Selasa, 18 Februari 2020

Tinggal 45 Hari Bersama Komodo, Seperti Ini Rasanya (3)

Lantunan lagu perpisahan diiringi petikan gitar mengiringi malam kami. Jutaan bintang bersinar menyelimuti malam ini, diiringi suara deburan ombak ditepi pantai yang menenangkan hati... Welcome to My Paradise.

Tiket.com

Tinggal selama 45 hari di daerah terpencil yang jauh dari Pulau Jawa bukanlah hal yang mudah karena susah bagi kami untuk membeli tiket pesawat dan kereta api. Eitss...Tak perlu pusing, Untung ada Tiket.com... Yap dengan biaya pas-pasan kami mencari harga tiket pesawat untuk pulang ke Jawa yang sesuai dengan kantong mahasiswa. Untunglah ada Tiket.com salah satu Online Travel Agent (OTA) yang menawarkan berbagai promo menarik yang memudahkan pengguna.

Bagi kalian yang ingin mencari tiket pesawat dengan mudah, praktis, cepat dan murah hanya dengan aplikasi canggih smartphone yaitu Tiket.com ini nih caranya:

1.Download aplikasi Tiket.com melalui Apple App Store untuk iOS, dan Google Play Store untuk Android.

2.Cari rute penerbangan.

Pilih ikon pesawat di halaman muka aplikasi tiket.com, kamu akan menemukan pilihan rute yang bisa kamu pilih secara bebas. Isi tanggal berangkat, jumlah penumpang dan kelas kabin lalu klik atau sentuh bagian Cari Penerbangan.

3.Pilih Jenis Maskapai dan Harga Tiket

4.Isi Data Diri Secara Lengkap

5.Pilih Metode Pembayaran

6.Pastikan Jumlah Pembayaran

7.Selesaikan Pemesanan Tekan tombol Selesaikan Pemesanan dan pemesanan tiket selesai.

Setelah kamu melakukan pembayaran, maka e-ticket dari tiket pesawat yang kamu pesan akan langsung dikirimkan ke email dan nomor hanphone yang kamu cantumkan saat pemesanan.

Tak hanya untuk membeli tiket pesawat, Tiket.com juga menawarkan 6 fitur terlengkap yaitu reservasi hotel, tiket kereta api, sewa mobil, tiket event dan tiket Atraksi (atraksi dari lokal maupun internasional seperti: Universal Studio Singapore, Bromo Tour Everyday, Jatimpark Malang dll. Tak hanya itu, fitur atraksi juga dilengkapi paket wisata seperti: Wakatobi snorkeling 3days, Bangkok Pattaya 4D Super Saver, Singapore city tour 3days dll)

Pokoknya Tiket.com pilihanku, banyak keuntungan yang akan kita dapatkan melalui aplikasi canggih satu ini dan menurutku ada beberapa keuntungan yang bisa jadi rekomendasi kalian ini dia:

1.Diskon dan promo yang menggiurkan

2.Sistem Poin yang Bisa Ditukar Produk/Jasa Menarik Setiap bertransaksi di Tiket.com, kamu akan mendapatkan poin bernama Tix Point. Tix Point akan otomatis aktif setelah pengguna terbang atau check-in. Tix Point tidak hanya dapat memberikan potongan harga langsung untuk setiap produk dari Tiket.com, tetapi juga bisa ditukar dengan voucher belanja, gadget, dan peralatan elektronik, dari merchant yang bermitra dengan Tiket.com.

3.CS Tiket.com Siap Sedia 24 Jam Tak perlu risau jika kamu menemukan kendala saat tengah melakukan transaksi di Tiket.com. Karena perusahaan OTA Tiket.com telah menyediakan layanan pelanggan yang siap sedia selama 24 jam setiap hari.

Banyak banget keuntungan dan kelebihan tiket.com bukan? Yuk jadikan tiket.com sebagai sahabat terbaik untuk menemani setiap travellingmu. Enggak ada alasan lagi deh buat ngisi tanggal merah tanpa liburan. Ayo segera berlibur dengan Tiket.com.. Jadi, mau ke mana? #semuaadatiketnya.

Tinggal 45 Hari Bersama Komodo, Seperti Ini Rasanya (2)

Eloknyanya Desa Komodo, Desa Terpencil dengan Sejuta Keunikan

Desa Komodo merupakan desa terpencil ditengah lautan, di bawah kaki gunung Ara. Desa ini terdiri dari 1500 jiwa. Desa Komodo termasuk desa wisata yang sering dikunjungi turis lokal maupun internasional karena keunikan warganya yang tinggal bersama Komodo.

Tinggal di desa bersama reptil buas komodo selama 45 hari merupakan pengalaman unik yang tak terlupakan. Pengalaman unik yang saya alami di desa komodo yaitu suatu hari ada seekor komodo yang memakan kambing. Satu desa berbondong-bondong untuk melihat kejadian tersebut.

Ini merupakan hal langka dan pertama kali saya lihat seekor komodo yang hampir sama ukurannya dengan kambing dengan ganas memakan kambing. Seorang Guide mendekati komodo dan berusaha untuk menyelamatkan kambing dari Komodo. Tetapi karena keganasan komodo, kambing tak dapat diselamatkan.

Suatu hari saat saya dan teman-teman berbincang-bincang dengan warga, tiba-tiba seorang nenek bercerita bahwa cucunya meninggal di makan komodo. Cucu laki-laki yang berumur sekitar 7 tahun sedang bermain di gunung Ara bersama adiknya, tiba-tiba tak sengaja menginjak komodo yang sedang merayap.

Seketika komodo menggigitnya dan memakan kaki hingga perutnya. Adiknya bergegas lari ke desa dan memberitahukan keluarga. Akhirnya cucu nenek tersebut meninggal, nenek memperlihatkan foto cucunya yang tinggal badan dan kepala saat terakhir sebelum dimakankan.

Melihat cerita tersebut saya sangat tercengang dan merasa kasihan. Meskipun banyak kasus warga desa dimakan komodo, tetapi warga tetap menyayangi komodo. Mereka menganggap bahwa komodo adalah nenek moyang mereka.

Sejarah komodo berasal dari seorang putri Ina Matrea yang melahirkan anak kembar, satu manusia dan satu komodo. Masyarakat sering memanggil komodo dengan sebutan Sebae yang artinya kembaran.

Pengalaman unik lain di desa Komodo yaitu suatu ketika teman KKN saya sedang membersihkan ikan dibelakang posko, tiba-tiba seekor komodo mendekat, dengan terkejut teman saya lari dan komodo mengejarnya. Warga desa berteriak dan segera menggendong anaknya untuk masuk ke rumah. Akhirnya komodo pergi karena diusir oleh Guide.

Komodo juga pernah turun di sekolah, suatu hari saat anak-anak pulang sekolah, tiba-tiba komodo muncul di depan pintu sekolah. Anak-anak heboh sambil berkata Ada Ora...Ora (Komodo dalam bahasa setempat). Akhirnya guru menggiring komodo pergi menggunakan tongkat kayu.

Kami juga pernah melihat bangkai komodo yang tergeletak di dekat sekolah dengan kondisi perut berdarah. Komodo tersebut mati diduga karena memakan rusa dan tanduknya menancap di perut komodo. Komodo memang sering turun ke desa karena jumlah komodo di kawasan Taman Nasional Komodo sekitar 3012 ekor.

Hal yang unik dari desa ini yaitu masyarakat membiarkan kambing peliharaannya berkeliaran di desa, sehingga saat Komodo turun ke desa tidak akan memakan manusia tetapi akan memakan kambing. Tak jarang saat kita berjalan di desa, banyak kambing yang berlalu lalang dan bermain dengan anak-anak.

Suatu ketika saat saya sedang memasak nasi untuk 15 tim KKN, tiba-tiba kambing masuk dapur dan memakan nasi sekendil, saya sangat shock dan tertawa melihat kejadian lucu ini. Pernah suatu ketika kamping menyeruput kopi milik teman saya dan memakan roti milik saya. Karena jarangnya pepohonan hijau di desa, kambing di desa Komodo tidak hanya mengkonsumsi rumput tetapi mengkonsumsi makanan manusia seperti nasi, ikan, roti dan kopi.

Saat malam hari, banyak babi liar yang berkeliaran di desa, kami dan anak-anak desa sering bermain mengejar babi liar agar pergi dari desa. Saat malam hari anak-anak laki-laki banyak yang memancing ikan di belakang posko dan mendapatkan ikan yang sangat banyak.

Laut di desa Komodo memang kaya, kita dapat dengan mudah mendapatkan ikan, cumi-cumi, kerang dll. Sungguh indah negriku, pulau Komodo memang patut kita banggakan sebagai warisan dunia yang menjadi The New 7 Wonders of Nature.

Selain di desa komodo, tempat wisata yang berada di dekat desa untuk berburu komodo adalah Loh Liang. Loh Liang merupakan kawasan di Komodo National Park. Disana kita akan mengenal komodo lebih dekat karena kita akan diajak menjelajah hutan untuk melihat habitat langsung komodo.