Jumat, 21 Agustus 2020

Kata Kemenkes Soal Nasib 3 WNI yang Tidak Dipulangkan dari Wuhan

Sebanyak 3 WNI di Wuhan tidak sempat dipulangkan karena kondisinya saat itu mengalami demam. Bagaimana nasib ketiga WNI yang tidak sempat dipulangkan tersebut?
Menanggapi hal ini, dr Achmad Yurianto, Sekretaris Direktorat Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menjelaskan kondisi ketiga WNI di Wuhan saat ini dalam kondisi baik. Ketiga WNI tersebut saat ini sudah kembali ke asrama.

"Mereka lalukan pemeriksaan di RS, lalu evaluasi dari KBRI sudah dikembalikan ke Universitas lagi dan ada di asrama karena tidak terkait dengan dugaan nCoV. Mereka sudah di asrama," jelasnya saat ditemui di Gd Adhyatma Ruang Naranta Pers, Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin (10/2/2020).

"Temannya yang di Natuna sudah bisa berkomunikasi dan mereka katanya balik lagi ke asrama, karena bukan pasien yang harus diawasi dan mereka dalam kondisi baik," tambahnya.

Sebanyak 238 WNI lain yang dikarantina di Natuna juga dikabarkan dalam kondisi sehat. Menurut dr Yuri tidak ditemui gejala-gejala yang menunjuk pada novel coronavirus.

Sempat Sakit, WNI di Natuna Masa Karantinanya Tak Diperpanjang

 Kementerian Kesehatan menjelaskan WNI yang dikarantina sempat sakit. Namun berdasarkan pemantauan Kemenkes, sakitnya tidak menunjukkan gejala-gejala yang mengarah pada infeksi 2019-nCoV. Apakah WNI yang sempat sakit akan memperpanjang masa karantina?
Menanggapi hal ini, dr Achmad Yurianto, Sekretaris Direktorat Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menjelaskan tidak akan ada penambahan masa waktu karantina, karena sakitnya tidak mengarah pada 2019-nCoV.

"Memang ada beberapa keluhan beberapa hari lalu, tapi tidak berkaitan dengan hal itu. Beberapa muncul gatal-gatal. Mereka itu gatal-gatal, tidak ada karantina gatal-gatal," jelasnya saat ditemui di Gd Adhyatma Ruang Naranta Pers, Senin (10/2/2020).

Ia juga menyampaikan sudah mempersiapkan kepulangan 238 WNI yang dikarantina di Natuna, mulai dari persiapan jadwal dan akses menuju ke Natuna.

"Kita mulai hari ini sudah mulai berkoordinasi untuk menyiapkan kepulangan mereka, banyak opsi yang sudah kita pikirkan. Karena kita tahu dari dan ke Natuna sangat terbatas, akan kita jadwalkan untuk antar mereka ke Jakarta", pungkasnya.

Sedih Banget! Momen Perawat Cium Pacar dari Balik Kaca di Tengah Wabah

 Viral video menunjukkan momen seorang perawat wanita hanya bisa bertemu dengan kekasihnya dari balik pintu kaca. Sang perawat diketahui sebagai salah satu tenaga kesehatan di China yang kini tengah menghadapi wabah virus corona.
Perawat tersebut diketahui bernama Chen Ying dari Rumah Sakit Zhejiang University. Di tengah usaha menanggulangi wabah, kekasih Chen datang berkunjung untuk memberikan semangat.

Dikutip dari South China Morning Post (SCMP), Chen bersama sang kekasih tadinya berencana menikah pada hari Valentine. Namun karena wabah virus corona Chen kini tidak bisa meninggalkan rumah sakit begitu saja.

"Dipisahkan oleh pintu kaca karena alasan keamanan, keduanya berbincang dan saling memberi ciuman," tulis media resmi pemerintah China, China Global Television Network (CGTN) dan dikutip pada Senin (10/2/2020).

Banyak netizen merasa terharu dengan keintiman yang ditunjukkan oleh Chen dan kekasihnya di tengah wabah. Cerita keduanya disebut membawa harapan di balik keadaan yang tampak suram.

"Saya memberikan apresiasi terdalam untuk mereka yang berjuang melawan virus. Berdoa semoga pasangan ini bisa bertemu kembali dan menikah dengan bahagia usai wabah virus corona selesai," komentar salah satu pengguna Instagram.
https://kamumovie28.com/no-stranger-than-love/

Apakah Berhubungan Seks Saat Hamil Berbahaya untuk Janin?

