Sabtu, 18 Juli 2020

Lebih dari 3 Ribu Tenaga Medis di China Terinfeksi COVID-19 dalam 2 Bulan

Lebih dari 3.000 tenaga medis di China telah terinfeksi virus corona COVID-19 dalam dua bulan terakhir, demikian penuturan Komisaris Kesehatan Nasional China. Staf medis yang terinfeksi diduga karena kurangnya alat pelindung dan kelelahan karena kewalahan menangani pasien. Infeksi sebagian besar terjadi di provinsi Hubei.
Hal ini diungkap Liang Wannian, pejabat kesehatan China, saat memberi penjelasan singkat kepada wartawan bersama dengan kepala delegasi Organisasi Kesehatan Dunia atau WHo untuk China, Bruce Aylward. Dilaporkan Mothership, jumlah korban tewas di daratan China saat ini telah mencapai hampir 2.600 orang.

Layanan medis dilaporkan telah meregang ke titik puncaknya, karena puluhan ribu pekerja medis telah berjuang untuk menahan penyebaran virus corona.

Pada 19 Februari, Presiden China Xi Jinping menyerukan perlindungan yang lebih besar untuk staf medis setelah kematian dokter terkemuka di sana memicu kemarahan masyarakat pada penanganan situasi oleh pemerintah.

Staf juga menghadapi kekurangan masker dan pelindung tubuh, bahkan ada yang mengenakan jas darurat dan terus bekerja meski menunjukkan gejala sakit di saluran pernapasan.

Saat ini disebutkan sebagian besar kasus COVID-19 tidak menunjukkan gejala. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi para staf medis yang sehari-harinya berada di garda terdepan dan langsung terpapar virus corona dan bekerja di ruangan tertutup dalam waktu lama.

Genangan Banjir Surut, RSCM Bersih-bersih

Genangan banjir kembali terjadi di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM). Saat ini petugas tengah membersihkan sisa-sisa genangan di selasar.
Pantauan detikcom, Selasa (25/2/2020), sejumlah petugas kebersihan mengepel dan menyerok sisa air di selasar Unit Penyakit Dalam. Pemandangan serupa juga tampak di sekitar Unit Radiologi.

Bercak-bercak lumpur masih terlihat di sejumlah titik, namun tidak mengganggu aktivitas pengunjung. Beberapa orang tampak lalu lalang di lokasi yang dibersihkan.

Direktur Utama RSCM, dr Lies Dina Liastuti, SpJP(K) membenarkan adanya genangan banjir di RSCM pagi ini. Namun menurutnya, genangan tidak mengganggu aktivitas pelayanan.

"Operasi, poliklinik, IGD, berjalan," kata dr Lies.

RSCM Kembali Tergenang Banjir, Dirut: Sudah Surut

Genangan air imbas banjir kembali terjadi di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM). Direktur Utama, dr Lies Dina Liastuti, SpJP(K) memastikan genangan tidak berdampak pada pelayanan.
"Betul. Tapi sudah surut," kata dr Lies, saat dikonfirmasi, Selasa (25/2/2020).

"Operasi, poliklinik, IGD, berjalan," lanjutnya.

Ini merupakan kali kedua RSCM digenagi air imbas banjir dan hujan deras beberapa hari terakhir. Minggu (23/2/2020), unit radiologi dan radioterapi RSCM juga mengalami genangan.

Sejumlah alat terendam, namun saat ini sudah dalam proses pengeringan. Bersama Bapeten (Badan Pengawas Tenaga Nuklir), RSCM dikabarkan sudah melakukan uji fungsi sejumlah alat.

Kandung Kemihnya Bisa Fermentasi, Kencing Wanita Ini Mengandung Alkohol

Seorang wanita di Pennsylvania membutuhkan cangkok hati. Namun setiap kali menjalani tes alkohol sebagai persyaratan utamanya, ia selalu gagal. Padahal ia tidak pernah minum alkohol.
Dokter lalu menemukan fenomena aneh dalam tubuh pasien ini. Mikroba dalam kandung kemihnya ternyata bisa memfermentasikan alkohol, mirip kondisi yang dikenal dengan istilah 'auto-brewery syndrome' (ABS).

Pada kondisi ABS, umumnya mikroba di saluran pencernaan memfermentasikan karbohidrat menjadi alkohol. Orang-orang dengan kondisi ini bisa 'mabuk' alkohol hanya dengan makan karbohidrat.

Namun dalam kasus ini, fermentasi terjadi bukan di saluran pencernaan melainkan di kandung kemih. Alkohol yang dihasilkan di kandung kemih tidak masuk ke peredaran darah, sehingga pasien tidak keracunan maupun 'mabuk'.

