Jumat, 19 Juni 2020

YouTube Salip Facebook Sebagai Sumber Berita Terpercaya

Sebuah laporan mengungkapkan layanan streaming video YouTube telah melampaui Facebook sebagai platform media sosial paling populer untuk sumber berita khususnya di Amerika Serikat.
Menurut laporan berita digital 2020 Reuters Institute dijabarkan jumlah orang AS yang menggunakan Facebook untuk konsumsi berita menurun sebesar 4 persen dari tahun lalu sedangkan YouTube mengalami peningkatan sebanyak 4 persen.

Secara keseluruhan 35 persen orang di AS menggunakan Facebook untuk konsumsi berita sedangkan 24 persennya menggunakan YouTube.

Dilansir detiKINET dari Mashable laporan ini muncul di tengah perdebatan yang sedang berlangsung terkait bagaimana platfrom media sosial melawan berita hoax selama banyak peristiwa terjadi seperti pandemi virus Corona, pemilihan presiden yang akan berlangsung dan juga keresahan sosial seputar rasisme dan pembunuhan oleh polisi.

Pergeseran posisi platform ini dalam kategori konsumsi berita tidak hanya di AS saja, namun di 12 negara seperti Inggris, Jerman, Prancis, Jepang dan Brasil rata-rata konsumsi berita di Facebook juga turun menurun dan YouTube malah meningkat sejak tahun 2016.

Hasil tersebut setelah Reuters Institute mensurvei kelompok perwakilan nasional sekitar 2 ribu orang dari 40 negara dengan mengisi kuisioner online pada periode akhir Januari dan awal Februari 2020.

Pada saat yang sama, Facebook juga telah menjadi platform media sosial yang paling tidak dipercaya di 40 negara dengan angka 29 persen dari seluruh 80 ribu lebih responden yang mengungkapkan kekhawatiran mereka tentang informasi hoax atau menyesatkan pada platform tersebut.

Di AS sendiri jumlah tersebut naik menjadi 35 persen. Hanya 5 persen orang Amerika yang menyatakan kekhawatiran yang sama tentang YouTube sebagai perbandingan.

Namun seiring platform yang berorientasi visual semakin menarik sebagai sumber berita, Facebook adalah perusahaan yang tidak hanya memiliki platform media sosial tetapi ada juga WhatsApp dan Instagram.

"Dengan memungkinkan Instagram dan WhatsApp untuk berkembang secara terpisah, Facebook sebagai sebuah perusahaan telah mampu memenuhi banyak demografi yang berbeda dan mencoba format baru, tanpa kehilangan loyalitas intinya," tulis laporan itu.

Pengaruh Instagram sebagai tujuan berita meningkat secara signifikan sementara YouTube perlahan menutup Facebook sebagai platform sosial paling populer untuk berita.

YouTube mungkin memiliki keunggulan atas Instagram untuk saat ini, tetapi aplikasi yang terafiliasi Facebook bersembunyi dan mengejar ketinggalan dari belakang.

Demi Transformasi Digital, Apa Telkom Butuh Pemimpin Milenial?

Pada hari ini, Jumat (19/6/2020) Telkom akan melakukan perombakan jajaran direksi melalui Rapat Umum Saham Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Apakah perusahaan BUMN yang satu ini butuh pemimpin milenial?
Dalam beberapa hari terakhir, Pendiri Bukalapak Muhammad Fajrin Rasyid masuk dalam kandidat direktur Telkom. Menteri BUMN Erick Thohir sempat membocorkan, salah satu direksi perusahaan plat merah ini berasal dari generasi milenial.

Selain Fajrin, ada rumor yang beredar bahwa Achmad Zaky dan Hugroho Heruchayono juga dalam radar.

"Saya nggak yakin jika para milenial ini akan ditempatkan sebagai posisi Dirut Telkom, karena terlalu riskan mengingat Telkom itu adalah perusahaan yang dual listed, di mana market caps sekitar Rp 400 triliun dengan brand value USD 4,6 miliar," ujar Pendiri IndoTelko Forum Doni Ismanto Darwin.

Posisi dirut dan jajaran direksi lainnya, kata Doni, lebih tepat apabila diisi sosok yang berpengalaman, khususnya di bidang telekomunikasi seperti bisnis yang dijalankan Telkom selama ini.

Doni malah memprediksikan bahwa sosok generasi muda itu ditempatkan sebagai direksi, baik itu di posisi direktur digital service, strategic portfolio, consumer, atau keuangan.

"Pertanyaan kritisnya kan, apa iya Telkom butuh milenial leader hingga posisi direksi untuk memuluskan transformasi menjadi digital company?" tanyanya.

Menurut Doni, Telkom itu secara kultur perusahaan BUMN yang paling serius menjalankan transformasi digital. Mereka, ucapnya, bahkan menjadi acuan dari BUMN lainnya yang menjalankan transformasi.

Selain itu, Telkom juga sudah mengadopsi pola kerja ala startup di mana dalam perekrutan talent sudah ada socio digital leader, merangsang inovasi dengan program Amoeba, bahkan di bisnis digital untuk kalangan operator Telkom adalah yang paling konsisten dibanding operator lain.

Aplikasi Kloningan TikTok Berhenti Bayar Penggunanya

 Zynn, aplikasi video yang disebut kloningan TikTok, tidak akan lagi membayar pengguna yang menonton video di platform-nya. Padahal metode kontroversial ini yang membuat popularitas aplikasi tersebut meroket di App Store dan Play Store.
Dikutip detikINET dari The Verge, Kamis (18/6/2020) metode pembataran ini diganti dengan sistem imbalan baru bernama Zyncheers. Sistem ini masih akan memberikan pengguna poin setelah menonton video, meninggalkan komentar dan menyukai video.

Yang membedakan dengan sistem sebelumnya adalah poin ini tidak akan bisa ditukarkan, baik itu dengan uang tunai maupun gift card seperti yang ditawarkan Zynn sebelumnya. Di aplikasinya, Zynn mengatakan pengguna akan mendapatkan keuntungan dan imbalan setelah mengumpulkan Zynncheers, tapi tidak dijelaskan apa bentuk imbalan tersebut.

"Kami memiliki beberapa rencana tentang kegunaan Zynncheers, tapi kami membutuhkan lebih banyak ide kalian," tulis Zynn dalam aplikasinya.

Zynn sepertinya masih ingin mengandalkan sistem yang membuat popularitas aplikasinya di Barat, tapi tidak lagi menawarkan uang tunai atau gift card. Kuaishou, perusahaan pencipta Zynn, menggunakan metode pay-to-watch untuk bisa menyaingi TikTok di China.

Keputusan Zynn untuk berhenti membayar penggunanya datang setelah aplikasi ini dihapus dari App Store dan Play Store. Saat dihapus oleh Play Store, Zynn mengatakan hal itu dikarenakan plagiarisme konten video yang dicomot dari beberapa influencer.

Saat itu Zynn tidak mengatakan apakah metode pay-to-watch ini termasuk salah satu penyebabnya. Tapi sepertinya dihilangkannya fitur ini menunjukkan bahwa hal itu menjadi masalah bagi salah satu atau kedua platform.

Zynn pertama kali tersedia di Android dan iOS pada awal Mei dan langsung memuncaki daftar aplikasi paling banyak diunduh. Sensor Tower memperkirakan Zynn telah diunduh 5 juta kali di App Store dan 700.000 kali di Play Store sebelum akhirnya dihapus.

YouTube Salip Facebook Sebagai Sumber Berita Terpercaya

Sebuah laporan mengungkapkan layanan streaming video YouTube telah melampaui Facebook sebagai platform media sosial paling populer untuk sumber berita khususnya di Amerika Serikat.
Menurut laporan berita digital 2020 Reuters Institute dijabarkan jumlah orang AS yang menggunakan Facebook untuk konsumsi berita menurun sebesar 4 persen dari tahun lalu sedangkan YouTube mengalami peningkatan sebanyak 4 persen.

Secara keseluruhan 35 persen orang di AS menggunakan Facebook untuk konsumsi berita sedangkan 24 persennya menggunakan YouTube.

Dilansir detiKINET dari Mashable laporan ini muncul di tengah perdebatan yang sedang berlangsung terkait bagaimana platfrom media sosial melawan berita hoax selama banyak peristiwa terjadi seperti pandemi virus Corona, pemilihan presiden yang akan berlangsung dan juga keresahan sosial seputar rasisme dan pembunuhan oleh polisi.

Pergeseran posisi platform ini dalam kategori konsumsi berita tidak hanya di AS saja, namun di 12 negara seperti Inggris, Jerman, Prancis, Jepang dan Brasil rata-rata konsumsi berita di Facebook juga turun menurun dan YouTube malah meningkat sejak tahun 2016.

Hasil tersebut setelah Reuters Institute mensurvei kelompok perwakilan nasional sekitar 2 ribu orang dari 40 negara dengan mengisi kuisioner online pada periode akhir Januari dan awal Februari 2020.

Pada saat yang sama, Facebook juga telah menjadi platform media sosial yang paling tidak dipercaya di 40 negara dengan angka 29 persen dari seluruh 80 ribu lebih responden yang mengungkapkan kekhawatiran mereka tentang informasi hoax atau menyesatkan pada platform tersebut.

Di AS sendiri jumlah tersebut naik menjadi 35 persen. Hanya 5 persen orang Amerika yang menyatakan kekhawatiran yang sama tentang YouTube sebagai perbandingan.

Namun seiring platform yang berorientasi visual semakin menarik sebagai sumber berita, Facebook adalah perusahaan yang tidak hanya memiliki platform media sosial tetapi ada juga WhatsApp dan Instagram.
https://kamumovie28.com/love-motion/a19-8/