Jumat, 17 Juli 2020

Buntut Pembajakan Akun Twitter Pesohor Dunia, FBI Turun Tangan

 Pembajakan akun Twitter milik sejumlah tokoh ternama untuk mempromosikan penipuan Bitcoin sempat membuat heboh. FBI pun turun tangan untuk menginvestigasi kasus ini.
Tidak lama setelah kasus ini merebak, FBI mengumumkan mereka telah membuka investigasi terhadap kasus pembajakan akun Twitter milik pesohor dunia, termasuk Bill Gates, Jeff Bezos, Barack Obama dan Kanye West.

"Saat ini, akun-akun tersebut tampaknya telah dibobol untuk menjalankan penipuan cryptocurrency," kata divisi FBI San Fransisco dalam keterangannya, dikutip detikINET dari NPR, Jumat (17/7/2020).

"Kami menyarankan masyarakat untuk tidak menjadi korban penipuan ini dengan mengirim cryptocurrency atau uang sehubungan dengan kejadian ini," sambungnya.

Serangan ini tidak hanya menjadi perhatian FBI tapi juga beberapa otoritas di AS. Gubernur New York Andrew Cuomo meluncurkan investigasi lewat Department of Financial Services, begitu juga Jaksa Agung New York Letitia James.

"Serangan kepada Twitter kemarin malam menimbulkan kekhawatiran serius tentang keamanan data dan bagaimana platform seperti Twitter bisa digunakan untuk merusak debat publik," kata James dalam keterangannya.

US Senate Commerce Committee juga meminta penjelasan dari Twitter atas kejadian ini. Senator Partai Republik Roger Wicker telah mengirimkan surat kepada CEO Twitter Jack Dorsey yang meminta perusahaannya untuk memberi penjelasan kepada anggota komite tentang pembajakan ini sebelum 23 Juli.

Pemimpin Senate Intelligence Committee dan House Oversight Committee juga meminta Twitter untuk segera memberi penjelasan.

Seperti diketahui, akun Twitter Bill Gates, Elon Musk, Jeff Bezos dan beberapa tokoh ternama lainnya diretas dan mengunggah cuitan yang mengajak pengikutnya mengirim Bitcoin ke suatu alamat yang kemudian akan digandakan.

"Semua orang meminta saya untuk memberi kembali, inilah waktunya. Saya menggandakan semua kiriman ke alamat BTS saya dalam 30 menit. Kamu kirim USD 1.000, saya kirim balik USD 2.000," demikian isi cuitan di akun Bill Gates.

Twitter mengatakan pembajakan ini merupakan serangan rekayasa sosial terkoordinasi yang menargetkan pegawai yang memiliki akses terhadap tools dan sistem internal.

Tools tersebut digunakan hacker untuk mengambil alih sejumlah akun Twitter ternama dengan me-reset alamat email yang dipakai di akun tersebut, dan membuat mereka sulit untuk mengambil alih kembali akses ke akunnya itu.

Realme Bakal Rilis HP Baterai 6.000 mAh dan TV Pintar

 Realme berencana menambah portfolio perangkat internet-of-thing (IoT) di Indonesia dengan memboyong televisi pintarnya. Selain itu ada yang tak kalah menarik, vendor asal China ini memastikan akan merilis HP yang punya baterai 6.000 mAh.
Hal tersebut diungkap langsung Palson Yi, Marketing Director realme Indonesia saat diskusi Trend Tech Talk yang digelar secara virtual, Jumat (17/7/2020). Hanya saja dia belum mau mengungkap ponsel apa yang di maksudkan.

"Mulai minggu depan akan saya beberkan fitur apa saja yang dibawa ponsel ini. Dapat saya pastikan ponsel ini tidak hanya membawa baterai besar, tapi juga solusi pengisian cepat," katanya.

Perangkat ini akan menjadi ponsel Realme pertama yang mengusung baterai 6.000 mAh. Kehadirannya sendiri untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang punya mobilitas tinggi.

"Banyak orang menanyakan baterai besar. Karena seperti di Indonesia, banyak yang kerja di luar, seperti driver Gojek dan Grab. Karena segera kami luncurkan ponsel dengan baterai 6.000 mAh," terang Palson.

Untuk Realme Smart TV sendiri direncanakan mendarat di Indonesia pada semester kedua 2020. Hanya saja terkait ukuran dan resolusinya belum dipastikan, sebab Realme mengaku masih mempelajari pasar.

