Senin, 16 Maret 2020

Menikmati Kabut di Tangkuban Perahu

Mau liburan gampang tidak jauh dari Bandung atau Jakarta? Ayo ke Gunung Tangkuban Perahu, suasananya saat berkabut, asyik banget!

Dulu waktu pelajaran di sekolah masih inget nggak tentang Legenda Sangkuriang? Jadi dikisahkan dia jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi alias Rarasati. Untuk menggagalkan niat anaknya menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan syarat supaya Sangkuriang membuat sebuah telaga dan sebuah perahu dalam semalam.

Ketika usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu itu sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu inilah yang kemudian membentuk Gunung Tangkuban Perahu.

Saya menyempatkan jalan-jalan ke Gunung Tangkuban Perahu. Tangkuban Perahu aktif mengeluarkan gas belerang juga sumber air panas di kaki gunungnya.

Statusnya diawasi terus oleh Direktorat Vulkanologi Indonesia. Dengan tiket masuk Rp 20 ribu/orang. Paling enggak, ini bisa jadi tempat sehari kabur dari rutinitas harian kamu.

Tips liburan di sini, hati-hati saat perjalanan naik. Karena, setiap saat kabut bisa turun. Kemudian bawa masker karena bau belerang lumayan tajam. Yang ketiga, jaga keindahan dan keasrian tempat ini ya.

Membuka Tabir Kota Phnom Penh Melalui Tempat Perayaan Tahun Baru

Apa yang terbayang jika seseorang menyebut kota Phnom Penh? Bingung? Itu hal biasa karena dibandingkan dengan kota lain di Asia Tenggara, kota di Kamboja ini tak terlalu terkenal.

Kendati demikian, sebenarnya warna kota ini bisa dilihat dari tempat-tempat perayaan sewaktu pergantian tahun. Berdasarkan laporan dari Grab yang beroperasi di kota ini, diketahui titik antar terbanyak antarapukul 17.00 - 00.00 pada 31 Desember 2018 berpusat di Hotel Cambodiana, Aeon 1 shopping mall, dan Naga World 2 Hotel.

Di lain pihak, titik jemput terbanyak antara pukul 00.00 - 04.00 pada 1 Januari 2019 meliputi Hotel Cambodiana, Naga World 2 Hotel, serta Vito Club. Penasaran dengan tempat tersebut. Simak ulasannya.

1. Hotel Cambodiana

Hotel Cambodiana terletak di tepi sungai Mekong dan jantung bisnis serta distrik turis. Hotel ini menawarkan atmosfer elegan yang dipadukan dengan budaya Khmer khas Kamboja. Daya tarik lainnya dari hotel yang dibangun pada 1979 ini adalah dekat dengan pusat casino sehingga membuat tamu dapat dengan mudah menikmati berbagai atraksi.

2. Aeon 1 Shopping Mall

Hadirnya Aeon ini menjadikan wajah Phnom Penh seperti Bangkok mini. Sebenarnya terdapat dua mal di kota ini, Aeon 1 terdapat di Phnom Penh, lainnya ada di Sen Seok City. Tercatat 100 ribu warga Phnom Penh datang ke sini setiap hari karena di sini tersedia berbagai barang bermerek dan berkelas.

3. Naga World 2 Hotel

Hotel ini menyediakan 300 meja judi, 2.500 mesin game, gaming hall serta private gaming suites. Selain menyediakan berbagai sarana berjudi, hotel ini juga memuaskan para pecinta kuliner dengan banyaknya restoran di dalamnya. Tak heran, banyak orang datang menghabiskan malam spesial seperti malam Tahun Baru di tempat ini.

4. Vito Club

Terletak di No. 8 Street 208, Phnom Penh, Kamboja, Vito Club terpilih menjadi klub malam terbaik versi Trip Advisor. Biasa di tempat ini berkumpul para ekspatriat yang banyak mengapresiasi pelayanan ramah Vito Club. Mereka juga disebut menyajikan ragam cocktails yang enak serta menjamin seluruh pengunjungnya dengan keamanan tingkat tinggi.

Renovasi, Wisata Pantai Grand Watu Dodol Ditutup Sementara

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tengah melakukan pembenahan fasilitas sarana dan prasarana Pantai Grand Watu Dodol (GWD). GWD pun tutup sementara waktu.

Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Iskandar Azis mengatakan, pembenahan GWD dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung. Karena beberapa bagian bangunan di lokasi wisata tersebut memerlukan perbaikan.

"Kami ingin pengunjung bisa mendapatkan kenyamanan berwisata di GWD dan image GWD sebagai destinasi wisata internasional bisa terjaga. Untuk itu sementara waktu GWD ditutup sampai pembenahan selesai," kata Iskandar kepada detikTravel, Selasa (8/1/2019).

Penutupan lokasi wisata yang berada di sisi utara Banyuwangi ini dilakukan mulai kemarin Senin (7/1) sampai dengan waktu yang belum ditentukan. Pembukaannya, imbuh Iskandar, menunggu hingga pembenahan selesai.

"Kami belum bisa pastikan sampai kapan ditutup, bisa satu bulan lebih. Semua tergantung lamanya waktu yang diperlukan untuk pembenahan," kata Iskandar.

Pembenahan pantai yang menghadap Selat Bali ini, kata Iskandar dilakukan terhadap beberapa bagian bangunan yang ada di area tersebut. Seperti mushola, toilet, selasar, dan beberapa bagian bangunan warung yang dipakai untuk berjualan pedagang.

"Pembenahan dilakukan karena ada beberapa bagian bangunan yang rusak. Di antaranya karena hujan deras yang mulai sering mengguyur Banyuwangi, hingga terjadi kebocoran di beberapa bagian. Pembenahan juga dilakukan pada area taman karena terdapat beberapa pohon yang mengering terkena hawa panas pada musim kemarau yang telah lewat," kata Iskandar.

Sembari melakukan pembenahan infrastruktur bangunan, pemkab juga melakukan penataan pedagang dan manajemen pengelolaan GWD oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat. Pemkab akan memberikan pelatihan sulang kepada para pedagang dan kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat untuk meningkatkan kualitas pengelola dan pedagang dalam melayani wisatawan.

"Kami akan melatih pedagang dan pengelola GWD baik pedagang maupun anggota pokdarwis tentang manajemen pengelolaan tempat wisata. Mulai bagaimana menjaga kebersihan lingkungan, menyajikan menu makanan untuk wisatawan hingga pengelolaan parkir sampai manner dalam menyambut wisatawan," pungkasnya.

Menikmati Kabut di Tangkuban Perahu

Mau liburan gampang tidak jauh dari Bandung atau Jakarta? Ayo ke Gunung Tangkuban Perahu, suasananya saat berkabut, asyik banget!

Dulu waktu pelajaran di sekolah masih inget nggak tentang Legenda Sangkuriang? Jadi dikisahkan dia jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi alias Rarasati. Untuk menggagalkan niat anaknya menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan syarat supaya Sangkuriang membuat sebuah telaga dan sebuah perahu dalam semalam.

Ketika usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu itu sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu inilah yang kemudian membentuk Gunung Tangkuban Perahu.

Saya menyempatkan jalan-jalan ke Gunung Tangkuban Perahu. Tangkuban Perahu aktif mengeluarkan gas belerang juga sumber air panas di kaki gunungnya.

Statusnya diawasi terus oleh Direktorat Vulkanologi Indonesia. Dengan tiket masuk Rp 20 ribu/orang. Paling enggak, ini bisa jadi tempat sehari kabur dari rutinitas harian kamu.

Tips liburan di sini, hati-hati saat perjalanan naik. Karena, setiap saat kabut bisa turun. Kemudian bawa masker karena bau belerang lumayan tajam. Yang ketiga, jaga keindahan dan keasrian tempat ini ya.