Kamis, 23 Juli 2020

Kisah Miris Anak Kecil yang Main Pura-pura Jadi Hantu, Berakhir Meninggal

Kisah nyata yang sungguh miris ini dialami seorang anak kecil di Thailand. Dia berakhir meninggal dunia saat bermain berpura-pura jadi hantu.
Seperti dikutip dari Daily Star, anak kecil yang meninggal dunia itu bernama Khanitta Pakkhayakul. Anak kecil berusia sembilan tahun tersebut meninggal karena tercekik setelah membungkus lehernya dengan gorden.

Khanitta dan tiga kakak perempuannya ditinggal di rumah saat orangtua mereka pergi mengunjungi kerabat di Chachaoengsao, Thailand pada 11 Juli 2020. Saat ditinggal itulah, anak-anak tersebut bermain-main menjadi hantu. Dan Khanitta berpura-pura menjadi hantu dengan mengikat dirinya memakai gorden.

Saat sang orangtua tiba di rumah, mereka berusaha memberikan nafas buatan pada Khanitta. Anak perempuan kecil itu kemudian juga dilarikan ke rumah sakit. Saat berada di rumah sakit, dia dinyatakan meninggal dunia.

Nenek dari Khanitta, Nai, mengungkapkan, cucunya memang senang bermain dengan gorden untuk menjadi hantu dan menakut-nakuti saudaranya. "Aku melihat dia bermain seperti itu beberapa kali dan sudah sering memberitahunya untuk tidak melakukannya karena berbahaya," kata nenek 55 tahun itu.

Nai pun sangat shock saat mengetahui cucunya meninggal dunia. Orangtua dari Khanitta pun sangat sedih dan kaget karena mereka pergi ke tempat saudara hanya sebentar, saat kembali ke rumah sang anak meninggal dunia.

"Aku rasa dia jatuh dari pijakannya di saat lehernya terbungkus gorden, dan saat kakak-kakaknya menyadarinya, semuanya sudah terlambat," kata ibunda Khanitta, Supanee.

Supanee pun mengatakan kepergian putri kecilnya sungguh membuatnya sedih. Dia masih tidak percaya anaknya itu begitu cepat meninggalkannya.

"Kami akan lebih berhati-hati sekarang ketika meninggalkan anak-anak di rumah, karena aku tidak sanggup harus menghadapi kehilangan lagi," ujarnya.

Pihak kepolisian sendiri tidak melihat adanya hal mencurigakan dari meninggalnya Khanitta. Berdasarkan hasil pemeriksaan post mortem, anak kecil itu meninggal karena asphyxia atau sesak nafas.

Deretan Orang Anti Masker, Berakhir Terinfeksi Virus Corona dan Meninggal

Virus Corona adalah salah satu penyakit yang tidak bisa dianggap remeh. Walaupun tidak perlu khawatir berlebihan, namun kita semua perlu menyadari bahwa virus Corona tidak dapat dianggap main-main. Saat ini pemerintah sendiri sudah mewajibkan setiap orang untuk menggunakan masker dan mematuhi protokol-protokol pencegahan infeksi virus Corona. Namun pada kenyataannya masih ada saja orang-orang yang mengabaikan hal-hal tersebut dan lebih memilih untuk tidak menggunakan masker dengan alasannya masing-masing. Seperti dilansir dari berbagai sumber, berikut ini 4 orang yang menolak menggunakan masker dan pada akhirnya meninggal karena terinfeksi virus Corona.
1. Qiu Jun

Qiu Jun adalah seorang binaragawan asal China yang memiliki gaya hidup yang sehat. Walaupun demikian pada akhirnya dia tetap terinfeksi virus Corona karena pilihan hidupnya. Seperti dikutip dari Daily Star, pria berusia 72 tahun itu sebelumnya selalu menolak menggunakan masker sampai akhirnya dia terinfeksi virus Corona dan meninggal.

Qiu Jun pertama kali terinfeksi Corona sebelum Tahun Baru Imlek. Saat itu Qiu Jun sedang mengunjungi keluarga menantunya. Karena pandemi Corona sedang banyak menyebar, Qiu Jun lalu diingatkan untuk menggunakan masker sebagai salah satu bentuk pencegahan, namun sayang hal itu diabaikannya. Qiu Jun tetap santai pergi ke gym, padahal dia tinggal di kota Wuhan, lokasi sumber penyebaran Corona.

Sampai akhirnya Qiu Jun mulai menunjukkan gejala terinfeksi Corona seperti demam kronis. Qiu Jun sempat diisolasi di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan sebelum akhirnya meninggal dunia.

2. Richard Rose

Richard RoseRichard Rose Foto: Facebook Richard Rose
Richard Rose yang merupakan mantan tentara Amerika Serikat sempat menjadi viral dan menghebohkan publik setelah kabar kematiannya tersebar. Pasalnya pria berusia 37 tahun itu mengikuti gerakan anti masker dan seringkali memamerkannya di media sosial miliknya. Pada 28 April, Richard Rose sempat mengunggah pernyataan di Facebooknya bahwa dia tidak akan menggunakan masker.

