Pemerintah melaporkan 2.081 kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Minggu (16/8/2020). Total sudah 139.549 kasus terkonfirmasi semenjak virus Corona mewabah di Indonesia.
DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi sebanyak 518 kasus, disusul Jawa Timur sebanyak 488 kasus baru per 16 Agustus.
Dikutip dari laman covid19.go.id, ada sebanyak 93.103 kasus sembuh hingga hari ini, sementara kasus kematian Corona totalnya mencapai 6.150 orang.
Berikut detail sebaran 2.081 kasus baru Corona di Indonesia pada Minggu (16/8/2020):
Aceh: 11 kasus
Bali: 41 kasus
Banten: 43 kasus
Bangka Belitung: 5 kasus
Bengkulu: 2 kasus
DI Yogyakarta: 33 kasus
DKI Jakarta: 518 kasus
Jawa Barat: 83 kasus
Jawa Tengah: 168 kasus
Jawa Timur: 488 kasus
Kalimantan Timur: 86 kasus
Kalimantan Selatan: 100 kasus
Kalimantan Utara: 3 kasus
Kepulauan Riau: 10 kasus
Nusa Tenggara Barat: 15 kasus
Sumatera Selatan: 29 kasus
Sumatera Barat: 13 kasus
Sulawesi Utara: 21 kasus
Sumatera Utara: 51 kasus
Sulawesi Tenggara: 35 kasus
Sulawesi Selatan: 156 kasus
Lampung: 9 kasus
Riau: 24 kasus
Maluku Utara: 2 kasus
Maluku: 47 kasus
Papua Barat: 4 kasus
Papua: 77 kasus
Sulawesi Barat: 1 kasus
Gorontalo: 6 kasus
Update Corona Indonesia 16 Agustus: Tambah 2.081, Total 139.549 Kasus
Jumlah kasus konfirmasi positif virus Corona COVID-19 pada Minggu (16/8/2020), menjadi 139.549 kasus. Sebanyak 93.103 sembuh dan 6.150 meninggal.
Demikian dikutip dari rilis media yang diterima detikcom pada pukul 14.30 WIB.
Berikut detail perkembangan virus Corona di Indonesia hari ini:
1. Kasus positif bertambah 2.081 menjadi 139.549
2. Pasien sembuh bertambah 1.782 menjadi 91.321
3. Pasien meninggal bertambah 79 menjadi 6.150
Sebelumnya pada Sabtu (15/8/2020), jumlah konfirmasi positif virus Corona COVID-19 tercatat 137.468 kasus dengan 91.321 pasien sembuh dan 6.071 meninggal.
Benarkah RI Sudah Temukan Obat Corona?
Obat virus Corona COVID-19 hingga kini belum ditemukan. Namun, menurut laporan penelitian yang dilakukan oleh TNI AD, Badan Intelijen Nasional (BIN) dan Universitas Airlangga (Unair), terdapat beberapa kombinasi obat yang disebut dapat menyembuhkan pasien Corona.
Kombinasi obatlopinavir-ritonavir-azitromisin,lopinavir-ritonavir-doksisiklin, danhidroksiklorokuin-azitromisin, disebut telah diuji klinis pada 754 pasien. Kini statusnya tinggal menunggu izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Ketua Satgas COVID-19 Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI), Prof Dr Keri Lestari, MSi, Apt, menganggap masih terlalu dini menyebut Indonesia menemukan obat Corona. Ia menyebut perlu menunggu hasil evaluasi uji klinis dari BPOM.
"Yang dipublikasikan hasil uji klinis, bukan mempublikasikan bahwa obat ini bisa. Jadi nanti memang benar kalau hasil uji klinisnya sudah ada dan akan di submit ke Badan POM untuk dievaluasi," kata Prof Keri kepada detikcom, Minggu (16/8/2020).
"Kemudian nanti dilihat untuk kemungkinan apakah tiga-tiganya bisa diedarkan atau tidak," tambahnya.
Prof Keri menjelaskan BPOM akan bertugas untuk mengevaluasi tingkat keamanan dan efektivitas kombinasi obat tersebut.
"Jika ternyata bisa diedarkan pasti BPOM akan memfasilitasi secepat mungkin," ucapnya.
Pakar biologi molekuler Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, PhD, mengatakan bahwa hingga kini kombinasi obat tersebut belum bisa dikatakan sebagai obat Corona hingga ada keputusan dari BPOM.
Menurut Utomo, publikasi yang diberikan TNI AD terkait hasil uji klinis kombinasi obat ini masih sangat minim informasi. Masyarakat masih belum bisa mengetahui dengan jelas efektivitas dan keamanan kombinasi obat tersebut.
https://indomovie28.net/nocturnal-animals-2/