Pasien virus Corona yang sembuh di beberapa provinsi ini disebut lebih banyak daripada kasus positif Corona. Pemerintah pada Jumat (17/7/2020) mengumumkan penambahan kasus baru Corona sebanyak 1.462 orang, 1.489 dinyatakan sembuh, dan 84 meninggal dunia.
"Jumlah yang sembuh hari ini totalnya adalah 1.489, sehingga keseluruhan yang sembuh sampai saat ini adalah 41.834," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19 Achmad Yurianto dalam siaran pers BNPB melalui kanal YouTube, Jumat (17/7/2020).
Berikut penambahan detail kasus baru Corona di Indonesia per 17 Juli.
1. Jumlah kasus positif bertambah 1.462 menjadi 83.130.
2. Jumlah pasien sembuh bertambah 1.489 menjadi 41.834.
3. Jumlah pasien meninggal dunia bertambah 84 menjadi 3.957.
Data tersebut merupakan akumulasi yang tercatat hingga pukul 12.00 WIB hari ini.
Sebelumnya pada Kamis (16/7/2020), jumlah akumulatif kasus positif corona di Indonesia berada di angka 81.668. Dari jumlah tersebut, 40.345 pasien berhasil sembuh dan 3.873 lainnya meninggal dunia.
Total ada 12 provinsi yang melaporkan penambahan kasus sembuh Corona lebih banyak dibandingkan kasus positif. Berikut sebaran provinsi yang melaporkan penambahan kasus sembuh lebih banyak dibandingkan kasus positif per 17 Juli:
Jawa Timur
- Sembuh: 387
- Kasus baru: 255
Jawa tengah
- Sembuh: 340
- Kasus baru: 238
Bali
- Sembuh: 88
- Kasus baru: 86
Sulawesi Selatan
- Sembuh: 112
- Kasus baru: 83
Kalimantan Tengah
- Sembuh: 80
- Kasus baru: 58
Sulawesi Utara
- Sembuh: 83
- Kasus baru: 28
Papua
- Sembuh: 35
- Kasus baru: 18
Sulawesi Tenggara
- Sembuh: 15
- Kasus baru: 14
Banten
- Sembuh: 10
- Meninggal: 9
Gorontalo
- Sembuh: 24
- Meninggal: 9
Jambi
- Sembuh: 3
- Meninggal: 1
Kalimantan Utara
- Sembuh: 2
- Meninggal: 1
Buntut Pembajakan Akun Twitter Pesohor Dunia, FBI Turun Tangan
Pembajakan akun Twitter milik sejumlah tokoh ternama untuk mempromosikan penipuan Bitcoin sempat membuat heboh. FBI pun turun tangan untuk menginvestigasi kasus ini.
Tidak lama setelah kasus ini merebak, FBI mengumumkan mereka telah membuka investigasi terhadap kasus pembajakan akun Twitter milik pesohor dunia, termasuk Bill Gates, Jeff Bezos, Barack Obama dan Kanye West.
"Saat ini, akun-akun tersebut tampaknya telah dibobol untuk menjalankan penipuan cryptocurrency," kata divisi FBI San Fransisco dalam keterangannya, dikutip detikINET dari NPR, Jumat (17/7/2020).
"Kami menyarankan masyarakat untuk tidak menjadi korban penipuan ini dengan mengirim cryptocurrency atau uang sehubungan dengan kejadian ini," sambungnya.
Serangan ini tidak hanya menjadi perhatian FBI tapi juga beberapa otoritas di AS. Gubernur New York Andrew Cuomo meluncurkan investigasi lewat Department of Financial Services, begitu juga Jaksa Agung New York Letitia James.
"Serangan kepada Twitter kemarin malam menimbulkan kekhawatiran serius tentang keamanan data dan bagaimana platform seperti Twitter bisa digunakan untuk merusak debat publik," kata James dalam keterangannya.
US Senate Commerce Committee juga meminta penjelasan dari Twitter atas kejadian ini. Senator Partai Republik Roger Wicker telah mengirimkan surat kepada CEO Twitter Jack Dorsey yang meminta perusahaannya untuk memberi penjelasan kepada anggota komite tentang pembajakan ini sebelum 23 Juli.
Pemimpin Senate Intelligence Committee dan House Oversight Committee juga meminta Twitter untuk segera memberi penjelasan.
Seperti diketahui, akun Twitter Bill Gates, Elon Musk, Jeff Bezos dan beberapa tokoh ternama lainnya diretas dan mengunggah cuitan yang mengajak pengikutnya mengirim Bitcoin ke suatu alamat yang kemudian akan digandakan.
"Semua orang meminta saya untuk memberi kembali, inilah waktunya. Saya menggandakan semua kiriman ke alamat BTS saya dalam 30 menit. Kamu kirim USD 1.000, saya kirim balik USD 2.000," demikian isi cuitan di akun Bill Gates.
https://cinemamovie28.com/brownies/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar