Minggu, 19 April 2020

Benarkah PNS Pajak Mulai Besok Sudah Ngantor Seperti Biasa?

Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat ini bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) untuk menekan penyebaran virus Corona (COVID-19). Namun, beredar kabar jika pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di seluruh daerah mulai Senin (20/4) besok sudah harus kembali ngantor.
Hal itu langsung dibantah oleh Direktur P2 Humas DJP, Hestu Yoga Saksama. Dia bilang, pegawai pajak masih akan terus bekerja dari rumah sampai 29 Mei 2020 mendatang.

"DJP telah memperpanjang masa WFH sesuai penetapan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) yaitu sampai 29 Mei 2020 dan akan dievaluasi sesuai dengan perkembangan keadaan," katanya kepada detikcom, Minggu (19/4/2020).

Selama masa pandemi masih berlangsung, ia menyebut kantor pajak di seluruh Indonesia menghentikan pelayanan secara tatap muka.

"Pegawai DJP tetap menjalankan tugas dan fungsinya secara WFH selama masa pencegahan penyebaran COVID-19. Kantor pajak di seluruh Indonesia sementara menghentikan layanan langsung tatap muka baik di KPP/KP2KP, Layanan Di luar Kantor (LDK) seperti Pojok Pajak, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)," ucapnya.

Namun, ia menegaskan pihaknya akan tetap melayani masyarakat secara online seperti melalui website, email, hingga call center.

"Wajib Pajak tetap dapat mengajukan berbagai layanan perpajakan melalui saluran elektronik yang tersedia seperti DJP online, email, dan telepon unit kerja," ujarnya.

TNI AU Buka Lowongan Buat Lulusan SMA, Cek di Sini

TNI Angkatan Udara (AU) membuka lowongan bagi lulusan SMA sederajat yang ingin menjadi prajurit. Informasi rekrutmen dapat dilihat di diajurit.tni-au.mil.id.
Dikutip detikcom, Minggu (19/4/2020), ada beberapa posisi yang ditawarkan kepada calon peserta, yaitu Taruna dan Taruni Angkata Udara yang pendaftarannya dibuka selama 1 Maret - 30 April 2020.

Berikutnya untuk Bintara PK TNI AU Gelombang II yang pendaftarannya dibuka pada 1 Mei - 30 Jun 2020. Selanjutnya adalah Tamtama PK TNI AU Gelombang II yang pendaftarannya dibuka pada 1 Juli - 30 Agustus 2020.

Beberapa persyaratan umumnya adalah berusia sekurang-kurangnya 17 tahun 9 bulan dan setinggi-tingginya 22 tahun pada saat pembukaan pendidikan, tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, serta tidak memiliki catatan kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh Kepolisian Republik Indonesia.

Persyaratan khusus untuk Taruna dan Taruni Angkata Udara adalah berijazah SMA/MA jurusan IPA dan SMK Penerbangan Jurusan Teknik Pesawat Udara.

Sedangkan untuk Untuk Bintara PK pria berijazah SMA/MA IPA, SMK Teknik/Teknologi, pemetaan dan kesehatan kecuali yang berhubungan dengan pelayaran, perkapalan, perikanan, pertanian, perkebunan, peternakan, perhotelan, pariwisata, sekolah musik dan akan di sesuaikan kebutuhan dengan syarat melengkapi ijazah SD, SLTP, SMA/MA/SMK, SKHUN asli serta fotokopi yang telah dilegalisasi.

Untuk Bintara PK wanita berijazah SMA/MA IPA/IPS dan SMK jurusan manajemen, kesehatan, akuntansi, komputer, administrasi perkantoran dan pemetaan dengan syarat melengkapi ijazah SD, SLTP, SMA/MA/SMK, SKHUN asli serta fotokopi yang telah dilegalisasi.

Terakhir untuk Tamtama PK berpendidikan terakhir serendah-rendahnya SLTP/sederajat, dengan syarat melengkapi ijazah SD, SLTP, SLTA (bagi lulusan SLTA), SKHUN dan rapor pendidikan terakhir asli serta fotokopi yang telah dilegalisasi. Tinggi badan sekurang-kurangnya bagi pria 163 cm dan bagi wanita 157 cm dengan berat badan seimbang/ideal menurut ketentuan yang berlaku.

Bos Netflix Sumbang Rp465 M untuk Pengembangan Vaksin

CEO Netflix, Reed Hastings dan istrinya, Patty Quillin berdonasi sebesar US$30 juta atau setara dengan Rp465 miliar kepada lembaga Gavi Alliance yang mengembangkan vaksin dan imunisasi.