"Sampai saat ini masih dipelajari. Kami tengah buat riset ukuran berapa yang tepat untuk pasar Indonesia," ujar Palson.
https://cinemamovie28.com/akhir-kisah-cinta-si-doel/

Pasien Corona Sembuh Per 17 Juli di 12 Provinsi Ini Lebih Banyak dari Kasus Baru

 Pasien virus Corona yang sembuh di beberapa provinsi ini disebut lebih banyak daripada kasus positif Corona. Pemerintah pada Jumat (17/7/2020) mengumumkan penambahan kasus baru Corona sebanyak 1.462 orang, 1.489 dinyatakan sembuh, dan 84 meninggal dunia.
"Jumlah yang sembuh hari ini totalnya adalah 1.489, sehingga keseluruhan yang sembuh sampai saat ini adalah 41.834," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19 Achmad Yurianto dalam siaran pers BNPB melalui kanal YouTube, Jumat (17/7/2020).

Berikut penambahan detail kasus baru Corona di Indonesia per 17 Juli.

1. Jumlah kasus positif bertambah 1.462 menjadi 83.130.

2. Jumlah pasien sembuh bertambah 1.489 menjadi 41.834.

3. Jumlah pasien meninggal dunia bertambah 84 menjadi 3.957.

Data tersebut merupakan akumulasi yang tercatat hingga pukul 12.00 WIB hari ini.

Sebelumnya pada Kamis (16/7/2020), jumlah akumulatif kasus positif corona di Indonesia berada di angka 81.668. Dari jumlah tersebut, 40.345 pasien berhasil sembuh dan 3.873 lainnya meninggal dunia.

Total ada 12 provinsi yang melaporkan penambahan kasus sembuh Corona lebih banyak dibandingkan kasus positif. Berikut sebaran provinsi yang melaporkan penambahan kasus sembuh lebih banyak dibandingkan kasus positif per 17 Juli:

Jawa Timur

- Sembuh: 387

- Kasus baru: 255


Jawa tengah

- Sembuh: 340

- Kasus baru: 238


Bali

- Sembuh: 88

- Kasus baru: 86


Sulawesi Selatan

- Sembuh: 112

- Kasus baru: 83


Kalimantan Tengah

- Sembuh: 80

- Kasus baru: 58


Sulawesi Utara

- Sembuh: 83

- Kasus baru: 28


Papua

- Sembuh: 35

- Kasus baru: 18


Sulawesi Tenggara

- Sembuh: 15

- Kasus baru: 14


Banten

- Sembuh: 10

- Meninggal: 9


Gorontalo

- Sembuh: 24

- Meninggal: 9


Jambi

- Sembuh: 3

- Meninggal: 1


Kalimantan Utara

- Sembuh: 2

- Meninggal: 1

Buntut Pembajakan Akun Twitter Pesohor Dunia, FBI Turun Tangan

 Pembajakan akun Twitter milik sejumlah tokoh ternama untuk mempromosikan penipuan Bitcoin sempat membuat heboh. FBI pun turun tangan untuk menginvestigasi kasus ini.
Tidak lama setelah kasus ini merebak, FBI mengumumkan mereka telah membuka investigasi terhadap kasus pembajakan akun Twitter milik pesohor dunia, termasuk Bill Gates, Jeff Bezos, Barack Obama dan Kanye West.

"Saat ini, akun-akun tersebut tampaknya telah dibobol untuk menjalankan penipuan cryptocurrency," kata divisi FBI San Fransisco dalam keterangannya, dikutip detikINET dari NPR, Jumat (17/7/2020).

"Kami menyarankan masyarakat untuk tidak menjadi korban penipuan ini dengan mengirim cryptocurrency atau uang sehubungan dengan kejadian ini," sambungnya.

Serangan ini tidak hanya menjadi perhatian FBI tapi juga beberapa otoritas di AS. Gubernur New York Andrew Cuomo meluncurkan investigasi lewat Department of Financial Services, begitu juga Jaksa Agung New York Letitia James.

"Serangan kepada Twitter kemarin malam menimbulkan kekhawatiran serius tentang keamanan data dan bagaimana platform seperti Twitter bisa digunakan untuk merusak debat publik," kata James dalam keterangannya.

US Senate Commerce Committee juga meminta penjelasan dari Twitter atas kejadian ini. Senator Partai Republik Roger Wicker telah mengirimkan surat kepada CEO Twitter Jack Dorsey yang meminta perusahaannya untuk memberi penjelasan kepada anggota komite tentang pembajakan ini sebelum 23 Juli.

Pemimpin Senate Intelligence Committee dan House Oversight Committee juga meminta Twitter untuk segera memberi penjelasan.

Seperti diketahui, akun Twitter Bill Gates, Elon Musk, Jeff Bezos dan beberapa tokoh ternama lainnya diretas dan mengunggah cuitan yang mengajak pengikutnya mengirim Bitcoin ke suatu alamat yang kemudian akan digandakan.

"Semua orang meminta saya untuk memberi kembali, inilah waktunya. Saya menggandakan semua kiriman ke alamat BTS saya dalam 30 menit. Kamu kirim USD 1.000, saya kirim balik USD 2.000," demikian isi cuitan di akun Bill Gates.
https://cinemamovie28.com/brownies/