Sabtu, 07 Maret 2020

Siap-siap! Festival Pesona Bau Nyale 2019 Kembali Digelar

Nusa Tenggara Barat terus menggaet wisatawan untuk kembali menghidupkan pariwisata. Salah satu kegiatannya adalah Festival Bau Nyale 2019.

Festival Pesona Bau Nyale atau menangkap cacing laut akan segera digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan budaya ini sudah turun temurun warga Pulau Sasak.

Acaranya akan digelar di Pantai Seger Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah tanggal 24-25 Februari 2019.

Kegiatan yang sudah masuk Top 10 Event Nasional Kementerian Pariwisata Republik Indonesia ini akan dirangkaikan dengan berbagai kegiatan lain oleh Pemerintah Daerah bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Kementerian Pariwisata RI.

Sesuai hasil rapat persiapan yang sudah dilakukan oleh panitia, kegiatan Festival Pesona Bau Nyale Tahun 2019 ini dipastikan akan lebih meriah dan berkualitas daripada tahun-tahun sebelumnya.

"Agenda kegiatan Bau Nyale sudah selesai dibahas dan akan dilakukan rapat pemantangan bersama Pemerintah Provinsi NTB dan Kementerian Pariwisata RI di Hotel D,Max Praya," ungkap Kabag Humas dan Protokol Setda Lombok Tengah, H. Lalu Herdan dalam keterangannya pada detikTravel Rabu (23/1/2019).

Meski pelaksanaannya tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, namun Festival Pesona Bau Nyale kali ini akan dikemas lebih meriah dan berkualitas. Hal ini dilakukan untuk mendorong promosi Pariwisata di Lombok Tengah khususnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Resort.

"Ada 13 kegiatan yang akan dilaksanakan pada Festival Pesona Bau Nyale 2019," tulisnya.

13 kegiatan itu beberapa diantaranya adalah pemilihan Putri Mandalika, Surfing Contest, Presean Pepadu sepulau Lombok, Mandalika Photo Contest, Mandalika Berzikir dan Berdoa, Dialog Budaya, Kampung Kuliner, Parade Budaya Putri Mandalika, Pengelaran Seni Budaya dan Belancaran.

"Acara inti pada malam puncak Bau Nyale yaitu Pentas Seni, Cilokak, Drama Kolosal Putri Mandalika, dan hiburan rakyat," bebernya.

Untuk menyuksekan dan menarik perhatian masyarakat serta wisatawan Domestik maupun Mancanegara dalam kegiatan ini, ada cara khusus yang dilakukan. Pemda Lombok Tengah saat ini sudah mulai melakukan promosi seperti mem-branding semua Mobil Dinas.

Ini jadi Kampanye Festival pesona Bau Nyale tanggal 17 sampai dengan 25 Februari 2019 mendatang. Malam puncak acara ini juga dimeriahkan oleh musisi dan artis dari ibukota. 

Bukan Cuma Candi, Borobudur Punya Wisata Ekstrem hingga Budaya

Apa yang terlintas saat menyebut wisata Borobudur? Pasti yang terpikir hanyalah kemegahan seven wonders Candi Borobudur. Namun tahukah kamu, ternyata di sekitar Kecamatan Borobudur, Magelang, tersimpan banyak potensi alam yang belum digali maksimal.

Ini lah yang ditawarkan oleh Balai Ekonomi Desa (Balkondes), Desa Kenalan yang terletak di kaki bukit bukit Manoreh. DetikTravel berkemsempatan merasakan paket wisata yang ditawarkan Balkondes Desa Kenalan selama 3 hari 2 malam. Apa saja? Berikut ulasannya

Air Terjun Pitulasan

Di hari pertama, pihak Balkondes Desa Kenalan yang dikelola Bank Mandiri ini menjemput dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, menuju Magelang dnegan waktu tempuh sekitar 1 jam. Sesampai di sana langsung diantar ke destinasi pertama, Air Terjun Pitulasan.

Konon, air terjun ini belum banyak terjamah para traveler sehingga infrastruktur jalan di sana masih penuh bebatuan dan tanah yang tak rata. Apalagi saat detikTravel ke sana hujan turun, jalan semakin licin dan hanya bisa dilalui satu orang saja.

Setelah trekking selama sekitar 15 menit, para traveler bisa menikmati air terjun Pitulasan. Sayang, saat itu hujan sehingga air berwarna cokelat dan sedikit meluap.

Bermain Gamelan

Nuansa Jawa sudah demikian terasa sejak masuk di Balkondes Desa Kenalan. Betapa tidak, mulai dari pendopo sampai tempat penginapan semua diberi sentuhan Jawa. Bagi para traveler yang menginap di sini juga bisa me-request pelatihan budaya, seperti tari Yapong hingga bermain instrumen gamelan. Kesemuanya dilatih orang warga asli Desa Kenalan yang sudah berpengalaman.

DetikTravel yang ikut belajar bermain salah satu instrumennya Slenthem dan dalam waktu satu jam berhasil menguasai 2 lagu pendek. Pelatihan ini sengaja diberikan untuk menghibur sekaligus mengenalkan budaya Jawa untuk pengunjung dan wisatawan.

Kenalkan, Ini Gili Labak yang Eksotis Kebanggaan Madura

Madura tak hanya wisata kuliner saja. Kamu bisa menikmati keidahan bawah lautnya yang eksotis di Gili Labak.

Saya berangakat menuju Gili Labak bersama teman-teman. Perjalanan dimulai dari Stasiun Gubeng, Surabaya sekitar tengah malam. Menjelang subuh, kami sampai di Sumenep.

Sekitar jam 06.00 WIB, kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Sembilan yang ada di pulau Gili Genting. Pantainya sepi, bisa puas foto-foto karena memang banyak spot fotogeniknya.

Sarapan sudah, foto-foto sudah, kami lanjut menyeberang lagi ke Gili Labak. Mendekati pulau Gili Labak, perahu kami disambut pemandangan terumbu karang yang indah. Di tempat inilah nantinya kami akan ber-snorkeling ria, melihat lebih dekat terumbu karang.

Tidak ada pelabuhan di Pulau Gili Labak. Turun dari perahu, otomatis baju basah-basahan. Begitu turun, rombongan langsung berhamburan, sibuk foto-foto.

Banyak tempat yang bisa dijelajahi di pulau ini. Katanya, Gili Labak adalah pulau kecil yang bisa dikelilingi dengan cukup jalan kaki.

Benar saja, saya berjalan sepanjang garis pantai keliling pulau hanya sekitar 30 menit sudah selesai. Pantai dan air lautnya yang tenang, setenang-tenangnya membuat pikiran juga ikut tenang dan rileks.

Di belakang pulau ada banyak pohon cemara yang membuat suasana pantai menjadi sejuk. Ditambah pantai yang sepi wisatawan, berasa benar-benar liburannya.

Menjelang tengah hari, kami beralih ke snorkeling. Seperti biasa, sebelum snorkeling, ada pengarahan dulu tentang alat-alat snorkeling dan sebagainya.

Snorkeling wajib pakai jaket pelampung. Bukan perkara bisa atau tidak bisa berenang. Akan tetapi, penting tetap mengapung di permukaan untuk menjaga kelestarian terumbu karang.

Tour guide mengatakan bahwa beberapa waktu sebelum kami berkunjung, ada rombongan wisatawan yang merusak dengan menginjak dan menyentuh terumbu karang.

Oleh karena itulah, kawasan itu sedang menjadi daerah pengawasan. Kami diwanti-wanti agar tetap mengapung. Tidak hanya bersenang-senang di tempat wisata, sudah saatnya wisatawan juga memiliki kesadaran untuk menjaga kelestarian obyek wisatanya.

Berkunjung seharian rasanya sangatlah puas menikmati tiap sudut yang ada di pulau ini. Pulau Gili Labak memang berkesan.

Siap-siap! Festival Pesona Bau Nyale 2019 Kembali Digelar

Nusa Tenggara Barat terus menggaet wisatawan untuk kembali menghidupkan pariwisata. Salah satu kegiatannya adalah Festival Bau Nyale 2019.

Festival Pesona Bau Nyale atau menangkap cacing laut akan segera digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan budaya ini sudah turun temurun warga Pulau Sasak.

Acaranya akan digelar di Pantai Seger Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah tanggal 24-25 Februari 2019.

Kegiatan yang sudah masuk Top 10 Event Nasional Kementerian Pariwisata Republik Indonesia ini akan dirangkaikan dengan berbagai kegiatan lain oleh Pemerintah Daerah bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Kementerian Pariwisata RI.

Sesuai hasil rapat persiapan yang sudah dilakukan oleh panitia, kegiatan Festival Pesona Bau Nyale Tahun 2019 ini dipastikan akan lebih meriah dan berkualitas daripada tahun-tahun sebelumnya.

"Agenda kegiatan Bau Nyale sudah selesai dibahas dan akan dilakukan rapat pemantangan bersama Pemerintah Provinsi NTB dan Kementerian Pariwisata RI di Hotel D,Max Praya," ungkap Kabag Humas dan Protokol Setda Lombok Tengah, H. Lalu Herdan dalam keterangannya pada detikTravel Rabu (23/1/2019).

Meski pelaksanaannya tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, namun Festival Pesona Bau Nyale kali ini akan dikemas lebih meriah dan berkualitas. Hal ini dilakukan untuk mendorong promosi Pariwisata di Lombok Tengah khususnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Resort.

"Ada 13 kegiatan yang akan dilaksanakan pada Festival Pesona Bau Nyale 2019," tulisnya.

13 kegiatan itu beberapa diantaranya adalah pemilihan Putri Mandalika, Surfing Contest, Presean Pepadu sepulau Lombok, Mandalika Photo Contest, Mandalika Berzikir dan Berdoa, Dialog Budaya, Kampung Kuliner, Parade Budaya Putri Mandalika, Pengelaran Seni Budaya dan Belancaran.