Jumat, 14 Februari 2020

Ketika Air Terjun Niagara Jadi Hijau

Air Terjun Niagara menjadi salah satu ikon ternama Negeri Paman Sam. Namun, pekan lalu publik sempat heboh karena air terjunnya berwarna hijau.

Tepat pada hari Minggu pekan lalu (17/3), Air Terjun Niagara yang terletak di perbatasan negara bagian New York, AS dan Kanada berubah warna jadi hijau selama sehari.

Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Selasa (19/3/2019), kejadian itu ternyata bukanlah fenomena alam melainkan settingan khusus seperti diberitakan media News Australia.

Diketahui, selama sehari di hari Minggu Air Terjun Niagara dibuat jadi berwarna hijau berkenaan dengan hari St Patrick. Untuk informasi, warna hijau merupakan ikon utama dari St Patrick yang banyak dimaknai dalam tradisi Barat.

Bekerjasama dengan pihak Tourism Ireland, ratusan lampu LED berwarna hijau ditaruh sedemikian rupa di Air Terjun Niagara. Hasilnya adalah pertunjukan air terjun yang berubah warna jadi hijau setiap 15 menit.

Bagi traveler yang belum dapat melihat Air Terjun Niagara berubah jadi hijau, tak perlu bersedih. Soalnya, lampu hijau tersebut akan kembali dinyalakan pada 22 April mendatang di momen Earth Day.

Air Terjun Niagara pun bukan satu-satunya yang jadi 'hijau' di hari St Patrick. Sebelumnya, sungai di Chicago sudah lebih dulu diwarnai hijau setiap momen St Patrick. 

Pulau Kalong NTT yang Cocok Untuk Pemburu Senja

 Traveler yang liburan ke Pulau Kalong di NTT bisa melihat sunset menawan saat senja. Bonusnya adalah kawanan kalong yang menghiasi langit.

Mamalia bersayap ini menjadi atraksi tersendiri di kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapal-kapal mengepung Pulau Kalong, mengantar para turis pemburu senja.

Kamis (28/2/2019), pukul 17.00 WIB, perahu-perahu mulai melego jangkar di perairan sekeliling Pulau Kalong. Para turis mancanegara berdiri di atas kapalnya masing-masing, menantikan atraksi sore ini. Kapal yang kami tumpangi juga merapat ke dekat pulau.

"Biasanya kalau dia dengar suara jangkar, kelelawarnya juga bisa bangun," kata kapten kapal kami, Markus Balo Mony.

Dia hapal gerak-gerik kelelawar di pulau ini. Kadang ada satu burung yang lewat di atas pulau sebelum para kelelawar berhamburan. Burung itu disebutnya seperti membangunkan para kelelawar supaya pergi mencari makan.

Berdasarkan pengamatan saya, memang kadang ada burung yang terbang rendah di atas pulau, namun sulit dibuktikan apakah burung itu membangunkan tidur para kalong atau tidak.

Dari jarak 80 meter, pulau itu lebih menyerupai kumpulan pohon bakau yang rapat ketimbang daratan kecil. Di belakangnya, matahari mulai mendekati garis cakrawala. Kapal-kapal semakin banyak yang berdatangan, sudah ada tujuh kapal jelang matahari terbenam.

Turis-turis mulai iseng. Ada yang meloncat dari atap kapal ke laut, ada pula yang berjemur santai. Sebagian dari mereka menggunakan teropong binokular mengamat-amati pergerakan di pulau yang hijau ini.

Burung camar melintasi kapal kami, membuat bertanya-tanya apakah burung ini yang akan membangunkan para kalong. Ternyata kalong belum bangun juga.

Tak Kalah dengan Tsukiji, Ini Pasar Ikan Higienis Bitung

Jepang punya Tsukiji, Jakarta punya Pasar Ikan Muara Baru. Kota Bitung pun tak mau kalah. Mereka punya Tempat Pemasaran Ikan Higienis yang tak kalah keren.

Presiden Jokowi baru-baru ini meresmikan Pasar Ikan Modern Muara Baru. Pasar ikan modern ini disebut-sebut tidak kalah kerennya dengan Pasar Ikan Tsukiji yang ada di Tokyo, Jepang.

Ternyata, Kota Bitung di Sulawesi Utara sudah punya pasar ikan yang serupa. Pasar ikan ini bahkan sudah terlebih dulu beroperasi dari Pasar Muara Baru, karena sudah diresmikan pada bulan April 2018 lalu.

Pasar ikan tersebut bernama Tempat Pemasaran Ikan Higienis PPS Bitung. Lokasinya masih berada di dalam satu komplek Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) 1 Bitung.

detikcom bersama rombongan media dari Jakarta diajak berkunjung ke pasar ikan ini pada pertengahan bulan Februari lalu. Kesan pasar ikan yang selama ini kumuh dan bau langsung hilang, begitu traveler masuk ke dalam bangunan pasar.

TPI Higienis Bitung ini bertempat di dalam bangunan seperti sebuah gudang yang sangat luas. Di dalamnya, sudah tampak beberapa orang pedagang ikan yang menggelar rapi dagangannya.

Ikan beragam jenis diperjual belikan di sini. Yang paling banyak tentu saja Cakalang dan juga Tuna. Traveler bisa langsung bertransaksi dengan para pedagang. Bisa tawar-menawar juga lho!

Soal kualitas, sudah tidak perlu diragukan lagi. Bisa dibilang, ikan cakalang maupun tuna di pasar ikan higienis Bitung ini adalah yang terbaik di Indonesia.

Wajar, karena ikan-ikan yang dijual di pasar ini masih sangat segar. Ikan-ikan ini diambil dari perairan timur Indonesia yang dikenal sangat cocok sebagai habitat tuna dan cakalang.

Tepat di belakang area pasar ikan ini, ada tempat bongkar muat ikan langsung dari kapal nelayan. Jadi ikan yang traveler beli dipastikan sangat segar karena baru ditangkap para nelayan.

Traveler bisa melihat secara langsung aktivitas para nelayan saat membongkar ikan muatannya untuk kemudian berpindah tangan ke para pedagang atau dilelang langsung di pasar. Seru sekali melihatnya! Jadi seperti atraksi wisata tersendiri.

Pasar ikan higienis ini pun bisa dikunjungi wisatawan. Sedikit tips untuk traveler, datanglah ke sini sepagi mungkin. Pada pagi hari buta, ikan dari kapal pertama yang sampai di pelabuhan kondisinya masih sangat segar.

Semakin pagi traveler datang ke pasar ikan ini, maka stok ikan masih sangat melimpah. Makin siang Anda datang, stok ikan akan makin menipis karena sudah diborong orang.

TPI Higienis di Bitung ini dulu juga dikenal kumuh dan jorok. Tapi kemudian, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dipimpin Menteri Susi menggelontorkan dana Rp 7,14 Miliar guna merevitalisasi pasar ini.

Jadilah TPI Higienis di Bitung berubah wajah jadi lebih modern seperti sekarang. Tidak kalah dengan Pasar Ikan Modern Muara Baru yang pekan lalu diresmikan Presiden Jokowi.

Jika traveler kebetulan sedang liburan di Bitung, atau Sulawesi Utara mampir saja ke pasar ikan higienis ini. Pasar ikan ini dijamin tidak akan kalah keren dengan Muara Baru atau bahkan Tsukiji!