Seperti dikutip dari People, pada tanggal 1 Juli Richard Rose lalu kembali mengunggah pernyataan di Facebooknya yang menyatakan bahwa dia terinfeksi virus Corona. Tak lama setelahnya, tepatnya tanggal 4 Juli 2020 Richard Rose lalu dikabarkan meninggal akibat komplikasi dari infeksi virus Corona yang dideritanya.
https://kamumovie28.com/black-clover-episode-23-subtitle-indonesia/

Rabu, 22 Juli 2020

1 Warga Tewas karena Virus Corona, 10 Kota di Italia Masih 'Lockdown'

Sepuluh kota di Italia 'dikunci' dan penduduk diperingatkan untuk 'menjauh' dari UGD setelah kematian kedua akibat virus corona COVID-19 memicu kekhawatiran di seluruh wilayah. Italia kali ini juga menjadi negara yang warganya meninggal akibat COVID-19.
Korban adalah seorang wanita yang tinggal di Lombardy, Milan. Kematiannya dilaporkan terjadi beberapa jam setelah seorang pria meninggal di Padua, Veneto. Wanita tersebut adalah orang lokal pertama di Eropa yang meninggal akibat coronavirus.

Menteri Kesehatan Italia menyebut korban yang meninggal telah dirawat du rumah sakit 10 hari sebelumnya karena mengidap masalah kesehatan yang tidak berhubungan dengan COVID-19.

Mengutip Euro News, terdapat delapan kasus sama terjadi di rumah sakit Codogno. Seorang pria 38 tahun yang sedang di rawat di sana juga istri yang merawatnya terkonfirmasi virus corona. Lima staf medis, termasuk perawat dan dokter, juga dinyatakan positif.

Kementerian Kesehatan Italia memerintahkan siapa pun yang melakukan kontak langsung untuk dikarantina selama 14 hari. Sekitar 150 orang, termasuk tenaga medis, dalam isolasi menjalani tes.

Presiden regional Veneto Zaia mengatakan bahwa penularan menunjukkan bahwa virus ditularkan seperti flu. "Anda bisa mendapatkannya dari siapa pun," katanya.

Walikota Codogno mengeluarkan dekrit yang memerintahkan penutupan semua restoran, kedai kopi, sekolah, dan tempat berkumpul umum seperti disko dan pusat kebugaran. Kementerian kesehatan menyarankan penduduk daerah untuk tinggal di rumah sebagai tindakan pencegahan.

Media lokal Italia mengatakan pada hari Sabtu bahwa 10 kota yang dikunci antara lain: Casalpusterlengo, Codogno, Castiglione d'Adda, Fombio, Maleo, Somaglia, Bertonico, Terranova dei Passerini, Castelgerundo dan San Fiorano.

Viral Ibu-ibu Jambak Penumpang di KRL, Kenapa Mudah Sekali Marah?

 Viral video cekcok antara seorang ibu dam salah satu penumpang wanita di KRL. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengimbau penumpang saling menghormati satu sama lain.
"Mari saling menghormati satu sama lain, saling jaga kenyamanan pengguna jasa commuterline," pesan Vice President Corporate Communications PT KCI Anne Purba.

Video cekcok antarpenumpang KRL itu diunggah oleh akun Twitter, @rinafarzia pada Minggu (23/2/2020). Dalam video tersebut nampak seorang penumpang KRL berdiri dan marah-marah ke salah seorang penumpang lainnya yang sedang duduk.

Penumpang yang marah-marah itu bahkan sempat menarik tas hingga menjambak penumpang yang ia marahi. Petugas keamanan gerbong pun langsung memisahkan. Sebelumnya hal yang sama pernah terjadi, seorang ibu marah-marah di KRL karena disebut tua. Apa sih sebenarnya yang membuat orang mudah marah?

Berikut 3 penyebab orang mudah marah, dikutip dari Health:

1. Cemas
Gangguan kecemasan tentu bisa memicu semua emosi, termasuk amarah. Cemas didefinisikan sebagai ketakutan yang bersifat sementara, bisa menghilang setelah masalah atau situasi selesai, tetapi kecemasan biasanya sulit dihadapi banyak orang.

Sulit bagi orang yang menderita gangguan kecemasan untuk memahami apa yang menyebabkan gejala-gejala mental dan fisik seperti stres yang bisa membuatnya marah.

2. Kebiasaan buruk
Beberapa orang mudah marah dengan orang lain karena kebiasaan buruknya. Ini adalah reaksi seseorang ketika sesuatu tidak berjalan sesuai dengan apa yang ia inginkan.

3. Trauma
Kejadian traumatis misalnya kekerasan, melihat langsung kematian brutal, atau kecelakaan, bisa jadi pemicu orang mudah marah. Hal ini bisa menyebabkan gangguan stres pascatrauma.

Orang yang mengalami kondisi ini tidak dapat melupakan insiden traumatis di masa lalu yang dialaminya, hingga bisa timbul emosi yang membuat ia mudah marah.
https://nonton08.com/obscene-wife-2/