Banyak pasangan yang masih merasa takut untuk melakukan hubungan seks saat masa kehamilan. Beberapa di antara mereka takut akan terjadi komplikasi terhadap janin yang sedang dikandung bahkan hingga keguguran.
Jadi, amankah melakukan hubungan seks saat hamil?

Apa boleh melakukan hubungan seks saat hamil?

Berhubungan seks saat hamil sebenarnya diperbolehkan dan aman jika Anda mengetahui dan mengikuti aturan nya. Walaupun orgasme saat berhubungan seks memang dapat menyebabkan kontraksi rahim, tapi ini hanya sementara dan tidak berbahaya. Sehingga berhubungan seks saat hamil tidak akan mengganggu atau membahayakan tumbuh kembang janin dalam kandungan.

Janin tidak akan terluka ketika ibu hamil berhubungan seks dengan pasangannya dan juga tidak menyebabkan keguguran atau kelahiran premature, karena selama berhubungan seks, penetrasi penis tidak menembus leher rahim sehingga tidak akan mencapai bayi. Aktivitas seksual yang satu ini tidak akan memengaruhi kondisi bayi Anda.

Berhubungan seks saat hamil justru punya banyak manfaat psikologis dan fisik. Bahkan, beberapa peneliti berpendapat bahwa melakukan hubungan seks saat hamil dapat mengurangi risiko melahirkan prematur.

Berapa kali berhubungan seks yang aman saat hamil?

Dari segi frekuensinya, batasan yang diperbolehkan untuk berhubungan seks saat hamil sebaiknya tidak lebih dari tiga kali per minggu. Karena, terlalu sering berhubungan seks saat hamil dapat meningkatkan risiko perempuan terkena infeksi saluran kencing (ISK).

Perlu dipahami juga frekuensi berhubungan seks saat hamil bukanlah harga mati. Menentukan seberapa sering Anda ingin berhubungan seks selama kehamilan sebaiknya tetap didiskusikan bersama pasangan.

Posisi apa yang aman untuk berhubungan seks saat hamil?

Dalam berhubungan seks usahakan untuk memilih posisi yang tidak menyakiti ibu dan membuat kehamilan menjadi bermasalah. Berikut adalah beberapa posisi yang bisa Anda coba.

1. Women on top

Posisi ini memiliki beberapa keuntungan seperti, dapat mencegah adanya tekanan pada rahim dari penetrasi pria. Selain itu, wanita juga dapat mengendalikan seberapa dalam masuknya penetrasi pria ke dalam vaginanya.
Posisi seks woman on top juga dapat membantu menghindari tekanan berlebih terhadap kandung kemih. Sehingga, saat ibu hamil sedang berhubungan seks, ia tidak memiliki keinginan untuk buang air kecil.

2. Spooning atau menyamping

Spooning merupakan posisi seks yang paling aman saat hamil dan tidak membuat lelah kedua pasangan. Karena, gaya seks ini memposisikan ibu hamil dan pasangannya untuk saling tidur menyamping dan melakukan penetrasi,

Posisi ini bisa dilakukan saat ibu hamil muda atau bahkan saat perut ibu sudah besar.

Kondisi seperti apa yang mengharuskan Anda berhenti berhubungan seks saat hamil?

Menurut WebMD, beberapa kondisi yang membuat Anda harus berhenti berhubungan seks saat hamil adalah adanya riwayat perdarahan vagina berat, kram perut parah, masalah atau gangguan pada ketuban (infeksi cairan ketuban atau rentan pecah dini), hingga riwayat kesehatan seperti inkompetensi serviks (rahim lemah).

Ibu hamil dengan gangguan plasenta previa dan memiliki riwayat atau berisiko persalinan prematur juga tidak dianjurkan bercinta saat hamil.

Jika Anda pernah mengalami perdarahan berat, berhubungan seks saat hamil dapat meningkatkan risiko perdarahan lebih lanjut. Tidak ada bukti kuat bahwa berhubungan seks akan membuat kondisi tersebut lebih buruk. Namun, banyak dokter menyarankan untuk menghindari seks sebagai tindak pencegahan.

Sebenarnya, dokter dan para ahli kandungan tidak menyarankan Anda untuk menghentikan berhubungan seks saat hamil. Tetapi, ada hal-hal yang perlu Anda perhatikan dan hindari agar kehamilan tetap aman. Jadi cari tahu posisi seks yang tepat dan diskusikan dengan pasangan Anda.
https://kamumovie28.com/mission-impossible-samurai/