. Onsen menjadi menarik karena pengunjung harus berendam tanpa baju atau telanjang.

Tak sembarang nyebur, rupanya onsen memiliki tata cara agar bisa dinikmati maksimal. Berikut detikcom rangkum untuk traveler:

1. Telanjang

Ini adalah peraturan dasar yang harus diikuti jika ingin menikmati onsen. Namun kini ada banyak juga onsen yang memperbolehkan pengunjungnnya untuk menutup badan dengan handuk.

2. Mandi

Sebelum masuk ke kolam pemandian, akan disediakan tempat khusus untuk mandi. Pengunjung harus mandi terlebih dahulu di tempat tersebut. Walau pun traveler sudah mandi sebelum berangkat ke pemandian, akan disarankan untuk mandi kembali.

Setelah selesai berendam, traveler pun diharapkan untuk mandi kembali. Sehingga traveler merasa segar dan bugar.

3. Hindari kontak mata

Setelah mandi, traveler bisa masuk ke dalam kolam pemandian. Namun hindarilah kontak mata kepada sesama pengunjung. Ini bisa membuat mereka tidak nyaman dan tak segan-segan untuk naik dari kolam.

4. Jangan bawa benda berharga

Biasanya onsen akan menyediakan yukata sebagai pakaian ganti. Setelah itu, semua barang harus ditinggal di loker yang disediakan. Supaya lebih maksimal, usahakan tidak membawa barang berharga ke dalam pemandian. Kehilangan benda berharga tidak akan menjadi tanggung jawab pengelola onsen.

5. Dilarang foto

Rasanya mengasyikan bisa mengabadikan momen liburan dan mencoba onsen. Tapi jangan coba-coba untuk berfoto di onsen, karena hal tersebut dilarang. Hal ini dapat mengganggu kenyamanan penggunan onsen lain dan bisa bikin kamu kena tegur, bahkan sanksi.

6. Tato

Karena identik dengan mafia dan gengster, pengunjung yang punya tato dilarang untuk mandi di onsen. Pengelola onsen menerapkan peraturan ini supaya terhindar dari konflik.

Namun ada beberapa onsen yang memperbolehkan pengunjung bertato. Akan lebih baik kalau traveler mencari tahu terlebih dahulu sebelum berkunjung.

7. Ruangan terpisah

Pengunjung pria dan wanita akan dipisah saat berendam di onsen. Traveler yang bingung dengan ruangannya bisa bertanya kepada staff onsen. Kalau salah masuk ruangan, bisa-bisa traveler dimaki habis-habisan oleh pengunjung di dalam ruangan. Jadi, jangan sampai salah ya... 

Berendam Bareng Lawan Jenis di Onsen? Bisa Saja, tapi...

Masyarakat Jepang punya tradisi berendam bareng di pemandian air panas atau onsen. Biasa dilakukan terpisah berdasarkan jenis kelamin, mungkin nggak sih berendam bareng dengan lawan jenis di onsen? Bisa saja, walaupun ada pula aturan mainnya.

Bagi traveler pecinta budaya Jepang, tentu sudah tak asing lagi dengan salah satu tradisi masyarakatnya yang gemar berendam di onsen. Hanya berbeda dengan di negara lain, tradisi berendam di onsen umumnya mengharuskan tamunya untuk bertelanjang bulat atau dengan selembar handuk saja.

Oleh sebab itu, biasanya onsen dipisahkan sesuai dengan jenis kelamin. Ada sekat pembatas yang dihadirkan untuk privasi dan kenyamanan, sekaligus memastikan tak terjadi hal yang bukan-bukan. Malah, pengunjung dengan tato biasanya dilarang keras untuk masuk onsen dengan alasan keamanan.

Mengetahui budaya tersebut, mungkin ada di antara traveler yang penasaran perihal kehadiran onsen 'campur.' Seperti diberitakan media lokal Jepang Sora News24, ternyata ada istilah khusus untuk itu. Sebutannya adalah 'konyoku' atau kolam campur.

Nah, di Jepang sendiri keberadaan kolam onsen konyoku atau campur biasanya ditemui di daerah pedesaan yang cukup terpencil. Sudah begitu, mayoritas penikmatnya adalah warga setempat yang biasanya sudah cukup berumur.

Selain dari kolam konyoku, ada juga kolam 'kashikiri' yang lebih privat dan dapat disewa untuk berendam dengan lawan jenis secara lebih intim. Biasanya kolam kashikiri ini tersedia di sejumlah onsen besar, dengan tambahan biaya yang lebih ekstra dari biasanya. Tapi, sekali lagi, jangan lantas berfantasi liar.

Yang patut digarisbawahi adalah kolam kashikiri punya aturan. Secara fungsi, kolam kashikiri bukanlah love hotel yang memang diperuntukkan buat bercinta. Sejatinya, di atas kertas, tak diperkenankan melakukan aksi senggama di dalam onsen. Hal itu pun berlaku untuk pasangan beda jenis saat berendam bareng di kolam onsen privat.

Terlepas dari momen intim yang bisa tercipta saat berendam bareng kekasih atau lawan jenis di kolam kashikiri yang privat, mungkin traveler normal juga dibuat penasaran soal tanggapan orang Jepang sendiri soal kolam campur tersebut? Ternyata, pendapat mereka tak seperti yang dibayangkan.

Situs travel Jepang yang bernama Air Trip menggelar survei perihal pendapat masyarakat Jepang soal berendam di onsen dengan lawan jenis atau kekasih. Survei pun dilakukan dengan mengambil sampel dari 710 pria dan 401 wanita. Hasilnya, ada gap pendapat yang cukup jauh di antara keduanya.

Menurut kaum pria, sekitar 25,5% berpendapat kalau berendam bareng lawan jenis atau kekasih adalah sah-sah saja. Bahkan sebelum pria dan wanita berada dalam hubungan spesial seperti pacar atau suami istri.

Di satu sisi, ternyata kaum wanita lebih strict atau menolak untuk berendam bersama lawan jenis baik di kolam konyoku (campur) atau kashikiri (privat). Dari survei yang ada, hanya 6,5% wanita saja yang setuju.

Hanya saja, ada penerimaan lebih tinggi atau sekitar 33,3% wanita yang menyetujui berendam bareng lawan jenis dengan syarat telah menjalim hubungan spesial minimal selama setengah tahun. Sekitar 22% kaum pria ternyata juga memiliki pandangan yang serupa.

Ada juga pandangan lain dari 13,5% kaum wanita, yang berpendapat setuju untuk berendam bareng lawan jenis selama mereka telah menikah. Di sisi kaum pria, sekitar 13,8% responden juga setuju dengan ide tersebut.

Ditarik dari survei di atas, kaum wanita Jepang lebih terbuka dengan ide berendam bareng lawan jenis atau kekasih ketika mereka telah menikah atau telah menjalin hubungan khusus selama kurang lebih enam bulan. Adapun umumnya masyarakat Jepang melakukan apa yang disebut onsen date di kolam terpisah dalam suatu pemandian air panas.