Kamis, 20 Februari 2020

Keistimewaan Hotel Donald Trump dan Kim Jong Un di Vietnam

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Korut Kim Jong Un bertemu di Hotel Sofitel Legend Metropole Hanoi, Vietnam. Ini bukan hotel sembarangan lho!

Melansir CNN Travel, Kamis (28/2/2019), Hanoi sangat ramai saat KTT kedua antara Trump dan Kim dimulai. Pertemuan ini dilaksanakan pada tanggal 27-28 Februari.

Seperti halnya KTT tahun lalu di Singapura, tidak ada dua pemimpin yang tinggal di tempat pertemuan sebenarnya. Dalam hal ini, mereka tidak menginap di Hotel Sofitel Legend Metropole Hanoi, Vietnam.

Namun, keduanya tetap merasakan masakannya. Donald Trump dan Kim Jong Un menikmati makan malam di Hotel Metropole pada tanggal 27, ada hidangan Barat dan Korea yang disiapkan oleh koki Sofitel Legend Metropole sendiri bersama beberapa koki dari luar Korea.

Menurut sumber dalam perencanaan puncaknya, menu yang disajikan adalah koktail udang dengan daun romaine, alpukat dan rempah-rempah, juga ada sirloin panggang lembut dengan kimchi pir dan ada kue lava cokelat untuk hidangan penutup. Keduanya juga akan menikmati makan siang di hotel ini pada tanggal 28 Februari 2019.

Banyak Tokoh Pernah Menginap di Hotel Sofitel Legend Metropole Hanoi

Menawarkan 364 kamar, Hotel Sofitel Legend Metropole Hanoi dibalut dalam dekorasi kolonial Prancis. Mungkin inilah hotel paling mewah di ibu kota dan bersejarah pula.

Dulunya Hotel Sofitel Legend Metropole Hanoi merupakan kediaman Gubernur Prancis Tonkin (nama bersejarah dari Vietnam bagian utara). Letaknya ada di sudut kanan dari rumah Opera Hanoi dan Katedral St Joseph yang neo gothik.

Hotel Sofitel Legend Metropole Hanoi dibuka pada tahun 1901. Saat itu, para pejabat dan selebriti yang berkunjung nongkrong di restoran pinggir jalan hotel, seepanjang sore para tamau bisa menikmati pemandangan jalanan sibuk di Hanoi.

Dari sebuah plakat di dalam hotel mencantumkan semua tokoh terkenal yang telah berkunjung. Ada Charlie Chaplin berbulan madu di sana dan di hotel mewah inilah Graham Greene mengerjakan novel klasiknya 'The Quiet American'.

Ada pula pelanggan lain dari hotel bintang lima ini termasuk pendiri Facebook Mark Zuckerberg dan mantan Presiden AS Bill Clinton. Aura kemewahan hotel memudar selama Perang Vietnam atau Perang Amerika, seperti yang disebut di sana.

Ketika properti itu mengalami kejatuhan dan tidak digunakan, kemudian rusak. Dalam beberapa dekade setelah perang, Pullman Hotels and Resorts menghidupkan kembali properti itu dan membawanya kembali ke kejayaannya.

Belakangan, pemilik saat ini, AccorHotels mengambil alih manajemen hotel bergengsi itu. Hotel ini jadi tempat wisata di Vietnam, turis sekali lagi dimanjakan dengan perabotan antik yang cantik, kamar-kamar yang luas dan ruang makan yang menarik.

Ketika memesan kamar, direkomendasikan Metropole Wing yang bersejarah. Punya perabotan yang diawetkan, permadani sutra, daun jendela hijau dan detail besi tempa asli.

Dalam hal pilihan makan dan minum, kamu akan menemukan beberapa restoran kelas atas, termasuk French Le Beaulieu. Ada pula Bamboo Bar yang romantis di halamannya yang rimbun pepohonan di tepi kolam renang.

Ada Bunker Bawah Tanah

Ini adalah keistimewaan lainnya dari Hotel Sofitel Legend Metropole Hanoi. Bunker bawah tanah, yang dapat dijelajahi para tamu sebagai bagian dari tur Path of History hotel.

Menurut sejarawan hotel, bunker ini adalah tempat perlindungan bom yang akan melindungi para tamu dari serangan udara selama perang, termasuk pengunjung selebriti seperti Joan Baez dan Jane Fonda. Setelah perang, bunker ditutup dan disegel, dilupakan selama beberapa dekade.

Kemudian, secara kebetulan, bagian teknik hotel menemukannya kembali saat merenovasi Bamboo Bar pada tahun 2011. Bunker dibuka kembali pada Mei 2012 untuk menghormati upaya luar biasa karyawan selama masa perang.

"Berfungsi sebagai peringatan atas keberanian dan ketekunan mereka dan untuk mengingat apa yang tidak boleh dilupakan," kata situs web Sofitel Legend Metropole Hanoi. Para tamu hotel dapat mengikuti tur Path of History dengan wisatawan harian yang ditemani oleh para sejarawan, pada pukul 17.00 dan 18.00.

Hotel Sofitel Legend Metropole Hanoi beralamat di Jalan 15 Ngo Quyen, Distrik Hoan Kiem, Hanoi, Vietnam. Kamu tertarik menginap di sana atau sekadar berkunjung?

Asuransi Perjalanan yang Sering Dilupakan Wisatawan

Liburan kini jadi gaya hidup yang berkembang di masyarakat. Namun masyarakat Indonesia masih sedikit yang melek asuransi perjalanan.

Liburan ke beda benua pasti jadi idaman banyak orang. Selain menyiapkan mental, wisatawan juga dituntut untuk memiliki asuransi perjalanan.

Dalam diskusi dan sosialisasi mitigasi bencana dengan tema Be Aware, Prepare Before Traveling, Rabu (27/02/2017) di AONE Hotel, Jakarta, asuransi perjalanan juga masuk dalam topik. Karena ternyata banyak wisatawan Indonesia kurang mengerti tentang penting asuransi perjalanan.

"Asuransi perjalanan masih kurang di masyarakat Indonesia," ujar Head of Travel Insurance and Media Communication Division PT ACA Asuransi, Sugiarto Grahinan.

Asuransi perjalanan atau travel insurance jadi salah satu syarat saat kunjungan ke Benua Eropa (Schengen). Padahal Indonesia sendiri menjadi negara wisata yang rawan bencana. Hal ini harusnya jadi kesadaran masyarakat bahkan saat liburan domestik.

"Asuransi meng-cover kejadian yang mungkin terjadi saat liburan, seperti kecelakaan diri, repatriasi medis atau jenasah, kehilangan deposit atau pembatalan perjalanan, kehilangan bagasi dan penundaan perjalanan," jelas Sugiarto.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan, tingkat penggunaan dan pemahaman masyarakat pada asuransi masih minim. Dari 100 orang, hanya 12 orang yang menggunakan asuransi.

"Contohnya saja saat Gempa Lombok, perkiraan kerugian sekitar Rp 4,7 triliun, tapi yang diklaim hanya sekitar Rp 1,2 triliun. Begitu juga dengan Palu dan Donggala, perkiraan kerugiaan sekitar Rp 10 triliun, tapi yang diklaim sekitar Rp 2 triliun. Selat Sunda kemarin memiliki perkiraan kerugian sekitar Rp 19 triliun dengan klaim Rp 15,9 triliun," ungkap Sugiarto.

Selain keselamatan diri, asuransi juga mencakup bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor.

"Tanjung Lesung terdampak tapi tidak semua," ujar Fachrully R Lasahido, Managing Director PT Banten West Java (BWJ).

Sudah aman dan kembali bangkit, Tanjung Lesung melakukan upaya mitigasi tsunami. Di antaranya dengan membangin struktur pelindung pantai, penanaman vegetasi pantai dan pemeliharaan sand dune serta terumbu karang.

"Bagian barat Tanjung Lesung masih cantik dan bisa dinikmati," ujar Fachrully.

Keistimewaan Hotel Donald Trump dan Kim Jong Un di Vietnam

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Korut Kim Jong Un bertemu di Hotel Sofitel Legend Metropole Hanoi, Vietnam. Ini bukan hotel sembarangan lho!

Melansir CNN Travel, Kamis (28/2/2019), Hanoi sangat ramai saat KTT kedua antara Trump dan Kim dimulai. Pertemuan ini dilaksanakan pada tanggal 27-28 Februari.

Seperti halnya KTT tahun lalu di Singapura, tidak ada dua pemimpin yang tinggal di tempat pertemuan sebenarnya. Dalam hal ini, mereka tidak menginap di Hotel Sofitel Legend Metropole Hanoi, Vietnam.

Namun, keduanya tetap merasakan masakannya. Donald Trump dan Kim Jong Un menikmati makan malam di Hotel Metropole pada tanggal 27, ada hidangan Barat dan Korea yang disiapkan oleh koki Sofitel Legend Metropole sendiri bersama beberapa koki dari luar Korea.

Menurut sumber dalam perencanaan puncaknya, menu yang disajikan adalah koktail udang dengan daun romaine, alpukat dan rempah-rempah, juga ada sirloin panggang lembut dengan kimchi pir dan ada kue lava cokelat untuk hidangan penutup. Keduanya juga akan menikmati makan siang di hotel ini pada tanggal 28 Februari 2019.

Banyak Tokoh Pernah Menginap di Hotel Sofitel Legend Metropole Hanoi

Menawarkan 364 kamar, Hotel Sofitel Legend Metropole Hanoi dibalut dalam dekorasi kolonial Prancis. Mungkin inilah hotel paling mewah di ibu kota dan bersejarah pula.

Dulunya Hotel Sofitel Legend Metropole Hanoi merupakan kediaman Gubernur Prancis Tonkin (nama bersejarah dari Vietnam bagian utara). Letaknya ada di sudut kanan dari rumah Opera Hanoi dan Katedral St Joseph yang neo gothik.

Hotel Sofitel Legend Metropole Hanoi dibuka pada tahun 1901. Saat itu, para pejabat dan selebriti yang berkunjung nongkrong di restoran pinggir jalan hotel, seepanjang sore para tamau bisa menikmati pemandangan jalanan sibuk di Hanoi.