Selasa, 16 Juni 2020

Obat-obat 'Eksperimental' yang Pernah Dipakai untuk Perangi Corona

Sejak awal kemunculan virus corona Covid-19 di China dan kini menyebar ke seluruh dunia, tenaga medis berpacu dengan waktu menemukan obat dan vaksinnya. Saat ini dokter menggunakan obat untuk mengurangi gejala pada pasien positif Covid-19.
Ada berbagai obat 'eksperimental' yang disebut ampuh mengatasi infeksi yang disebabkan oleh virus tersebut. Beberapa juga telah mendapatkan hak paten sehingga telah diproduksi massal.

Berikut obat yang pernah dipakai untuk perangi virus corona.

1. Obat rematik
Petugas medis China dikabarkan akan menggunakan obat arthritis atau radang sendi Tocilizumab untuk menangani pasien Covid-19. Tocilizumab diresepkan untuk pasien virus corona yang menunjukkan kerusakan paru serius hingga mengalami peningkatan protein Interleukin 6.

Namun hingga kini belum ada uji klinis untuk membuktikan apakah obat ini efektif pada pasien.

2. Remdesivir
Telah diuji coba pada monyet, Remdesivir disebut efektif untuk mengobati pasien virus corona. Sebelumnya, obat yang diproduksi oleh Gilead Sciences Inc, juga telah dipakai untuk menguji beberapa penyakit sepeti Ebola dan SARS.

3. Obat HIV
Komisi Kesehatan Kota Beijing, China, merekomendasikan obat anti HIV/AIDS sebagai alternatif penyembuhan bagi pasien virus corona. Beberapa rumah sakit juga dilaporkan telah menggunakan obat ini untuk menangani pasien.

4. Fapilavir
Fapilavir termasuk salah satu dari tiga obat yang telah menunjukkan hasil yang signifikan dalam mengobati virus corona. Obat ini telah disetujui dan dipasarkan oleh National Medical Products Administration.

5. Koktail Thailand
Otoritas kesehatan Thailand menyebut petugas medis memberikan 'koktail Thailand' untuk pasien Covid-19. Beberapa pasien dinyatakan sembuh dengan itu. Koktail Thailand adalah campuran dari beberapa obat seperti flu dan HIV.

6. Obat antimalaria
Berdasarkan hasil uji klinis ilmuwan China, obat antimalaria Chloroquine Phosphate yang telah digunakan selama 70 tahun memiliki khasiat yang sangat baik untuk penyembuhan bagi pasien virus corona.

Gegara Corona, Wanita Ini Keluarkan Pisau Saat Cekcok Berebut Tisu Toilet

Dua pembeli di salah satu supermarket Sidney, Woolworth, dikabarkan cekcok karena berebut tisu toilet. Mereka adu mulut berebut tisu toilet yang tinggal tersisa satu.
Tak disangka, aksi adu mulut ini berakhir memburuk karena salah satu di antara keduanya mengeluarkan pisau sebagai ancaman. Untungnya, kejadian ini dengan cepat ditangani kepolisian setempat. Juru bicara kepolisian New South Wales, mengatakan enam petugas polisi langsung dikirim ke tempat kejadian.

"Ada yang bertengkar karena berebut tisu toilet, awalnya saya dengar keributan itu dari ujung lorong. Orang-orang pada kabur karena salah satunya mengeluarkan pisau, untungnya polisi cepat datang dan semua langsung ditangani," kata salah satu saksi, dikutip dari Daily Mail, pada Jumat (6/3/2020).

Panic buying memang kerap terjadi akhir-akhir ini seiring dengan merebaknya virus corona Covid-19 di banyak negara. Tak heran orang-orang ramai memburu hand sanitizer, masker, sampai tisu toilet, dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Padahal sebelum kejadian cekcok terjadi, supermarket tersebut melarang setiap warga di sana untuk membeli tisu toilet lebih dari empat. Hal ini juga berlaku untuk barang lain, guna menghadapi orang-orang yang panic buying.
https://indomovie28.net/captain-tsubasa-2018-episode-48-subtitle-indonesia/

Penting! Hal-hal yang Bisa dan Tak Bisa Tularkan Virus Corona COVID-19

 Virus corona baru menyebar antarmanusia ke seluruh dunia. Virus corona Covid-19 ini diketahui telah menginfeksi orang setidaknya di 60 negara.
Karena virus ini sangat baru, pemahaman para ahli mengenai bagaimana virus ini bisa menyebar pun sangat terbatas. Namun ini beberapa panduan terkait penyebaran virus corona baru Covid-19, dikutip dari New York Times:

Kalau berpapasan dengan orang sakit, apakah saya juga akan terkena?
Kalau kamu sedang mengunjungi tempat publik yang ramai seperti toko, dan kemungkinan ada salah satu yang terinfeksi Covid-19, apakah kamu akan terinfeksi juga? Para ahli sepakat hal itu bisa terjadi namun harus memerhatikan 4 faktor, seperti seberapa dekat kamu, berapa lama kamu berdekatan dengan orang itu, apakah kamu terkena droplet atau tetesan saat dia batuk dan bersin, dan seberapa sering kamu menyentuh wajah. Selain itu, usia dan daya tahan tubuh menjadi faktor utama.

Apa itu droplet?
Gary Whittaker, profesor virologi di Universitas Cornell menjelaskan droplet adalah tetesan yang mengandung partikel virus. Virus tersebut adalah mikroba kecil yang bergantung pada sel. Virus ini tidak bisa kemana-mana kecuali jika ia masih berada di tetesan lendir atau air liur. Tetesan lendir dan air liur ini dikeluarkan dari mulut atau hidung saat kita batuk, bersin, tertawa, bernyanyi, bernapas, dan berbicara.

Virus ini bisa menular jika tetesan virus masuk melalui mata, hidung, atau mulut. Beberapa ahli percaya kalau bersin dan batuk kemungkinan merupakan bentuk penularan utama.

Berapa meter posisi yang dibilang terlalu dekat?
Christian Lindmeier, juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan setidaknya kita harus menjaga jarak satu meter dari orang yang terinfeksi. Namun Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan berada dalam jarak 2 meter dengan orang yang terinfeksi juga berisiko.

Berapa lama waktu yang dibilang berisiko untuk berada di dekat orang yang terinfeksi?
Hal ini belum diketahui pasti, namun beberapa pakar sepakat lebih banyak waktu bersama dengan orang yang terinfeksi akan lebih berisiko terkena Covid-19.

Bisa nggak kamu mengenali seseorang yang terkena Covid-19?
Jawabannya adalah belum tentu. Karena sebagian orang yang sakit memiliki gejala yang ringan seperti pilek, atau flu. Namun di beberapa kasus orang yang terinfeksi juga tidak menemukan gejala. Namun WHO masih percaya kalau sebagian besar dari mereka yang menyebarkan virus corona baru sebelumnya mengalami gejala saat tertular.

Apakah merek atau jenis sabun yang kamu pakai itu penting?
Menurut beberapa pakar itu tidak menjadi masalah.

Kalau tetangga batuk, perlu khawatir nggak sih?
Tidak ada bukti kalau partikel virus dapat menembus dinding atau kaca, kata Dr Ashish K Jha, direktur Harvard Global Health Institute.Jika tetangga bersin atau batuk di depan halaman rumah kamu, kemungkinan itu bisa berisiko. "Itu akan menjadi cara yang lebih alami untuk mendapatkannya dari tetangga Anda," katanya.

Bisakah tertular melalui ciuman?
Beberapa ahli menyebut ciuman bisa berisiko terkena virus corona Covid-19. Meskipun virus corona belum ditemui menular secara seksual, namun WHO menyebut masih terlalu dini untuk mencapai suatu kesimpulan.

Aman nggak sih makan di tempat orang yang sakit?
Jika orang yang sakit menangani makanannya dengan baik, hal itu tidak dapat berisiko. Namun memanaskan kembali makanan bisa membunuh virus, kata Profesor Whittaker. "Sebagai aturan umum, kita belum melihat bahwa makanan adalah mekanisme penyebaran," jelas Profesor Whittaker, yang telah mempelajari penyebaran virus corona pada manusia dan hewan.

Aman nggak sih kalau kucing dan anjing saya ikut dikarantina bersama yang terinfeksi?
Ribuan orang melakukan beragam karantina, salah satunya karantina sendiri di rumah. Profesor Whittaker, yang telah mempelajari penyebaran virus cona pada hewan dan manusia, mengatakan dia tidak menemukan bukti kalau hal itu dapat membahayakan hewan peliharaan mereka.
https://indomovie28.net/captain-tsubasa-2018-episode-46-subtitle-indonesia/