Brazil yang berada di benua merika Selatan pada hari Rabu (26/2) mengonfirmasi kasus pertama virus corona (COVID-19). Ini artinya virus sudah hadir di seluruh benua kecuali Antartika yang minim penghuni.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum menyebut wabah virus corona sebagai pandemi. Namun beberapa ahli berpendapat dengan kehadiran virus di benua Amerika Selatan penyakit ini semakin mendekati definisi pandemi.
Salah satu direktur untuk Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), Nancy Messonnier, menjelaskan ada beberapa kriteria untuk suatu situasi bisa jadi pandemi. Pertama virus harus menyebabkan penyakit serius termasuk kematian dan kedua menyebar antarmanusia.
"Dengan semakin banyak penyebaran di antara komunitas negara-negara terdeteksi, dunia semakin dekat memenuhi kriteria ketiga: penyebaran virus baru ke seluruh dunia," kata Nancy seperti dikutip dari CNN, Kamis (27/2/2020).
Di benua Afrika ada Algeria dan Mesir yang mengonfirmasi kasus virus corona. Di benua Asia negara seperti China, Korea Selatan, Jepang, dan Iran jadi sorotan karena kasus yang tinggi. Italia jadi pusat wabah virus corona di Eropa. Sementara Amerika Utara melaporkan 59 kasus dan Australia 22 kasus virus corona.
Saat ini dunia melaporkan sudah ada lebihA dari 80 ribu kasus virus corona yang sudah terkonfirmasi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) jumlah kasus baru belakangan lebih banyak datang dari luar China.
Main Bulutangkis 3 Babak Tanpa Henti, Pria Ini Meninggal Dunia
Sebagian orang baru sempat melakukan olahraga sepulang dari kantor atau di malam hari. Prinsipnya, mau pagi atau malam hari sama baiknya. Namun ada beberapa hal yang harus diingat jika ingin berolahraga di malam hari.
Banyak orang yang mendadak kolaps saat berolahraga di malam hari karena memilih jenis latihan yang terlalu berat. Seperti yang dialami oleh seorang pria asal Terengganu, Malaysia.
Dalam sebuah insiden, seorang pria usia 40 tahun meninggal setelah bermain bulutangkis di malam hari bersama rekannya. Dikutip World of Buzz, sebelum meninggal ia sempat bermain bulutangkis 3 babak tanpa henti.
Saat istirahat dan duduk bersama temannya untuk mengobrol, pria tersebut tiba-tiba pingsan. Meski rekannya telah melakukan pertolongan pertama dan CPR selama lebih dari 20 menit, tetap tidak ada respon yang berarti.
Pria tersebut dinyatakan meninggal setelah dibawa ke rumah sakit.
Meski olahraga di malam hari bukan hal yang tabu, perlu diingat waktunya dan jenis olahraga yang dilakukan.
AS Lakukan Uji Coba Pertama Obat COVID-19 Pada Manusia
Sejauh ini belum ada obat atau vaksin untuk virus corona COVID-19. Para ilmuwan di berbagai negara pun berlomba-lomba untuk membuat antivirus dari penyakit ini.
Terkait hal tersebut belakangan peneliti di Amerika Serikat disebut akan segara melakukan pengujian pertama obat COVID-19 pada manusia. Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah obat ini akan berfungsi atau tidak untuk menyembuhkan seseorang dari infeksi COVID-19.
Dikutip dari CNN, obat yang digunakan dalam pengujian adalah remdesivir. Pengujian akan dilakukan di University of Nebraska Medical Center, Omaha.
Peserta pertama dalam pengujian obat ini adalah seorang warga negara Amerika Serikat yang telah dievakuasi dari kapal pesiar Diamond Princess, Jepang.
Remdesivir sebelumnya sempat diuji pada manusia untuk penyakit Ebola, MERS, dan SARS. Obat ini pun telah diuji klinis di China dan telah dikembangkan oleh Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS untuk mengetahui adanya kecocokan dalam penyembuhan seseorang dari COVID-19.
"Peserta dalam kelompok pengobatan akan diberikan 200 miligram remdesivir secara intravena (pemberian obat melalui infus) ketika mereka sudah terdaftar dalam penelitian ini. Mereka akan menerima 100 miligram lagi selama mereka di rawat di rumah sakit, hingga total 10 hari," tulis National Institutes of Health dalam rilis berita.
https://nonton08.com/price-of-nude/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar