Rabu, 17 Juni 2020

3 Fakta Obat Dexamethasone yang Diklaim Ampuh Sembuhkan Pasien Kritis Corona

 Para peneliti di Universitas Oxford, Inggris, menyebut memiliki bukti obat dexamethasone bisa mengurangi risiko kematian pasien Corona bergejala berat. Mengutip dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), manfaat dari obat ini hanya terlihat pada pasien yang sakit parah dengan virus Corona COVID-19.
"Ini adalah pengobatan pertama yang ditunjukkan untuk mengurangi angka kematian pada pasien dengan virus Corona COVID-19 yang membutuhkan dukungan oksigen atau ventilator," kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.

Berikut 3 fakta terkait dexamethasone yang dirangkum oleh detikcom.

1. Apa itu dexamethasone?
Obat dexamethasone merupakan obat steroid yang biasanya digunakan untuk mengurangi peradangan. Menurut National Health Security, obat steroid yang biasa disebut kortikosteroid adalah jenis obat anti-inflamasi yang digunakan untuk mengobati berbagai kondisi seperti alergi, asma, eksim, penyakit radang usus dan radang sendi.

Dikutip dari RX List, obat ini juga bisa digunakan untuk mengobati kolitis ulserativa, lupus, psoriasis, dan gangguan pernapasan. Selain itu, dexamethasone bisa digunakan untuk tujuan yang tidak tercantum dalam panduan obat tersebut.

2. Apa ada efek sampingnya?
Setiap obat memiliki efek samping yang ditimbulkan pada penggunanya, termasuk dexamethasone. Obat dexamethasone ini bisa menimbulkan efek samping seperti reaksi alergi, seperti gatal-gatal, sulit bernapas, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Jika efek samping itu disertai dengan gejala lain, misalnya otot kejang, lemas, penglihatan kabur, sakit mata, sesak napas karena kegiatan ringan, bengkak, berat badan meningkat cepat, dan sakit kepala langsung konsultasikan ke dokter.

3. Bagaimana aturan penggunaannya?
Biasanya obat dexamethasone diresepkan dokter hanya untuk penggunaan jangka pendek saja. Tetapi, pada kasus tertentu dexamethasone bisa diresepkan untuk jangka waktu yang lama, sesuai kebutuhan.

Obat dexamethasone ini berfungsi mirip dengan prednisolon (obat kortikosteroid untuk mengatasi sejumlah kondisi, seperti penyakit autoimun), tetapi memiliki efek anti-inflamasi, hormon, dan metabolisme yang lebih kuat.

Ini Sebaran 1.031 Kasus Baru Virus Corona di Indonesia Per 17 Juni

 Indonesia kembali mengumumkan adanya penambahan kasus baru virus Corona COVID-19. Saat ini sebanyak 1.031 kasus baru positif sehingga total ada 41.431 kasus. Hingga Rabu (17/6/2020), ada sebanyak 16.243 orang yang sembuh dan 2.276 meninggal dunia.
"Kita dapatkan kasus baru konfirmasi COVID-19 sebanyak 1.031 orang, sehingga total menjadi 41.431 orang," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto, Rabu (17/6/2020).

Sebaran 1.031 kasus baru positif virus Corona COVID-19 sebagai berikut:

Aceh 10

Bali 47

Banten 32

Bangka Belitung 2

Bengkulu 1

DI Yogyakarta 3

DKI Jakarta 127

Jambi 1

Jawa Barat 41

Jawa Tengah 115

Jawa Timur 225

Kalimantan Barat 12

Kalimantan Timur 5

Kalimantan Tengah 45

Kalimantan Selatan 86

Nusa Tenggara Barat 21

Sumatera Selatan 43

Sumatera Barat 4

Sulawesi Utara 35

Sumatera Utara 13

Sulawesi Tenggara 1

Sulawesi Selatan 84

Lampung 3

Riau 2

Maluku Utara 7

Maluku 24

Papua Barat 2

Papua 30

Sulawesi Barat 1

Selain Dexamethasone, Ini Obat yang Diklaim Efektif untuk Pasien Corona

Saat ini banyak peneliti dan perusahaan yang berlomba menemukan vaksin dan obat untuk menyembuhkan pasien virus Corona. Beberapa obat ada yang telah menunjukkan hasil yang efektif pada pasien Corona.
Terbaru 'obat murah' dexamethasone diklaim mampu mengurangi angka kematian pasien kritis yang terinfeksi virus Corona. Dexamethasone merupakan obat steroid yang biasa digunakan untuk mengurangi peradangan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyambut baik pengujian obat dexamethasone untuk mengobati pasien virus Corona.