Dokter menyebut kondisi ini langka dan bahkan belum ada namanya. Namun dokter mengusulkan untuk menyebutnya 'urinary auto-brewery syndrome' atau 'bladder fermentation syndrome'.
https://nonton08.com/ayat-ayat-adinda/

Sakit Jantung, 3 Seleb Ini Tetap Bugar dan Berprestasi

Bagi sebagian besar orang menjadi selebriti yang terkenal dan punya banyak uang adalah sebuah impian. Namun, bagi ketiga selebriti ini, ketenaran dan harta mereka tak akan ada apa-apanya tanpa kesehatan.
Ketiga selebriti ini memiliki 'bom atom' di tubuh mereka, yang sewaktu-waktu bisa meledak dan mematikan. Ya, ketiga selebriti ini memiliki riwayat penyakit jantung. Namun, kini mereka bisa bertahan bahkan tetap bugar dan berprestasi. Berikut ketiga selebriti tersebut.

Kevin Smith

Film maker, komedian, public speaker, author, dan podcaster asal Amerika ini sempat terkena serangan jantung di usianya yang ke-48 tahun pada 2018 silam. Ia berhasil selamat, dan semenjak itu ia mengubah total gaya hidupnya menjadi lebih sehat. Ia juga lebih sering makan sayuran dan melakukan diet untuk menurunkan berat badan. Hingga saat ini, Kevin masih aktif berkarya. Tahun lalu ia meluncurkan film terbarunya yang berjudul 'Jay and Silent Bob'.

John Mellencamp

John Mellencamp pernah mengalami serangan jantung saat sedang tur konser. Ia mengalami serangan jantung itu pada 1994 silam di usia 42 tahun. Ia mengaku sebagai perokok aktif dan sering makan makanan yang tidak sehat. Menurutnya itu yang membuat jantungnya sempat tak berfungsi. Namun, hingga saat ini John masih aktif manggung sebagai musisi.

Personal trainer dan author, Bob Harper juga pernah terkena serangan jantung pada Februari 2017 lalu. Pembawa acara The Biggest Losser ini menderita serangan jantung di usia 51 tahun. Setelah kejadian itu, ia pun meluncurkan Survivors Have Heart, sebuah organisasi yang membantu para penyintas penyakit jantung pulih secara emosional.

Itu dia ketiga artis yang memiliki penyakit jantung dan pernah terkena serangan jantung, tapi bisa kembali hidup dan bertahan hingga sekarang. Sakit jantung memang tak boleh diremehkan, penyakit ini menjadi penyakit paling mematikan di dunia.

Oleh karena itu, kamu harus mengenali penyebab-penyebab penyakit jantung ini. Adapun beberapa penyebabnya, antara lain gaya hidup tidak sehat, merokok, obesitas, dan kolesterol. Ya, kolesterol juga menjadi penyumbang tertinggi terhadap risiko penyakit jantung.

Lantaran itu, kamu perlu waspada terhadap makanan tinggi kolesterol, seperti junk food, daging olahan, margarin, dan sebagainya. Kamu juga harus mengetahui cara menjaga kesehatan jantung dengan makanan pencegah kolesterol. Sebab jika kadar kolesterol dalam tubuh tinggi, itu bisa menghambat aliran darah ke jantung.

Apabila terjadi penyumbatan total maka akan mengakibatkan serangan jantung. Untuk itu cegah kolesterol jahat dengan berolahraga secara teratur, hindari makanan junk food dan berkolesterol tinggi, dan bantu juga dengan minum Nestle ACTICOR.

Nestle ACTICOR merupakan minuman untuk menurunkan kolesterol yang mengandung susu dengan serat pangan larut Beta Glucan dan Inulin. Kandungan Beta Glucan dan Inulin teruji klinis mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL) yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Beta Glucan dan Inulin juga mampu memperbaiki profil LIPID dengan mempengaruhi LIPID dan asam empedu. Nestle ACTICOR juga terbuat dari bahan alami, rendah lemak dan rasanya pun sangat enak. Ada 4 varian rasa, antara lain avocado, chocolate, green-tea latte, dan banana. Tak hanya itu, Nestle ACTICOR juga bisa menjadi sumber vitamin B1 dan B2. Nestle ACTICOR baik dikonsumsi oleh orang dewasa yang peduli akan kesehatan tubuh.

Buat kamu yang suka minuman dingin, Nestle ACTICOR juga bisa dikonsumsi dikombinasikan dengan es batu atau diminum dalam kondisi dingin. Untuk hasil yang optimal, Nestle ACTICOR dianjurkan untuk diminum 2x sehari setelah makan.


Dengan Nestle ACTICOR, kamu bisa menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Jika kolesterol jahat turun, maka akan mengurangi risiko terkena penyakit kolesterol yang jadi pemicu penyakit jantung. Mulai hari ini, yuk minum Nestle ACTICOR setiap hari.

https://nonton08.com/dongeng-mistis-2/