Gavi Alliance sendiri merupakan lembaga yang dimulai oleh Bill dan Melinda Gates Foundation dan berlokasi di Jenewa, Swiss. Gavi mengumumkan donasi uang tunai dari bos Neflix tersebut pada Jumat (17/4).

Gavi menyebut sumbangan itu merupakan kontribusi sektor swasta yang pertama kali dalam upaya lembaga itu mengumpulkan setidaknya US$7,4 miliar untuk mengimunisasi 300 juta anak selama lima tahun mendatang.

Di tengah pandemi Covid-19, Gavi mengatakan tindakan itu amat membantu mendanai program imunisasi di negara-negara berpenghasilan rendah di seluruh dunia.

Lembaga itu mengatakan sumbangan tersebut juga akan membantu mempercepat pengembangan vaksin corona dan bila sudah tersedia, membantu dalam proses pembuatan, pengadaan, dan pengiriman ke area yang membutuhkan.

"Imunisasi global sangat penting untuk mengakhiri pandemi yang mengerikan ini, dan hasil perjuangan keras Gavi di bidang ini akan membantu mencegah lebih banyak nyawa dan mata pencaharian yang hilang," kata Reed Hastings dalam pernyataannya, dikutip dari Variety.

"Kami berharap kontribusi kami akan membantu bukan hanya apa yang paling dibutuhkan, namun juga dapat menginspirasi bisnis, pengusaha, dan organisasi lain untuk bergabung dalam upaya mendesak ini," lanjutnya.

Variety melaporkan Hastings saat ini memiliki aset kekayaan hingga US$4,6 miliar atau setara dengan Rp71.3 triliun, berkat nilai saham dari Netflix.

Aksi bos Netflix ini menambah panjang daftar pesohor dan pengusaha yang berdonasi membantu penanggulangan bencana terutama yang terkait pandemi virus corona penyebab Covid-19.

Sebelumnya Angelina Jolie menyumbangkan uang sebesar US$1 juta atau sekitar Rp16,4 miliar untuk organisasi No Kid Hungry.

Selain Jolie, Kylie Jenner pun menyumbangkan uang dengan jumlah yang sama untuk membantu perlengkapan yang dibutuhkan petugas kesehatan. Donasi yang diberikan pengusaha kosmetik ini disampaikan oleh dr. Thaïs Aliabadi di Instagram.

Sementara itu, musisi Taylor Swift setelah berdonasi lewat WHO dan Feeding America, baru-baru ini juga mengirimkan bantuan dana kepada penggemarnya yang berusaha bertahan hidup selama isolasi diri.

Kemudian ada dari sejumlah selebriti seperti Rihanna, Arnold Schwarzenegger, Ciara, Ryan Reynolds dan Blake Lively telah tercatat mendonasikan jutaan dollar Amerika untuk membantu sejumlah organisasi di bidang kemanusiaan. 

Benarkah PNS Pajak Mulai Besok Sudah Ngantor Seperti Biasa?

Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat ini bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) untuk menekan penyebaran virus Corona (COVID-19). Namun, beredar kabar jika pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di seluruh daerah mulai Senin (20/4) besok sudah harus kembali ngantor.
Hal itu langsung dibantah oleh Direktur P2 Humas DJP, Hestu Yoga Saksama. Dia bilang, pegawai pajak masih akan terus bekerja dari rumah sampai 29 Mei 2020 mendatang.

"DJP telah memperpanjang masa WFH sesuai penetapan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) yaitu sampai 29 Mei 2020 dan akan dievaluasi sesuai dengan perkembangan keadaan," katanya kepada detikcom, Minggu (19/4/2020).

Selama masa pandemi masih berlangsung, ia menyebut kantor pajak di seluruh Indonesia menghentikan pelayanan secara tatap muka.

"Pegawai DJP tetap menjalankan tugas dan fungsinya secara WFH selama masa pencegahan penyebaran COVID-19. Kantor pajak di seluruh Indonesia sementara menghentikan layanan langsung tatap muka baik di KPP/KP2KP, Layanan Di luar Kantor (LDK) seperti Pojok Pajak, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)," ucapnya.

Namun, ia menegaskan pihaknya akan tetap melayani masyarakat secara online seperti melalui website, email, hingga call center.

"Wajib Pajak tetap dapat mengajukan berbagai layanan perpajakan melalui saluran elektronik yang tersedia seperti DJP online, email, dan telepon unit kerja," ujarnya.