Sebelumnya terdapat beberapa obat yang dianggap dapat mengobati pasien virus Corona. Berikut deretan obat yang diklaim efektif menyembuhkan pasien virus Corona, dirangkum detikcom dari berbagai sumber.

Klorokuin
Klorokuin dan hidroksiklorokuin menjadi salah satu obat yang dianggap kontroversial. Obat malaria ini pada awalnya diklaim ampuh menyembuhkan pasien virus Corona. Namun sempat ada studi yang menyebut obat ini dapat meningkatkan risiko kematian pada pasien Corona sehingga WHO pun kemudian menghentikan uji klinisnya.

Terakhir WHO menarik ucapannya dan kembali melanjutkan riset terkait obat ini. Beberapa negara di dunia dikethui masih menggunakan obat ini untuk mengobati pasien virus Corona termasuk Indonesia.

Remdesivir
Obat yang diproduksi Gilead Sciences ini diklaim ampuh mengobati pasien virus Corona. Beberapa negara bahkan menyetujui penggunannya untuk diberikan kepada pasien, di antaranya Taiwan, Korea Selatan, dan Singapura.

Terdapat penelitian dalam jurnal Nature yang menyebutkan ramdesivir mampu mencegah penyakit dan kerusakan paru-paru yang disebabkan virus Corona.

Avigan
Avigan merupakan obat flu asal Jepang yang diproduksi Fujifilm Holdings Corp. Dalam sebuah penelitian di China obat ini menjanjikan untuk pasien yang terinfeksi virus Corona. Avigan diklaim dapat membersihkan virus lebih cepat dibandingkan dengan obat anti-HIV lainnya.

Bahkan baru-baru ini Kementerian Kesehatan Rusia telah menyetujui penggunaan obat avivafir yang merupakan versi generik dari avigan untuk pasien virus Corona setelah terbukti efektif dalam uji klinis.

Kombinasi Obat
Sementara itu, pemerintah Indonesia pada Jumat (12/6/2020) mengumumkan lima kombinasi obat yang dianggap efektif melawan virus Corona. Lima kombinasi obat tersebut adalah sebagai berikut.

Lopinavir-ritonavir-azitromisin
Lopinavir-ritonavir-doksisiklin
Lopinavir-ritonavir-klaritromisin
Hidroksiklorokuin-azitromisin
Hidroksiklorokuin-doksisiklin

3 Fakta Obat Dexamethasone yang Diklaim Ampuh Sembuhkan Pasien Kritis Corona

 Para peneliti di Universitas Oxford, Inggris, menyebut memiliki bukti obat dexamethasone bisa mengurangi risiko kematian pasien Corona bergejala berat. Mengutip dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), manfaat dari obat ini hanya terlihat pada pasien yang sakit parah dengan virus Corona COVID-19.
"Ini adalah pengobatan pertama yang ditunjukkan untuk mengurangi angka kematian pada pasien dengan virus Corona COVID-19 yang membutuhkan dukungan oksigen atau ventilator," kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.

Berikut 3 fakta terkait dexamethasone yang dirangkum oleh detikcom.

1. Apa itu dexamethasone?
Obat dexamethasone merupakan obat steroid yang biasanya digunakan untuk mengurangi peradangan. Menurut National Health Security, obat steroid yang biasa disebut kortikosteroid adalah jenis obat anti-inflamasi yang digunakan untuk mengobati berbagai kondisi seperti alergi, asma, eksim, penyakit radang usus dan radang sendi.

Dikutip dari RX List, obat ini juga bisa digunakan untuk mengobati kolitis ulserativa, lupus, psoriasis, dan gangguan pernapasan. Selain itu, dexamethasone bisa digunakan untuk tujuan yang tidak tercantum dalam panduan obat tersebut.

2. Apa ada efek sampingnya?
Setiap obat memiliki efek samping yang ditimbulkan pada penggunanya, termasuk dexamethasone. Obat dexamethasone ini bisa menimbulkan efek samping seperti reaksi alergi, seperti gatal-gatal, sulit bernapas, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Jika efek samping itu disertai dengan gejala lain, misalnya otot kejang, lemas, penglihatan kabur, sakit mata, sesak napas karena kegiatan ringan, bengkak, berat badan meningkat cepat, dan sakit kepala langsung konsultasikan ke dokter.
https://indomovie28.net/sword-art-online-alicization-episode-15-subtitle-indonesia/