Para peneliti di Universitas Oxford, Inggris, menyebut memiliki bukti obat dexamethasone bisa mengurangi risiko kematian pasien Corona bergejala berat. Mengutip dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), manfaat dari obat ini hanya terlihat pada pasien yang sakit parah dengan virus Corona COVID-19.
"Ini adalah pengobatan pertama yang ditunjukkan untuk mengurangi angka kematian pada pasien dengan virus Corona COVID-19 yang membutuhkan dukungan oksigen atau ventilator," kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.
Berikut 3 fakta terkait dexamethasone yang dirangkum oleh detikcom.
1. Apa itu dexamethasone?
Obat dexamethasone merupakan obat steroid yang biasanya digunakan untuk mengurangi peradangan. Menurut National Health Security, obat steroid yang biasa disebut kortikosteroid adalah jenis obat anti-inflamasi yang digunakan untuk mengobati berbagai kondisi seperti alergi, asma, eksim, penyakit radang usus dan radang sendi.
Dikutip dari RX List, obat ini juga bisa digunakan untuk mengobati kolitis ulserativa, lupus, psoriasis, dan gangguan pernapasan. Selain itu, dexamethasone bisa digunakan untuk tujuan yang tidak tercantum dalam panduan obat tersebut.
2. Apa ada efek sampingnya?
Setiap obat memiliki efek samping yang ditimbulkan pada penggunanya, termasuk dexamethasone. Obat dexamethasone ini bisa menimbulkan efek samping seperti reaksi alergi, seperti gatal-gatal, sulit bernapas, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.
Jika efek samping itu disertai dengan gejala lain, misalnya otot kejang, lemas, penglihatan kabur, sakit mata, sesak napas karena kegiatan ringan, bengkak, berat badan meningkat cepat, dan sakit kepala langsung konsultasikan ke dokter.
3. Bagaimana aturan penggunaannya?
Biasanya obat dexamethasone diresepkan dokter hanya untuk penggunaan jangka pendek saja. Tetapi, pada kasus tertentu dexamethasone bisa diresepkan untuk jangka waktu yang lama, sesuai kebutuhan.
Obat dexamethasone ini berfungsi mirip dengan prednisolon (obat kortikosteroid untuk mengatasi sejumlah kondisi, seperti penyakit autoimun), tetapi memiliki efek anti-inflamasi, hormon, dan metabolisme yang lebih kuat.
Ini Sebaran 1.031 Kasus Baru Virus Corona di Indonesia Per 17 Juni
Indonesia kembali mengumumkan adanya penambahan kasus baru virus Corona COVID-19. Saat ini sebanyak 1.031 kasus baru positif sehingga total ada 41.431 kasus. Hingga Rabu (17/6/2020), ada sebanyak 16.243 orang yang sembuh dan 2.276 meninggal dunia.
"Kita dapatkan kasus baru konfirmasi COVID-19 sebanyak 1.031 orang, sehingga total menjadi 41.431 orang," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto, Rabu (17/6/2020).
Sebaran 1.031 kasus baru positif virus Corona COVID-19 sebagai berikut:
Aceh 10
Bali 47
Banten 32
Bangka Belitung 2
Bengkulu 1
DI Yogyakarta 3
DKI Jakarta 127
Jambi 1
Jawa Barat 41
Jawa Tengah 115
Jawa Timur 225
Kalimantan Barat 12
Kalimantan Timur 5
Kalimantan Tengah 45
Kalimantan Selatan 86
Nusa Tenggara Barat 21
Sumatera Selatan 43
Sumatera Barat 4
Sulawesi Utara 35
Sumatera Utara 13
Sulawesi Tenggara 1
Sulawesi Selatan 84
Lampung 3
Riau 2
Maluku Utara 7
Maluku 24
Papua Barat 2
Papua 30
Sulawesi Barat 1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar