Sebagian orang baru sempat melakukan olahraga sepulang dari kantor atau di malam hari. Prinsipnya, mau pagi atau malam hari sama baiknya. Namun ada beberapa hal yang harus diingat jika ingin berolahraga di malam hari.
Banyak orang yang mendadak kolaps saat berolahraga di malam hari karena memilih jenis latihan yang terlalu berat. Seperti yang dialami oleh seorang pria asal Terengganu, Malaysia.
Dalam sebuah insiden, seorang pria usia 40 tahun meninggal setelah bermain bulutangkis di malam hari bersama rekannya. Dikutip World of Buzz, sebelum meninggal ia sempat bermain bulutangkis 3 babak tanpa henti.
Saat istirahat dan duduk bersama temannya untuk mengobrol, pria tersebut tiba-tiba pingsan. Meski rekannya telah melakukan pertolongan pertama dan CPR selama lebih dari 20 menit, tetap tidak ada respon yang berarti.
Pria tersebut dinyatakan meninggal setelah dibawa ke rumah sakit.
Meski olahraga di malam hari bukan hal yang tabu, perlu diingat waktunya dan jenis olahraga yang dilakukan.
AS Lakukan Uji Coba Pertama Obat COVID-19 Pada Manusia
Sejauh ini belum ada obat atau vaksin untuk virus corona COVID-19. Para ilmuwan di berbagai negara pun berlomba-lomba untuk membuat antivirus dari penyakit ini.
Terkait hal tersebut belakangan peneliti di Amerika Serikat disebut akan segara melakukan pengujian pertama obat COVID-19 pada manusia. Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah obat ini akan berfungsi atau tidak untuk menyembuhkan seseorang dari infeksi COVID-19.
Dikutip dari CNN, obat yang digunakan dalam pengujian adalah remdesivir. Pengujian akan dilakukan di University of Nebraska Medical Center, Omaha.
Peserta pertama dalam pengujian obat ini adalah seorang warga negara Amerika Serikat yang telah dievakuasi dari kapal pesiar Diamond Princess, Jepang.
Remdesivir sebelumnya sempat diuji pada manusia untuk penyakit Ebola, MERS, dan SARS. Obat ini pun telah diuji klinis di China dan telah dikembangkan oleh Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS untuk mengetahui adanya kecocokan dalam penyembuhan seseorang dari COVID-19.
"Peserta dalam kelompok pengobatan akan diberikan 200 miligram remdesivir secara intravena (pemberian obat melalui infus) ketika mereka sudah terdaftar dalam penelitian ini. Mereka akan menerima 100 miligram lagi selama mereka di rawat di rumah sakit, hingga total 10 hari," tulis National Institutes of Health dalam rilis berita.
Arab Saudi Sampai Setop Umrah, Sudah Separah Apa Wabah Virus Corona?
Pemerintah Arab Saudi dikabarkan menghentikan sementara visa untuk umrah dan kunjungan ke Mesjid Nabawi. Hal ini berkaitan dengan wabah virus corona (COVID-19) yang terus meluas di berbagai penjuru dunia.
"Pemerintah menunda sementara kunjungan umrah dan ke Masjid Nabawi di wilayah Kerajaan," tulis keterangan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arab Saudi Kamis (27/2/2020).
"Kerajaan memastikan bahwa prosedur ini hanya sementara dan akan terus dievaluasi oleh otoritas yang berkompeten. Kerajaan mendukung segala upaya internasional yang dijalankan secara maksimal untuk mencegah penyebaran virus," lanjut Kemenlu.
Tindakan Arab Saudi menghentikan sementara kegiatan umrah ini bisa dimaklumi mengingat kasus yang terjadi di beberapa negara. Ahli menyebut virus mudah menyebar saat orang-orang ramai berkumpul di satu tempat dalam periode waktu tertentu seperti saat melakukan kegiatan rohani.
Iran yang kini menjadi pusat wabah virus corona di Timur Tengah misalnya menduga aktivitas religi di kota Qom turut berkontribusi menyebarkan virus. Sementara wabah virus corona di Korea Selatan dapat dilacak pada aktivitas jemaah Gereja Shincheonji di kota Daegu.
Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan, Jung Eun-kyeong, mengatakan virus corona menyebar dengan memanfaatkan kebiasaan manusia.